Pajak & usaha · 2 MENIT BACA

Istilah PPh 21: bruto, neto, PTKP, PKP, dan pajak dipotong

Bruto, neto, PTKP, dan PKP bukan nama berbeda untuk uang yang sama. Masing-masing menempati tahap tertentu dalam perhitungan. Memahami urutannya membantu membaca slip penghasilan dan bukti pemotongan tanpa menganggap semua selisih sebagai biaya atau semua penghasilan sebagai dasar tarif yang sama.

Bruto dan neto berbeda karena pengurang yang diakui

Penghasilan bruto merupakan jumlah penghasilan yang diperhitungkan sebelum pengurang terkait. Dalam perhitungan tahunan pegawai tetap, penghasilan neto diperoleh setelah pengurang yang diperbolehkan. Tidak setiap pengeluaran pribadi boleh dikurangkan. Belanja harian atau cicilan keluarga tidak otomatis menjadi biaya pengurang hanya karena mengurangi uang yang tersedia.

PTKP membentuk dasar penghasilan kena pajak

PTKP adalah penghasilan tidak kena pajak yang penerapannya mengikuti status dan ketentuan. PKP merupakan dasar yang dihitung setelah pengurangan terkait dalam kerangka tahunan. Ilustrasi aritmetika: jika penghasilan neto yang sudah benar Rp90 juta dan PTKP yang berlaku dalam contoh Rp54 juta, selisihnya Rp36 juta sebelum penerapan rincian pembulatan dan aturan lain.

Tarif progresif berbeda dari satu tarif atas semuanya

Dalam sistem berlapis, bagian penghasilan pada tiap lapisan dikenai tarif lapisannya. Mencapai lapisan yang lebih tinggi tidak berarti seluruh penghasilan mendadak dikenai tarif tertinggi itu. Konsep ini berbeda dari membaca tarif efektif atas penghasilan bruto bulanan. Pastikan dasar dan periode yang digunakan ketika membandingkan dua angka persentase.

Pemotongan bulanan perlu direkonsiliasi

Bagi pegawai tetap dalam kerangka PMK 168/2023, TER digunakan pada masa selain masa terakhir, sedangkan masa terakhir memakai perhitungan yang relevan berdasarkan Pasal 17. Potongan yang sudah dilakukan diperhitungkan dalam rekonsiliasi. Karena itu, pengurang penghasilan dan pajak yang telah dipotong tidak boleh ditempatkan pada baris yang sama.

UJI PEMAHAMAN

Latihan mandiri

  1. Urutkan bruto, pengurang, neto, PTKP, PKP, dan pajak tahunan.
  2. Hitung selisih Rp90 juta dan Rp54 juta pada ilustrasi.
  3. Jelaskan perbedaan mengurangi dasar penghasilan dan mengurangi pajak dengan potongan sebelumnya.

Yang perlu diingat

Kenali dasar, pengurang, tarif, dan periode secara terpisah agar setiap angka berada pada tempatnya.

Sumber dan catatan

Asal materi dan rujukan pembelajaran

Tema artikel dikembangkan dari materi belajar Imajiedu berikut. Kredit di bawah menjelaskan rujukan materi asal, bukan klaim bahwa artikel ini telah ditelaah oleh penulis rujukan tersebut.

  • Belajar Pajak

    Setiap modul menyertakan kutipan bukunya beserta halamannya.

Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.

LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU

Sudah memahami idenya? Coba terapkan.

Gunakan simulator atau kalkulator berikut untuk mencoba konsep dalam artikel. Latihan ini opsional; masuk ke akun Imajiedu untuk membukanya.

Tampilan latihan [object Object]
Belajar Pajak — ilustrasi praktik interaktif, bukan dokumentasi keadaan nyata.
Coba Belajar PajakPraktikkan materi artikel · perlu akun