Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA

Tafsir Ar-Rum 21: Ketenteraman dan kasih dalam keluarga

Ar-Rum ayat 21 menyebut pasangan, ketenteraman, cinta, dan kasih sayang sebagai tanda kebesaran Allah. Ayat ini sering hadir dalam pembicaraan pernikahan, tetapi pesannya patut direnungkan setelah perayaan selesai dan kehidupan bersama dimulai.

QS. Ar-Rum 30:21

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ

TERJEMAHAN AYAT

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir

Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.

Konteks ayat

Tafsir Kemenag membahas hubungan perkawinan dan ketenteraman yang menjadi bekal membangun rumah tangga. Ayat menempatkan kehidupan pasangan di antara tanda-tanda yang perlu dipikirkan. Ringkasan ini memusatkan perhatian pada makna ketenteraman dan kasih, tanpa mengubahnya menjadi teori bahwa pasangan harus memiliki seluruh ciri fisik atau kepribadian yang sama.

Pokok penjelasan tafsir

Ketenteraman bukan sekadar tidak terdengar pertengkaran, tetapi hubungan yang memberi ruang aman untuk menjalani kehidupan bersama. Mawaddah dan rahmah mengarahkan perhatian pada cinta serta belas kasih, termasuk ketika pasangan menghadapi kelemahan atau kesulitan. Mengingatnya sebagai tanda Allah dapat menumbuhkan syukur dan tanggung jawab, bukan rasa berhak menguasai pasangan.

Renungan untuk keseharian

Pasangan dapat menyediakan waktu membicarakan kebutuhan dan pembagian tugas tanpa menjadikannya pertandingan siapa yang paling lelah. Ketika terjadi perbedaan, bicarakan tindakan yang perlu diperbaiki, bukan merendahkan seluruh kepribadian. Bagi pelajar, ayat dapat menjadi bahan memahami bahwa membangun keluarga memerlukan tanggung jawab dan penghormatan, bukan hanya gambaran romantis.

Batas pemahaman

Ayat ini tidak menjamin setiap perkawinan bebas konflik atau mewajibkan korban kekerasan tetap tinggal tanpa perlindungan. Bantuan pihak kompeten dapat diperlukan ketika keselamatan dan hak terancam. Keadaan belum menikah juga tidak membuat nilai seseorang lebih rendah; pembahasan ayat tentang pasangan bukan ukuran tunggal kemuliaan manusia.

UJI PEMAHAMAN

Latihan mandiri

  1. Bedakan hubungan yang tampak tenang dari hubungan yang benar-benar aman untuk berbicara.
  2. Pilih satu bentuk perhatian praktis yang sesuai kebutuhan anggota keluarga.
  3. Kenali jalur bantuan yang dapat digunakan bila konflik berubah menjadi ancaman atau kekerasan.

Yang perlu diingat

Ketenteraman keluarga dibangun melalui kasih, penghormatan, dan tanggung jawab, bukan sekadar penampilan rukun atau penguasaan terhadap pasangan.

Sumber dan catatan

Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.

Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.

Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.

Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.

LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU

Sudah memahami idenya? Coba terapkan.

Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.

Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya