Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA

Tafsir Taha 114: Memohon ilmu dan tidak tergesa

Taha ayat 114 memuat doa memohon tambahan ilmu setelah arahan agar Nabi tidak tergesa membaca sebelum penyampaian wahyu selesai. Konteks khusus itu memberi bahan renungan tentang perhatian dan kerendahan hati dalam belajar.

QS. Taha 20:114

فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡحَقُّۗ وَلَا تَعۡجَلۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مِن قَبۡلِ أَن يُقۡضَىٰٓ إِلَيۡكَ وَحۡيُهُۥۖ وَقُل رَّبِّ زِدۡنِي عِلۡمٗا

TERJEMAHAN AYAT

Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Alquran sebelum selesai diwahyukan kepadamu,525) dan katakanlah, "Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku

Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.

Konteks ayat

Tafsir Kemenag menjelaskan perhatian Nabi terhadap pemeliharaan bacaan yang diterimanya dari Jibril. Allah mengarahkan beliau mendengar penyampaian wahyu dengan baik sebelum mengulanginya. Ayat diawali pengagungan Allah sebagai Raja Yang Mahabenar, sehingga permohonan tambahan ilmu ditempatkan dalam kesadaran terhadap keluasan pengetahuan dan kekuasaan-Nya.

Pokok penjelasan tafsir

Doa meminta tambahan ilmu menunjukkan bahwa kebutuhan belajar tidak berhenti pada pengetahuan yang telah dimiliki. Namun konteks penerimaan wahyu tidak boleh disamakan begitu saja dengan seluruh proses kelas biasa. Pelajaran yang dapat direnungkan adalah kesediaan memperhatikan, tidak terburu menyimpulkan, dan memohon bimbingan agar pengetahuan mengarah kepada kebenaran.

Renungan untuk keseharian

Siswa dapat mendengarkan penjelasan sampai pokoknya selesai sebelum menebak kesimpulan. Saat membaca rujukan, catat bagian yang belum jelas dan tanyakan dengan spesifik. Orang tua dapat mencontohkan ucapan belum tahu lalu mencari sumber bersama anak. Pekerja dapat meminta penjelasan tugas sebelum menjalankannya berdasarkan asumsi yang belum diperiksa.

Batas pemahaman

Ayat ini bukan janji bahwa membaca doa saja membuat seseorang menguasai pelajaran tanpa usaha. Ia juga tidak melarang pertanyaan yang tepat saat belajar; cara kelas dapat menyesuaikan kebutuhan peserta. Jangan menisbatkan jaminan nilai ujian, kecepatan hafalan, atau jumlah pengulangan tertentu kepada ayat tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

UJI PEMAHAMAN

Latihan mandiri

  1. Baca doa dalam ayat dan pahami bahwa kebutuhan ilmu tetap berlanjut.
  2. Tuliskan satu pertanyaan spesifik setelah mendengar atau membaca penjelasan lengkap.
  3. Kenali kesimpulan yang terlalu cepat dibuat sebelum seluruh informasi diterima.

Yang perlu diingat

Permohonan ilmu berjalan bersama perhatian, usaha memahami, dan kerendahan hati untuk mengakui serta memperbaiki keterbatasan pengetahuan.

Sumber dan catatan

Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.

Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.

Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.

Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.

LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU

Sudah memahami idenya? Coba terapkan.

Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.

Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya