Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA
Tafsir Ali 'Imran 134: Menahan marah dan berbuat baik
Ali 'Imran ayat 134 menyebut kemurahan hati, pengendalian marah, dan pemberian maaf sebagai sifat orang bertakwa. Ketiganya memperlihatkan bagaimana iman membentuk hubungan ketika keadaan tidak selalu menyenangkan.
QS. Ali 'Imran 3:134
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡكَٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ
TERJEMAHAN AYAT
(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan
Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.
Konteks ayat
Ayat ini melanjutkan pembicaraan tentang orang bertakwa dan balasan yang disediakan bagi mereka. Tafsir Kemenag menjelaskan bahwa memberi dapat dilakukan sesuai kemampuan, baik dalam kelapangan maupun kesempitan. Ukuran kebaikan tidak terbatas pada nominal besar yang hanya dapat dijangkau oleh orang dengan banyak harta.
Pokok penjelasan tafsir
Menahan marah berarti tidak membiarkan dorongan emosi menguasai tindakan yang merusak. Pemberian maaf membawa pembicaraan lebih jauh dari sekadar menahan serangan balasan. Penutup ayat menghubungkan sifat tersebut dengan ihsan, sehingga hubungan baik tidak hanya dibangun dengan menghindari keburukan, tetapi juga melakukan kebaikan yang nyata.
Renungan untuk keseharian
Ketika anak menumpahkan makanan, orang tua dapat mengambil jeda sebelum berbicara, lalu mengajak anak membersihkannya sesuai kemampuan. Kesalahan tetap diperbaiki tanpa ejekan. Di kantor, pekerja dapat menunda pengiriman pesan bernada menyerang dan menggantinya dengan uraian masalah, dampak, serta permintaan perbaikan yang dapat dijalankan bersama.
Batas pemahaman
Memaafkan tidak sama dengan membiarkan kekerasan berulang atau menghapus kebutuhan perlindungan. Seseorang dapat menjaga jarak aman dan mencari bantuan meskipun sedang berusaha melepaskan dendam. Contoh pengelolaan emosi ini merupakan penerapan pendidikan; ayat tidak sedang menyediakan diagnosis atau pengganti pendampingan profesional ketika diperlukan.
UJI PEMAHAMAN
Latihan mandiri
- Kenali tanda tubuh ketika kemarahan mulai meningkat.
- Siapkan kalimat jeda yang tidak menyalahkan orang lain.
- Tentukan tindakan perbaikan setelah emosi mereda dan keadaan aman.
Yang perlu diingat
Ketakwaan tampak dalam kemurahan hati dan kemampuan mengarahkan emosi menuju tindakan yang adil serta baik.
Sumber dan catatan
Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.
Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.
Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.
Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.
LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU
Sudah memahami idenya? Coba terapkan.
Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.
Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya