Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA

Tafsir Hud 114: Menjaga salat dan memperbanyak kebaikan

Hud ayat 114 memerintahkan salat dan menyebut bahwa kebaikan menghapus keburukan. Pesannya menumbuhkan semangat kembali kepada ketaatan setelah kesalahan, bukan membuat manusia nyaman merencanakan dosa dengan perhitungan penebusnya.

QS. Hud 11:114

وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَيِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِۚ إِنَّ ٱلۡحَسَنَٰتِ يُذۡهِبۡنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِۚ ذَٰلِكَ ذِكۡرَىٰ لِلذَّـٰكِرِينَ

TERJEMAHAN AYAT

Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah)

Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.

Konteks ayat

Tafsir Kemenag menjelaskan pelaksanaan salat sesuai waktu, rukun, dan syaratnya. Pembahasannya menghubungkan perbuatan baik dengan penghapusan dosa kecil serta mengingatkan rangkaian perintah istiqamah dan larangan berbuat aniaya. Membaca konteks itu menjaga agar harapan terhadap ampunan tidak dipisahkan dari tuntutan meninggalkan pelanggaran.

Pokok penjelasan tafsir

Salat membentuk bagian tetap dari ketaatan, bukan kegiatan yang hanya dikerjakan ketika keadaan terasa mudah. Setelah melakukan kesalahan, seseorang diarahkan menambah kebaikan dan memperbaiki jalan hidupnya. Harapan dalam ayat tidak meniadakan tobat, kewajiban menghentikan kesalahan, atau tanggung jawab terhadap hak orang lain yang mungkin telah dirugikan.

Renungan untuk keseharian

Seorang pelajar yang terbiasa menunda salat dapat memeriksa jadwal kegiatan dan menyiapkan jeda yang layak. Orang yang menyakiti teman dapat meminta maaf serta mengubah cara berbicara, bukan sekadar menambah kegiatan pribadi sambil mengulangi ejekan. Dalam keluarga, kebiasaan salat dapat dibangun dengan pengingat yang membantu, tanpa merendahkan proses belajar anggota lain.

Batas pemahaman

Ayat tidak dapat digunakan sebagai rumus transaksi: melakukan keburukan tertentu lalu membayarnya dengan jumlah kebaikan yang ditentukan sendiri. Perkara dosa besar dan hak sesama memerlukan penjelasan lebih lengkap. Rincian waktu salat juga dipahami bersama keseluruhan tuntunan, bukan dengan meniadakan penjelasan Nabi dari satu ayat saja.

UJI PEMAHAMAN

Latihan mandiri

  1. Kenali hambatan praktis yang membuat waktu salat sering terabaikan.
  2. Pilih kebaikan yang sekaligus memperbaiki akibat dari kesalahan sebelumnya.
  3. Periksa hak orang lain yang masih perlu diselesaikan dengan sungguh-sungguh.

Yang perlu diingat

Harapan akan penghapusan keburukan menggerakkan salat, tobat, dan perbaikan, bukan pembenaran untuk mengulang pelanggaran secara sengaja.

Sumber dan catatan

Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.

Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.

Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.

Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.

LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU

Sudah memahami idenya? Coba terapkan.

Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.

Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya