Sains & keselamatan · 8 MENIT BACA

Berkuda: Aturan FEI, Adab kepada Kuda, dan Keselamatan

Berkuda adalah olahraga dua makhluk: penunggang memberi isyarat, kuda yang bergerak, dan keduanya dinilai sebagai satu pasangan. Aturan internasionalnya ditetapkan Fédération Equestre Internationale (FEI), sedangkan di Indonesia olahraga ini dinaungi PORDASI. Tulisan ini menjelaskan cara menghitung kesalahan dalam lompat rintangan, cara juri menilai dresur, persiapan aman sebelum naik, adab seorang muslim kepada kuda, serta langkah pertama ketika ada yang jatuh. Semua sumber tercantum di bagian akhir.

Lompat rintangan: bendera, penalti, dan eliminasi

Dalam lompat rintangan, pasangan kuda dan penunggang melewati rintangan bernomor sesuai urutan, dengan bendera merah di sisi kanan dan putih di kiri (FEI Jumping Rules Art. 241.5). Kombinasi, misalnya 4A lalu 4B, adalah dua atau lebih rintangan berjarak 7 sampai 12 meter yang dilompati berturut-turut (Art. 237). Tinggi rintangan paling banyak 1,70 meter di luar ruangan (Art. 233.1), tetapi pemula mulai dari tiang di tanah dan rintangan rendah bersama pelatih.

Format yang paling umum memakai Tabel A (Art. 217.1). Tiang yang jatuh bernilai 4 penalti, sedangkan tiang yang hanya tersentuh tidak dihitung. Ketidaktaatan pertama juga 4 penalti: penolakan (kuda berhenti di depan rintangan atau mundur walau selangkah), run-out (kuda menghindari rintangan), resistensi, atau berputar tanpa diminta rute (Art. 246). Ketidaktaatan kedua dalam satu ronde berarti eliminasi. Jatuhnya penunggang atau kuda juga berarti eliminasi, dan penunggang wajib diperiksa tim medis sebelum boleh naik kuda lagi (Art. 248).

Waktu diizinkan dan jump-off dalam angka

Waktu diizinkan adalah panjang lintasan dibagi kecepatan yang ditetapkan (Art. 252); kecepatan umum 325 sampai 400 meter per menit (Art. 258.1). Setiap detik yang dimulai setelah waktu itu habis bernilai 1 penalti, dan melewati batas waktu, yaitu dua kali waktu diizinkan, berarti eliminasi (Art. 217.1 dan 253).

Contoh: lintasan 455 meter dengan kecepatan 350 meter per menit memberi waktu diizinkan 455 ÷ 350 = 1,3 menit atau 78 detik, dan batas waktu 156 detik. Dinda (tokoh fiktif) finis dalam 79,4 detik dengan satu tiang jatuh. Ia lewat 1,4 detik, berarti detik kedua sudah dimulai, sehingga penaltinya 4 + 2 = 6. Bima (tokoh fiktif) finis dalam 77,0 detik tanpa tiang jatuh, jadi penaltinya 0.

Bila beberapa pasangan sama-sama nol penalti, jadwal lomba dapat menetapkan satu jump-off yang biasanya dinilai melawan waktu (Art. 218): penalti paling sedikit menang, lalu waktu tercepat. Aturan berubah dari edisi ke edisi, jadi periksa edisi yang dipakai kompetisi Anda dan ikuti keputusan juri.

Dresur: nilai 0 sampai 10 dan persentase

Dresur menilai ketepatan dan keharmonisan. Arena standar FEI berukuran 20 × 60 meter (FEI Dressage Rules Art. 411), dan huruf di tepinya menandai titik pergantian gerakan. Tiap juri memberi setiap gerakan nilai 0 sampai 10, setengah nilai diperbolehkan (Art. 423): 10 istimewa, 5 cukup, 0 tidak dilaksanakan. Sebagian nilai dikalikan koefisien, lalu jumlahnya dibagi nilai maksimum menjadi persentase. Bila maksimum sebuah tes 200 dan penunggang memperoleh 136, hasilnya 68 persen.

Salah rute juga dihitung. Pada tes senior, kesalahan pertama mengurangi 2 poin persentase dan kesalahan kedua berarti eliminasi; pada tes anak, pony, dan junior, potongannya 0,5 lalu 1 poin, dan kesalahan ketiga berarti eliminasi (Art. 424). Satu salah rute pada tes anak menurunkan contoh tadi dari 68 menjadi 67,5 persen.

Sebelum naik: helm, mendekati kuda, dan batas cambuk

Helm pelindung dengan tali dagu terkunci wajib bagi siapa pun yang berada di atas kuda, setiap saat (FEI Jumping Rules Art. 207.1). Pakai sepatu bot bertumit agar kaki tidak terselip ke dalam sanggurdi. Anak-anak berkuda hanya bersama pelatih, dengan kuda sekolah yang tenang. Kuda mudah terkejut, jadi dekati dari samping ke arah bahunya sambil berbicara tenang, dan jangan muncul dari titik buta di belakang atau tepat di depan hidungnya. Di sekolah berkuda, kuda lazim dituntun dan dinaiki dari sisi kiri setelah pelatih memeriksa pelana.

FEI menempatkan kesejahteraan kuda di atas segalanya. Cambuk tidak boleh lebih dari 75 cm, dan memakainya untuk melampiaskan marah, ke kepala, lebih dari tiga kali berturut-turut, atau sampai melukai kulit termasuk penyalahgunaan (Art. 265.1.2); isyarat kaki, dudukan, dan tangan yang lembut dipelajari lebih dahulu.

Adab seorang muslim kepada kuda dan sesama penunggang

QS An-Nahl 16:8 membahas kuda sebagai salah satu tunggangan yang Allah ciptakan, sehingga berkuda adalah nikmat yang disyukuri dengan merawat kuda. QS Az-Zukhruf 43:13–14 memuat ucapan yang dibaca setelah duduk di atas tunggangan, tentang mengingat nikmat Allah dan kembali kepada-Nya; bacalah langsung dari mushaf dan pelajari dari guru. Sahih Muslim no. 6603 (penomoran Kelas Hadits) menceritakan Aisyah yang menarik-narik unta yang sulit, lalu Nabi memintanya bersikap lembut: di arena, kendali dipegang dengan lembut. Sahih al-Bukhari no. 2363 (penomoran Kelas Hadits) mengisahkan lelaki yang diampuni karena memberi minum anjing yang kehausan; setelah latihan, beri kuda minum dan istirahat di tempat teduh.

Sahih al-Bukhari no. 420 (penomoran Kelas Hadits) mencatat pacuan kuda yang diadakan Nabi dengan titik mulai dan titik akhir yang jelas, dan kuda terlatih menempuh jarak yang berbeda dari kuda yang belum dilatih: lomba harus tertib dan adil. Sahih al-Bukhari no. 6114 (penomoran Kelas Hadits) membahas menahan diri ketika marah, jadi kuda yang menolak rintangan tidak dihukum dengan emosi; penunggang memperbaiki ancang-ancang lalu mencoba lagi. Sahih Muslim no. 283 (penomoran Kelas Hadits) membahas larangan menipu: akui jatuh sebagai jatuh, tolak bantuan dari luar arena selama ronde, dan hormati keputusan juri.

QS An-Nisa 4:103 membahas salat yang terikat waktu. Karena kuda perlu disiapkan dan didinginkan, periksa jadwal salat lebih dulu, sisakan waktu wudu, dan berhentilah ketika waktunya masuk; keringat bukan najis. QS An-Nur 24:30 dan 24:31 membahas menjaga pandangan dan aurat: laki-laki memakai pakaian longgar yang menutup pusar sampai lutut, perempuan memakai busana berkuda yang tetap menutup aurat di atas pelana, dan helm harus tetap pas di atas kerudung. Berlatihlah dalam kelompok sesama gender dan hindari berduaan dengan nonmahram di kandang, sebagaimana dibahas Sahih al-Bukhari no. 5233 (penomoran Kelas Hadits); ini penerapan adab, dan rujukannya tidak menyebut berkuda secara khusus. QS Al-Ma'idah 5:90 membahas larangan judi, jadi lomba tidak dijadikan taruhan.

Saat penunggang jatuh atau cedera, lalu masa pulih

Hentikan latihan bila timbul nyeri, pusing, atau rasa tidak sehat; anak dan remaja segera memanggil pelatih atau orang dewasa. Jangan memaksa penunggang yang jatuh untuk berdiri. Bila ia mengeluh sakit di leher atau punggung, atau tangan dan kakinya kebas, jangan memindahkannya: minta ia tetap diam, temani, dan hubungi 119 (layanan gawat darurat Kementerian Kesehatan) atau 112, nomor darurat terpadu yang bebas pulsa di daerah yang sudah melayaninya. Lengan atau bahu yang bengkak atau berubah bentuk ditopang dengan tangannya sendiri, bantal, atau lipatan pakaian tanpa diluruskan, lalu dibawa ke rumah sakit; hubungi 119 bila ia tidak bisa bergerak sendiri atau sangat kesakitan.

Setelah benturan kepala, NHS menganjurkan ada orang dewasa yang menemani setidaknya 24 jam pertama dan tidak bermain olahraga kontak setidaknya 3 minggu. Untuk terkilir atau otot tertarik, NHS menganjurkan PRICE pada dua sampai tiga hari pertama: lindungi, istirahatkan, kompres es yang dibungkus kain hingga 20 menit setiap dua sampai tiga jam, balut, dan tinggikan. Kembali naik kuda mengikuti saran dokter atau fisioterapis.

Sahih al-Bukhari no. 1114 (penomoran Kelas Hadits) mencatat bahwa Nabi pernah jatuh dari kudanya hingga cedera, lalu salat sambil duduk: jatuh bisa dialami siapa saja, dan salat tetap dikerjakan sesuai kemampuan, sejalan dengan QS Al-Baqarah 2:286 tentang beban yang tidak melebihi kesanggupan. Tulisan ini tidak menetapkan hukum; untuk bersuci dengan perban atau gips, tanyakan kepada ustaz atau ulama setempat dan ikuti arahan dokter.

UJI PEMAHAMAN

Latihan mandiri

  1. Hitung waktu diizinkan untuk lintasan 420 meter dengan kecepatan 350 meter per menit, lalu tentukan penalti penunggang fiktif yang finis dalam 74,3 detik dengan satu tiang jatuh dan satu penolakan. (Jawaban: 72 detik; 4 + 4 + 3 = 11 penalti.)
  2. Gambar denah delapan rintangan bernomor dengan bendera merah di kanan arah lompatan, lalu jalani rutenya dengan berjalan kaki di halaman sambil menjaga garis lurus ke tengah tiap rintangan.
  3. Tulis daftar periksa sebelum naik kuda (helm dan tali dagu, sepatu bertumit, cara mendekati kuda, pelana diperiksa pelatih) beserta langkah pertama bila penunggang jatuh, lalu simpan nomor 119 dan 112 di ponsel.

Yang perlu diingat

Berkuda yang baik berarti memahami hitungan penalti dan nilai juri, selalu memakai helm, memperlakukan kuda dengan lembut, menjaga salat dan aurat, serta tahu kapan berhenti dan memanggil bantuan.

Sumber dan catatan

Aturan diringkas dari FEI Jumping Rules edisi ke-28 (berlaku 1 Januari 2026) dan FEI Dressage Rules edisi ke-26 dengan pembaruan 2026; periksa edisi yang dipakai kompetisi Anda.

Asal materi dan rujukan pembelajaran

Tema artikel dikembangkan dari materi belajar Imajiedu berikut. Kredit di bawah menjelaskan rujukan materi asal, bukan klaim bahwa artikel ini telah ditelaah oleh penulis rujukan tersebut.

  • Imaji Berkuda — Arena & Sabana 3D

    Mengacu pada FEI Jumping Rules edisi ke-28 (2026) Table A, FEI Dressage Rules 2026 dan kode kesejahteraan kuda FEI; arena orisinal terinspirasi Jakarta International Equestrian Park Pulomas dan sabana Sumba. Penyederhanaan dijelaskan di dalam game.

  • Belajar Berkuda

    Aturan dari game Berkuda Imajiedu (FEI Jumping Rules edisi ke-28 (2026) dan FEI Dressage Rules 2026); hadis dari Kelas Hadits dan ayat dari mushaf Imajiedu, disalin tanpa ditulis ulang; pertolongan pertama diringkas dari NHS, British Red Cross, dan Kemenkes. Bukan pengganti pelatih, wasit, dokter, atau ulama.

Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.

LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU

Sudah memahami idenya? Coba terapkan.

Gunakan simulator atau kalkulator berikut untuk mencoba konsep dalam artikel. Latihan ini opsional; masuk ke akun Imajiedu untuk membukanya.

Tampilan latihan [object Object]
Imaji Berkuda — Arena & Sabana 3D — ilustrasi praktik interaktif, bukan dokumentasi keadaan nyata.
Coba Imaji Berkuda — Arena & Sabana 3DPraktikkan materi artikel · perlu akunCoba Belajar BerkudaPraktikkan materi artikel · perlu akun