Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA
Tafsir Luqman 18: Menjaga sikap agar tidak merendahkan
Luqman ayat 18 melarang memalingkan wajah karena kesombongan dan berjalan dengan keangkuhan. Nasihat ini membawa pendidikan iman ke dalam cara berinteraksi, terutama ketika seseorang merasa memiliki kedudukan atau kemampuan lebih tinggi.
QS. Luqman 31:18
وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ
TERJEMAHAN AYAT
Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri
Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.
Konteks ayat
Tafsir Kemenag menjelaskan lanjutan nasihat Luqman tentang budi pekerti yang baik. Sikap membanggakan diri dan memandang rendah orang lain menjadi pokok teguran. Penjelasan dalam arsip juga berlanjut pada adab berjalan serta suara di ayat berikutnya; artikel ini memusatkan perhatian pada larangan angkuh dalam ayat 18.
Pokok penjelasan tafsir
Kesombongan dapat tampak ketika seseorang menolak memberi penghormatan dasar karena menganggap orang lain tidak penting. Ayat mengingatkan bahwa kemuliaan tidak dibangun melalui perendahan. Menghargai sesama tidak menuntut kita selalu setuju, tetapi menuntut agar ketidaksetujuan dan perbedaan kedudukan tidak dijadikan alasan memperlakukan manusia sebagai pihak yang tidak layak didengar.
Renungan untuk keseharian
Pelajar yang dipercaya memimpin kelompok dapat memberi giliran bicara kepada anggota yang pendiam. Orang tua dapat merespons pertanyaan anak tanpa terus memotongnya. Dalam pekerjaan, sapaan dan penjelasan yang jelas kepada petugas layanan menunjukkan penghormatan yang tidak bergantung pada jabatan. Kebiasaan ini dapat dilatih meskipun seseorang sedang terburu-buru atau lelah.
Batas pemahaman
Tidak menatap wajah atau tidak banyak berbicara tidak otomatis menunjukkan kesombongan. Ada perbedaan budaya, kondisi kesehatan, kebutuhan pribadi, dan cara berkomunikasi. Jangan memakai ayat untuk memaksa kontak mata atau menilai akhlak dari satu gerak tubuh. Perhatikan sikap dan konteks secara adil sebelum menyampaikan penilaian.
UJI PEMAHAMAN
Latihan mandiri
- Kenali orang yang pendapatnya sering terlewat dalam percakapan kelompokmu.
- Latih cara memberi perhatian tanpa memaksa gaya komunikasi yang sama.
- Periksa apakah kamu memperlakukan orang berbeda hanya karena jabatan atau tingkat kemampuan.
Yang perlu diingat
Kerendahan hati menjaga penghormatan kepada manusia, sambil menghindari penilaian tergesa terhadap gaya komunikasi atau keadaan fisik mereka.
Sumber dan catatan
Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.
Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.
Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.
Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.
LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU
Sudah memahami idenya? Coba terapkan.
Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.
Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya