Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA
Tafsir Al-A'raf 31: Rapi dan cukup tanpa berlebihan
Al-A'raf ayat 31 mengajarkan kepantasan berpakaian saat beribadah serta batas dalam makan dan minum. Menikmati nikmat tidak dilarang, tetapi penggunaan nikmat perlu dijaga agar tidak berubah menjadi tindakan berlebihan.
QS. Al-A'raf 7:31
۞يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٖ وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ
TERJEMAHAN AYAT
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan! Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan
Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.
Konteks ayat
Tafsir Kemenag menjelaskan pakaian yang menutup aurat dan layak digunakan ketika beribadah. Keindahan disesuaikan dengan kemampuan; orang yang hanya memiliki pakaian terbatas tidak dituntut menampilkan kemewahan. Bagian berikutnya membolehkan makan dan minum sekaligus memperingatkan agar manusia tidak melampaui batas dalam menikmati pemberian Allah.
Pokok penjelasan tafsir
Kerapian dalam ibadah bukan ajang menunjukkan harga pakaian. Demikian pula, kemampuan membeli makanan tidak berarti semua keinginan harus dipenuhi tanpa pertimbangan. Ayat membangun hubungan antara rasa syukur dan pengendalian diri. Nikmat digunakan dengan baik ketika membantu kehidupan dan ketaatan, bukan menjadi sumber kesombongan atau pemborosan yang disengaja.
Renungan untuk keseharian
Keluarga dapat menyiapkan pakaian salat yang bersih tanpa harus membeli yang baru setiap kesempatan. Saat makan bersama, ambil porsi awal sesuai kebutuhan lalu tambah jika masih diperlukan. Pelajar dapat membedakan kebutuhan membawa bekal dari dorongan membeli banyak jajanan hanya karena teman melakukan hal yang sama.
Batas pemahaman
Ayat ini tidak menetapkan angka kalori atau pola makan medis untuk semua orang. Kebutuhan tubuh dan keadaan kesehatan berbeda-beda. Jangan pula menjadikan penampilan sederhana sebagai alasan mempermalukan seseorang di tempat ibadah. Kepantasan perlu dipahami bersama kemampuan, bukan dijadikan persaingan merek atau ukuran kekayaan keluarga.
UJI PEMAHAMAN
Latihan mandiri
- Periksa apakah pakaian ibadah sudah bersih dan layak sesuai kemampuan.
- Amati makanan yang sering tersisa dan sesuaikan porsi berikutnya.
- Bedakan satu pembelian karena kebutuhan dari pembelian karena tekanan pergaulan.
Yang perlu diingat
Syukur dapat tampak melalui kepantasan, pemanfaatan nikmat, dan kemampuan berhenti sebelum penggunaan berubah menjadi berlebihan.
Sumber dan catatan
Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.
Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.
Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.
Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.
LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU
Sudah memahami idenya? Coba terapkan.
Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.
Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya