Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA
Tafsir Al-Baqarah 188: Harta, hak, dan larangan suap
Al-Baqarah ayat 188 melarang mengambil harta melalui cara yang batil dan memanfaatkan penguasa untuk memperoleh hak orang lain. Keuntungan yang berhasil didapat belum tentu menjadi milik yang benar secara moral dan agama.
QS. Al-Baqarah 2:188
وَلَا تَأۡكُلُوٓاْ أَمۡوَٰلَكُم بَيۡنَكُم بِٱلۡبَٰطِلِ وَتُدۡلُواْ بِهَآ إِلَى ٱلۡحُكَّامِ لِتَأۡكُلُواْ فَرِيقٗا مِّنۡ أَمۡوَٰلِ ٱلنَّاسِ بِٱلۡإِثۡمِ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
TERJEMAHAN AYAT
Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui
Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.
Konteks ayat
Kemenag membahas dua bagian ayat: pemanfaatan harta tanpa hak dan usaha memengaruhi keputusan agar menguasai harta orang lain. Penjelasan ini memperluas makna makan harta menjadi penggunaan atau pengambilan manfaat, sehingga pembahasan tidak terbatas pada uang yang secara harfiah dibelanjakan untuk makanan.
Pokok penjelasan tafsir
Kelancaran prosedur atau kemenangan perkara tidak mengubah kebohongan menjadi kebenaran. Tafsir mengingatkan kemungkinan orang memenangkan sengketa karena lebih pandai menyampaikan alasan, padahal haknya tidak ada. Larangan tersebut menempatkan kejujuran fakta dan dasar kepemilikan di atas sekadar kemampuan memperoleh keputusan yang menguntungkan diri.
Renungan untuk keseharian
Di tempat kerja, seseorang dapat menolak kuitansi palsu meskipun rekan mengatakan bahwa pemeriksa tidak akan mengetahuinya. Dalam jual beli, ia dapat menjelaskan kekurangan barang yang memengaruhi keputusan pembeli. Pertanyaan utamanya bukan hanya apakah transaksi lolos pemeriksaan, melainkan apakah manfaat diperoleh dengan hak dan informasi yang jujur.
Batas pemahaman
Kasus sengketa, hadiah jabatan, dan dugaan suap membutuhkan pemeriksaan fakta serta aturan yang berlaku. Jangan menuduh seseorang hanya berdasarkan rumor. Untuk perkara nyata, gunakan nasihat hukum dan jalur pelaporan yang aman; artikel ini menjelaskan prinsip, bukan menetapkan kesalahan individu.
UJI PEMAHAMAN
Latihan mandiri
- Bedakan bukti mempunyai hak dari sekadar berhasil menerima uang.
- Tinjau satu dokumen yang perlu menggambarkan transaksi secara jujur.
- Catat jalur aman untuk meminta penjelasan bila ada tekanan memalsukan fakta.
Yang perlu diingat
Hak atas harta tidak lahir dari tipu daya atau keputusan yang diperoleh dengan menyembunyikan kebenaran.
Sumber dan catatan
Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.
Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.
Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.
Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.
LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU
Sudah memahami idenya? Coba terapkan.
Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.
Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya