Sains & keselamatan · 8 MENIT BACA

Pencak Silat: Aturan Tanding dan Jurus, Adab, dan Cedera

Pencak silat adalah seni bela diri Nusantara yang dipertandingkan sebagai olahraga, dan UNESCO mencatat tradisinya sebagai warisan budaya takbenda pada 2019. Kejuaraan internasionalnya diatur IPSF-PERSILAT, federasi pencak silat dunia, dalam Peraturan Pertandingan 2026 yang memuat revisi 25 Februari 2026. Tulisan ini menjelaskan dua kategori yang paling dikenal, tanding dan jurus tunggal (di banyak perguruan dan kejuaraan nasional masih disebut seni tunggal), lalu adab seorang pesilat muslim, cara berlatih dengan aman, dan langkah pertama untuk cedera yang sering terjadi. Semua sumber tercantum di akhir tulisan.

Tanding: gelanggang, waktu, sasaran, dan nilai

Tanding adalah pertarungan satu lawan satu yang dipimpin seorang wasit, dinilai tiga juri, dan diawasi dewan pertandingan. Gelanggangnya matras hijau 10 × 10 m setebal 5 cm dengan bidang tanding berbentuk lingkaran bergaris tengah 8 m. Kelas dewasa, remaja, dan pra-remaja bertanding 3 babak × 2 menit dengan istirahat 1 menit, sedangkan kelompok usia yang lebih muda memakai babak 1 menit 30 detik. Wasit memberi aba-aba Bersedia, Mulai, dan Berhenti; begitu terdengar aba-aba berhenti, semua gerakan berhenti, dan serangan sesudahnya adalah pelanggaran.

Sasaran sah hanyalah bagian yang ditutup pelindung badan: dada, perut dari pusar ke atas, rusuk kiri dan kanan, serta punggung. Serangan tangan yang masuk dengan bertenaga, tidak tertangkis, dan berkaidah bernilai 1; serangan kaki bernilai 2; jatuhan yang sah lewat sapuan, kaitan, atau tangkapan bernilai 3. Kaidah berarti serangan berangkat dari sikap pasang, melewati pola langkah, lalu kembali ke sikap pasang. Kepala, leher, dan bagian di bawah pusar bukan sasaran; menyerangnya termasuk pelanggaran berat, dan sengaja menjatuhkan lawan sehingga kepalanya menghunjam matras berujung diskualifikasi. Aturan ini ada untuk melindungi kedua pesilat.

Pelanggaran, hukuman, dan cara menentukan pemenang

Pelanggaran ringan, seperti pasif lebih dari 10 detik, keluar gelanggang dengan dua kaki, atau sapuan yang gagal, mula-mula hanya mendapat pembinaan. Pelanggaran ringan ketiga menjadi Teguran I (−1), lalu Teguran II (−2); pelanggaran sedang, misalnya menarik hijab atau rambut lawan, langsung mendapat teguran. Pelanggaran berat mendapat Peringatan I (−5), lalu Peringatan II (−10), dan peringatan ketiga berarti diskualifikasi. Pada babak kedua, wasit juga dapat menghentikan pertandingan dan memenangkan pesilat yang nilainya lebih tinggi bila selisihnya mencapai 30 untuk kelas remaja dan dewasa atau 20 untuk pra-remaja; batas waktunya dirumuskan singkat dalam peraturan, jadi tanyakan penerapannya kepada panitia.

Contohnya, Laras dan Wulan (keduanya tokoh fiktif) bertanding di kelas putri. Laras memasukkan satu pukulan, satu tendangan sabit, dan satu sapuan sah: 1 + 2 + 3 = 6. Wulan memasukkan tiga pukulan, tetapi tiga kali terlalu lama pasif sehingga menerima Teguran I, jadi nilainya 3 − 1 = 2. Bila nilai sama, pemenang ditentukan berturut-turut oleh hukuman yang lebih sedikit, nilai teknik yang lebih tinggi, satu babak tambahan, berat badan yang lebih ringan, lalu undian. Kejuaraan nasional dapat memakai peraturan PB IPSI yang sedikit berbeda, jadi periksa edisi yang dipakai panitia; keputusan wasit dan juri tetap yang berlaku.

Jurus tunggal: kemantapan gerak di depan sepuluh juri

Jurus tunggal adalah penampilan seni selama 3 menit: pesilat memperagakan rangkaian Jurus Tunggal Baku secara berurutan, mula-mula dengan tangan kosong, lalu bersenjata golok dan toya; kelas remaja dan dewasa mendapat toleransi 5 detik. Satu gerakan tidak boleh ditahan lebih dari 5 detik, dan rangkaian berakhir dalam posisi sempok dengan toya di belakang punggung, tidak lebih dari 1 m dari titik akhir. Sepuluh juri menilai ketepatan urutan dan teknik serta kemantapan dan penjiwaan.

Bagi pemula, jurus adalah cara mengenal pencak silat tanpa kontak dengan orang lain: jurus dihafal sepotong demi sepotong dan diulang perlahan sampai kuda-kuda kokoh.

Adab pesilat: menghindari wajah dan mengendalikan sentuhan

Sahih Muslim no. 6651 (penomoran Kelas Hadits) membahas larangan mengenai wajah ketika berkelahi dengan sesama; pesilat menerapkannya dengan tidak pernah menjadikan kepala dan wajah sasaran. Sahih Muslim no. 6601 (penomoran Kelas Hadits) membahas sikap lemah lembut yang dicintai Allah: serangan latihan cukup menyentuh pelindung, dan latihan berhenti ketika teman memintanya. Sahih al-Bukhari no. 10 (penomoran Kelas Hadits) membahas muslim yang membuat orang lain aman dari lisan dan tangannya, sehingga jurus tidak dipakai untuk menakut-nakuti atau dicoba kepada teman di sekolah.

Sahih al-Bukhari no. 6114 (penomoran Kelas Hadits) membahas menahan diri ketika marah; aturan pun menghukum pesilat yang menghina atau membantah wasit. Sahih al-Bukhari no. 6263 (penomoran Kelas Hadits) membahas kebiasaan para sahabat berjabat tangan; peraturan mewajibkan kedua pesilat saling memberi hormat dan bersalaman sebelum dan sesudah bertanding, dengan lawan sesama gender. Bila lawan tidak sengaja mengenai terlalu keras, Sahih Muslim no. 6592 (penomoran Kelas Hadits), tentang kemuliaan orang yang memaafkan, mengajak kita memaafkannya sambil tetap memberi tahu pelatih bila sakit. QS Luqman 31:18 membahas larangan bersikap sombong dan angkuh, jadi pemenang tidak membanggakan diri di depan lawan yang kalah.

Salat, seragam, dan pergaulan di perguruan

QS An-Nisa 4:103 membahas salat yang terikat waktu, jadi latihan sore menyisakan jeda untuk wudu dan salat. Keringat tidak najis, sehingga seragam yang suci tetap dapat dipakai salat. Seragam tanding sendiri tertutup: hitam polos, lengan sampai dekat pergelangan, celana sampai dekat mata kaki, tidak digulung, dan pesilat putri yang berhijab memakai hijab hitam polos. Ini sejalan dengan QS An-Nur 24:30 dan 24:31 yang membahas menjaga pandangan dan aurat bagi laki-laki dan perempuan.

Sparring dilakukan bersama rekan sesama gender, dan berduaan dengan nonmahram dihindari, sebagaimana dibahas Sahih al-Bukhari no. 5233 (penomoran Kelas Hadits); pengelompokan ini penerapan adab, sebab rujukan itu tidak membahas pencak silat secara khusus. QS Al-Ma'idah 5:90 membahas larangan judi, jadi hasil pertandingan tidak dijadikan taruhan. Tentukan pula lama latihan sebelum mulai.

Berlatih aman, cedera, dan masa pulih

Sparring, sapuan, dan kaitan hanya dilatih di perguruan bersama pelatih: setelah pemanasan, memakai pelindung badan dan pelindung kemaluan, di atas matras, dan berhenti seketika saat aba-aba berhenti. Pelatih biasanya mengajarkan cara jatuh yang aman sebelum teknik jatuhan, dan aturan mewajibkan kuku pendek serta pelindung gigi bagi pemakai kawat gigi. Bila timbul nyeri, pusing, atau rasa tidak sehat, berhentilah; anak dan remaja segera memanggil pelatih atau orang dewasa, dan keadaan gawat darurat dilaporkan ke 119 (Public Safety Center Kemenkes) atau 112, nomor darurat terpadu yang bebas pulsa di daerah yang sudah melayaninya.

Untuk mimisan, duduk dan condongkan badan ke depan, jangan mendongak, lalu pencet bagian lunak hidung tepat di atas lubang hidung 10–15 menit sambil bernapas lewat mulut. Orang dewasa membawanya ke IGD atau menghubungi 119 bila darah tidak berhenti, mimisan muncul setelah benturan kepala, atau ia pusing, lemas, atau sulit bernapas; sesudahnya jangan membuang ingus keras-keras dan jangan berlatih berat selama 24 jam. Rusuk yang memar karena tendangan biasanya sakit saat menarik napas atau batuk: hentikan latihan, beri tahu pelatih, dan tempelkan es yang dibungkus kain; hubungi 119 bila napas makin sesak, nyeri dada makin berat, muncul nyeri perut atau bahu, atau batuk berdarah. Untuk terkilir, NHS menganjurkan PRICE pada 2–3 hari pertama. Setelah benturan kepala, orang dewasa menemani setidaknya 24 jam pertama, dan NHS menyarankan tidak kembali ke olahraga kontak setidaknya 3 minggu.

Selama pulih, Sahih al-Bukhari no. 1117 (penomoran Kelas Hadits) membahas salat orang sakit menurut kemampuannya, dari berdiri, duduk, sampai berbaring. QS Al-Baqarah 2:286 membahas beban yang sesuai kesanggupan, QS Al-Ma'idah 5:6 membahas wudu dan tayamum termasuk bagi orang sakit, dan Sahih al-Bukhari no. 5641 (penomoran Kelas Hadits) membahas sakit sebagai penghapus kesalahan. Tulisan ini tidak menetapkan hukum: untuk bersuci dengan perban atau gips, tanyakan kepada ustaz atau ulama setempat, ikuti dokter tentang bagian yang harus tetap kering, dan kembalilah berlatih bertahap sesuai saran tenaga kesehatan.

UJI PEMAHAMAN

Latihan mandiri

  1. Buka Peraturan Pertandingan IPSF-PERSILAT 2026, temukan bagian sasaran dan penilaian di Pasal 4, lalu tuliskan dengan kata-kata sendiri sasaran yang sah, bagian yang dilarang, dan nilai pukulan, tendangan, serta jatuhan.
  2. Hitung pertandingan rekaan ini: sudut merah memasukkan dua tendangan dan satu pukulan lalu menerima Teguran I, sedangkan sudut biru memasukkan satu jatuhan dan dua pukulan. Siapa yang menang angka, dan berapa selisihnya?
  3. Tanpa lawan, di ruang yang lapang, latih rangkaian sikap pasang, tiga pola langkah, lalu kembali ke sikap pasang sebanyak sepuluh kali; minta orang tua atau pelatih memeriksa apakah kuda-kuda tetap kokoh.
  4. Tulis langkah pertama untuk mimisan dan rusuk yang memar dengan kata-kata sendiri, simpan nomor 119 dan 112 di ponsel, lalu susun jadwal latihan pekan ini yang menyisakan waktu wudu dan salat.

Yang perlu diingat

Pesilat yang baik memahami sasaran, nilai, dan hukuman dalam aturan IPSF-PERSILAT, menghindari wajah dan mengendalikan setiap sentuhan, bersalaman dan rendah hati setelah bertanding, menjaga salat dan aurat, hanya bersparring bersama pelatih, dan segera memanggil orang dewasa ketika cedera.

Sumber dan catatan

Aturan diringkas dari Peraturan Pertandingan Pencak Silat Internasional IPSF-PERSILAT 2026 (revisi 25 Februari 2026); kejuaraan nasional dan daerah dapat memakai peraturan PB IPSI, jadi periksa edisi yang dipakai panitia.

Asal materi dan rujukan pembelajaran

Tema artikel dikembangkan dari materi belajar Imajiedu berikut. Kredit di bawah menjelaskan rujukan materi asal, bukan klaim bahwa artikel ini telah ditelaah oleh penulis rujukan tersebut.

  • Imaji Pencak Silat — Tanding & Seni 3D

    Mengacu pada Peraturan Pertandingan IPSF-PERSILAT 2026 (revisi 25 Feb 2026), PERSILAT Rules v7 dan PB IPSI 2022; jatuhan disederhanakan menjadi goyah terkendali, dan sparring sungguhan hanya dilatih bersama pelatih, dengan pelindung dan di atas matras. Arena orisinal terinspirasi Padepokan Pencak Silat TMII, bukan replika; pesilat dan perguruan fiktif, tanpa atlet nyata atau logo federasi.

  • Belajar Pencak Silat

    Aturan dari game Pencak Silat Imajiedu (Peraturan Pertandingan Pencak Silat Internasional IPSF-PERSILAT 2026 (revisi 25 Feb 2026)); hadis dari Kelas Hadits dan ayat dari mushaf Imajiedu, disalin tanpa ditulis ulang; pertolongan pertama diringkas dari NHS, British Red Cross, dan Kemenkes. Bukan pengganti pelatih, wasit, dokter, atau ulama.

Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.

LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU

Sudah memahami idenya? Coba terapkan.

Gunakan simulator atau kalkulator berikut untuk mencoba konsep dalam artikel. Latihan ini opsional; masuk ke akun Imajiedu untuk membukanya.

Tampilan latihan [object Object]
Imaji Pencak Silat — Tanding & Seni 3D — ilustrasi praktik interaktif, bukan dokumentasi keadaan nyata.
Coba Imaji Pencak Silat — Tanding & Seni 3DPraktikkan materi artikel · perlu akunCoba Belajar Pencak SilatPraktikkan materi artikel · perlu akun