Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA

Tafsir Ibrahim 7: Syukur melalui ucapan dan tindakan

Ibrahim ayat 7 memuat janji penambahan nikmat bagi yang bersyukur dan peringatan terhadap pengingkaran. Syukur tidak berhenti pada ucapan, tetapi berkaitan dengan cara nikmat dikenali dan digunakan dalam kehidupan.

QS. Ibrahim 14:7

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ

TERJEMAHAN AYAT

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat

Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.

Konteks ayat

Tafsir Kemenag menjelaskan dua bentuk syukur yang saling berkaitan: ucapan tulus dan perbuatan yang menggunakan nikmat untuk tujuan yang diridai Allah. Ayat mengingatkan manusia bahwa pemberian tidak seharusnya membuatnya lupa kepada Pemberi. Peringatan terhadap pengingkaran menjaga agar nikmat tidak diperlakukan sebagai milik yang bebas dari tanggung jawab.

Pokok penjelasan tafsir

Bersyukur dapat berarti menjaga dan mengarahkan apa yang telah diterima, bukan sekadar meminta lebih banyak. Waktu, kemampuan belajar, kesehatan, dan dukungan keluarga termasuk hal yang dapat direnungkan. Janji penambahan nikmat memberi harapan, tetapi manusia tidak menetapkan sendiri bentuk, jumlah, atau waktu tambahan yang akan diberikan oleh Allah.

Renungan untuk keseharian

Pelajar yang memiliki buku dapat merawatnya dan memakai kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh. Pekerja dapat menggunakan keahliannya untuk menyelesaikan tugas secara jujur. Orang tua dapat menghargai waktu bersama anak dengan mendengarkan tanpa gangguan yang tidak perlu. Bentuk syukur tersebut menautkan pengakuan atas nikmat dengan pilihan tindakan yang bermanfaat.

Batas pemahaman

Ayat ini bukan janji bahwa ucapan tertentu pasti menggandakan uang dalam batas waktu yang ditentukan. Kesulitan ekonomi juga tidak membuktikan bahwa seseorang tidak bersyukur. Jangan mengukur seluruh nikmat hanya melalui kekayaan; pembicaraan tentang rasa cukup, kesempatan berbuat baik, dan tanggung jawab tetap penting untuk dijaga.

UJI PEMAHAMAN

Latihan mandiri

  1. Catat satu nikmat yang sering dianggap biasa saja.
  2. Pilih tindakan yang menjaga atau menggunakan nikmat itu untuk kebaikan.
  3. Periksa apakah harapan akan tambahan nikmat membuatmu lupa menghargai yang sudah ada.

Yang perlu diingat

Syukur menghubungkan pengakuan kepada Allah dengan penggunaan nikmat yang bertanggung jawab, tanpa menjadikannya rumus keuntungan materi.

Sumber dan catatan

Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.

Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.

Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.

Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.

LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU

Sudah memahami idenya? Coba terapkan.

Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.

Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya