Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA
Tafsir Ali 'Imran 135: Tobat yang mengubah kebiasaan
Ali 'Imran ayat 135 menggambarkan orang yang segera mengingat Allah setelah melakukan kesalahan. Yang ditekankan bukan anggapan bahwa orang bertakwa tidak pernah tergelincir, melainkan kesungguhan mereka untuk kembali.
QS. Ali 'Imran 3:135
وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ
TERJEMAHAN AYAT
dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,145) (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui
Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.
Konteks ayat
Rangkaian ayat sebelumnya menyebut sifat orang bertakwa dalam memberi dan mengendalikan marah. Ayat ini membicarakan respons ketika seseorang melakukan perbuatan buruk atau menzalimi dirinya. Tafsir Kemenag menekankan kesadaran, penyesalan, permohonan ampun, dan tekad untuk tidak terus mempertahankan kesalahan yang telah diketahui.
Pokok penjelasan tafsir
Istigfar tidak berhenti pada ucapan lisan sementara seseorang sengaja merencanakan pengulangan perbuatan yang sama. Mengingat Allah memberi arah untuk berhenti dan memperbaiki diri. Harapan kepada ampunan-Nya berjalan bersama tanggung jawab, sehingga rasa malu atas kesalahan tidak berubah menjadi keputusasaan yang menjauhkan seseorang dari tobat.
Renungan untuk keseharian
Seorang pekerja yang terbiasa mengubah laporan waktu dapat mulai dengan menghentikan praktik tersebut dan menanyakan prosedur koreksi yang tepat. Seorang pelajar dapat menghindari situasi yang mendorongnya menyontek, misalnya menyiapkan belajar bersama sebelum ujian. Rencana perubahan menjadi lebih kuat ketika pemicu dan langkah pencegahannya dikenali secara jujur.
Batas pemahaman
Jangan memakai ayat ini untuk memaksa orang membuka seluruh dosa pribadinya kepada publik. Perbaikan hak pihak yang dirugikan perlu dilakukan dengan pertimbangan yang tepat, bukan tontonan pengakuan. Ringkasan ini juga tidak menetapkan diterima atau tidaknya tobat seseorang; keputusan itu bukan kewenangan pembaca maupun penulis.
UJI PEMAHAMAN
Latihan mandiri
- Bedakan penyesalan yang membangun dengan kebiasaan mencela diri tanpa tindakan.
- Kenali satu pemicu kesalahan dan cara mengurangi paparannya.
- Tentukan bantuan yang diperlukan untuk memperbaiki hak pihak yang terdampak.
Yang perlu diingat
Tobat menghubungkan ingatan kepada Allah, permohonan ampun, dan usaha nyata menghentikan kebiasaan buruk.
Sumber dan catatan
Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.
Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.
Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.
Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.
LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU
Sudah memahami idenya? Coba terapkan.
Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.
Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya