Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA

Tafsir Al-Baqarah 261: Benih sebagai perumpamaan infak

Al-Baqarah ayat 261 menggambarkan infak melalui benih yang berkembang menjadi banyak hasil. Perumpamaan ini menghidupkan harapan terhadap pahala, sekaligus mengajak pembaca melihat nilai pemberian melampaui jumlah yang keluar dari tangannya.

QS. Al-Baqarah 2:261

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنۢبُلَةٖ مِّاْئَةُ حَبَّةٖۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

TERJEMAHAN AYAT

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui

Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.

Konteks ayat

Kemenag menghubungkan infak dengan pertanggungjawaban akhirat dan pertumbuhan amal kebaikan. Gambaran benih membantu manusia memahami penggandaan yang Allah berikan. Ayat-ayat sesudahnya kemudian membahas sikap pemberi, sehingga perumpamaan ini sebaiknya tidak dipisahkan dari perhatian terhadap keikhlasan dan martabat penerima.

Pokok penjelasan tafsir

Nilai pemberian tidak hanya diukur dari harta yang tampak berkurang pada saat diserahkan. Tafsir menekankan perkembangan kebaikan melalui infak yang digunakan untuk kepentingan yang benar. Penyebutan penggandaan mengarahkan harapan kepada keluasan karunia Allah, bukan memberi manusia kewenangan menjual kepastian keuntungan materi kepada calon pemberi.

Renungan untuk keseharian

Membantu biaya buku seorang murid dapat mendukung kegiatan belajar yang berlanjut setelah uang diserahkan. Mengupayakan manfaat yang tepat membutuhkan perhatian kepada kebutuhan penerima serta cara penyaluran. Pemberi dapat meminta laporan penggunaan secara wajar tanpa memperlakukan penerima seperti alat untuk membesarkan nama atau menghitung keuntungan pribadinya.

Batas pemahaman

Angka dalam perumpamaan tidak boleh diubah menjadi janji investasi atau jaminan uang kembali dengan kelipatan tertentu. Infak berbeda dari kontrak bisnis. Periksa penyalur dan kebutuhan yang nyata, tetapi jangan mengklaim dapat menghitung seluruh pahala atau menjamin hasil akhir suatu pemberian.

UJI PEMAHAMAN

Latihan mandiri

  1. Jelaskan mengapa ayat memakai gambaran pertumbuhan benih.
  2. Pilih satu kebutuhan yang manfaat bantuannya dapat dipahami secara nyata.
  3. Bedakan harapan pahala dari janji keuntungan uang yang pasti.

Yang perlu diingat

Perumpamaan infak menumbuhkan kemurahan hati dan harapan pahala, bukan skema keuntungan materi yang dijamin manusia.

Sumber dan catatan

Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.

Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.

Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.

Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.

LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU

Sudah memahami idenya? Coba terapkan.

Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.

Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya