Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA
Tafsir An-Nisa 29: Menjaga harta dan kerelaan
An-Nisa ayat 29 melarang pengambilan harta secara batil dan menyebut perdagangan atas dasar kerelaan. Ayat juga memuat larangan membunuh diri atau sesama, sehingga penghormatan terhadap harta dibaca bersama penghormatan terhadap kehidupan.
QS. An-Nisa 4:29
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَأۡكُلُوٓاْ أَمۡوَٰلَكُم بَيۡنَكُم بِٱلۡبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٖ مِّنكُمۡۚ وَلَا تَقۡتُلُوٓاْ أَنفُسَكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمۡ رَحِيمٗا
TERJEMAHAN AYAT
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu
Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.
Konteks ayat
Tafsir Kemenag menjelaskan perlindungan hak milik dan larangan mendapat harta melalui kezaliman. Kerelaan dalam perdagangan dibedakan dari pemaksaan. Penutup ayat mengaitkan larangan tersebut dengan kasih sayang Allah, memperlihatkan bahwa aturan tidak hanya mengatur perpindahan barang, tetapi juga melindungi manusia dari kerugian dan kehancuran.
Pokok penjelasan tafsir
Kesepakatan yang terlihat di permukaan tidak cukup jika dibangun melalui penipuan atau tekanan. Penghormatan terhadap harta orang lain menuntut cara yang benar untuk memperoleh dan menggunakannya. Tafsir menyebut berbagai bentuk perolehan batil; ringkasan ini menyoroti prinsip kejujuran serta kerelaan tanpa menggantikan pembahasan rinci setiap akad.
Renungan untuk keseharian
Saat menjual barang bekas, seseorang dapat menjelaskan kerusakan yang diketahuinya sebelum pembeli membayar. Pelajar yang mengelola uang kegiatan perlu mencatat penggunaan dan mengembalikan sisanya. Di rumah, meminta izin sebelum memakai barang anggota keluarga melatih kesadaran bahwa kedekatan hubungan tidak menghapus hak pemiliknya begitu saja.
Batas pemahaman
Ayat ini tidak cukup sendirian untuk menilai seluruh produk keuangan atau sengketa; diperlukan penjelasan ahli sesuai kasus. Bagian tentang menjaga kehidupan hendaknya disampaikan dengan belas kasih, bukan menyalahkan orang yang sedang mengalami krisis. Mereka membutuhkan dukungan dan bantuan segera ketika keselamatannya terancam.
UJI PEMAHAMAN
Latihan mandiri
- Periksa satu transaksi: apakah informasi penting telah disampaikan dengan jujur?
- Tentukan cara meminta izin sebelum memakai barang milik orang lain.
- Susun catatan sederhana yang membuat penggunaan uang bersama dapat dipertanggungjawabkan.
Yang perlu diingat
Kerelaan yang bermakna memerlukan kejujuran, bebas dari paksaan, dan penghormatan terhadap hak serta keselamatan manusia.
Sumber dan catatan
Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.
Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.
Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.
Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.
LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU
Sudah memahami idenya? Coba terapkan.
Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.
Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya