Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA

Tafsir Al-Baqarah 263: Ucapan baik saat belum mampu memberi

Al-Baqarah ayat 263 memberi ruang bagi kebaikan yang tidak selalu berbentuk harta. Perkataan yang baik dan pemberian maaf dibandingkan dengan sedekah yang disertai tindakan menyakitkan, sehingga cara berhubungan tidak dianggap sepele.

QS. Al-Baqarah 2:263

۞قَوۡلٞ مَّعۡرُوفٞ وَمَغۡفِرَةٌ خَيۡرٞ مِّن صَدَقَةٖ يَتۡبَعُهَآ أَذٗىۗ وَٱللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٞ

TERJEMAHAN AYAT

(Perkataan yang baik dan pemberian maaf 100) lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun

Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.

Konteks ayat

Rangkaian ayat sedang membicarakan etika infak. Kemenag menjelaskan keadaan orang yang belum mampu memberi tetapi dapat menjaga ucapan. Perbandingan ini mengoreksi anggapan bahwa penyerahan barang selalu lebih baik, apa pun kata-kata dan penghinaan yang mengiringinya.

Pokok penjelasan tafsir

Kebaikan bantuan tidak dipisahkan dari cara pelaksanaannya. Tafsir menekankan bahwa Allah tidak membutuhkan harta manusia; pemberian seharusnya memperbaiki diri serta hubungan antarhamba. Karena itu, ucapan yang menghormati dan sikap memaafkan memiliki nilai, sementara harta tidak menjadi alasan membenarkan caci-maki terhadap orang yang meminta pertolongan.

Renungan untuk keseharian

Jika anggaran keluarga tidak memungkinkan memberi pinjaman, seseorang dapat menjelaskan keterbatasannya dengan tenang tanpa menyebut pemohon sebagai pemalas. Ia dapat membantu mencari informasi yang sesuai bila mampu. Di sekolah, teman yang belum dapat meminjamkan alat tetap bisa menjawab dengan hormat dan tidak menjadikan kebutuhan orang lain sebagai bahan lelucon.

Batas pemahaman

Ucapan baik tidak mengharuskan orang membuat janji yang tidak sanggup dipenuhi. Batas keuangan dan keselamatan tetap boleh dijaga. Jika permintaan disertai ancaman atau penipuan, mintalah bantuan yang sesuai; menjaga sopan santun tidak berarti menyerahkan kendali kepada pihak yang memaksa.

UJI PEMAHAMAN

Latihan mandiri

  1. Tuliskan contoh penolakan yang jujur tanpa merendahkan pemohon.
  2. Bedakan bantuan informasi yang mungkin diberikan dari janji uang yang tidak pasti.
  3. Periksa kata-kata yang biasa dipakai ketika merasa terganggu oleh permintaan.

Yang perlu diingat

Ketika belum mampu memberi harta, manusia tetap dapat menjaga ucapan, batas, dan martabat orang lain.

Sumber dan catatan

Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.

Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.

Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.

Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.

LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU

Sudah memahami idenya? Coba terapkan.

Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.

Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya