Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA

Tafsir Al-Isra 37: Mengingat batas diri tanpa kesombongan

Al-Isra ayat 37 melarang berjalan dengan kesombongan dan mengingatkan keterbatasan manusia dibanding bumi serta gunung. Gambaran itu meruntuhkan anggapan bahwa kebanggaan diri dapat membuat manusia melampaui kedudukannya sebagai makhluk.

QS. Al-Isra 17:37

وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّكَ لَن تَخۡرِقَ ٱلۡأَرۡضَ وَلَن تَبۡلُغَ ٱلۡجِبَالَ طُولٗا

TERJEMAHAN AYAT

Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung

Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.

Konteks ayat

Tafsir Kemenag menyoroti ketidakwajaran sikap membanggakan diri melalui gerak dan penampilan. Manusia tidak dapat menembus bumi dengan langkahnya atau menyamai tinggi gunung dengan sikap angkuh. Pengingat terhadap batas kemampuan tersebut mengajak kerendahan hati, bukan penghinaan terhadap tubuh atau cara berjalan yang berbeda karena kondisi tertentu.

Pokok penjelasan tafsir

Larangan kesombongan mengarahkan perhatian pada sikap yang merendahkan orang lain dan membesar-besarkan diri. Kekuatan, jabatan, serta kepemilikan tidak menghilangkan keterbatasan manusia. Mengakui batas dapat membuat seseorang lebih terbuka menerima koreksi dan lebih berhati-hati menggunakan pengaruh, karena ia tidak menganggap dirinya selalu lebih berhak atau lebih mengetahui daripada semua orang.

Renungan untuk keseharian

Siswa yang memperoleh nilai tinggi dapat berbagi cara belajar tanpa mengejek teman yang belum memahami materi. Pimpinan dapat memberi kesempatan anggota baru menyampaikan pendapat. Dalam keluarga, orang dewasa dapat meminta maaf ketika keliru, memperlihatkan bahwa kedudukan dan pengalaman tidak membuat seseorang bebas dari kebutuhan belajar serta memperbaiki diri.

Batas pemahaman

Percaya diri, berpakaian rapi, atau memiliki prestasi tidak otomatis berarti sombong. Jangan pula menilai akhlak hanya dari postur, gaya berjalan, atau kondisi fisik. Ayat memberi peringatan moral terhadap keangkuhan, bukan alat mendiagnosis keadaan psikologis orang lain atau alasan merendahkan kemampuan yang mereka miliki.

UJI PEMAHAMAN

Latihan mandiri

  1. Kenali situasi ketika keberhasilan membuatmu sulit menerima koreksi.
  2. Latih mengakui kontribusi orang lain dalam pencapaianmu.
  3. Sebutkan satu keterbatasan yang dapat diterima tanpa merendahkan harga diri sendiri.

Yang perlu diingat

Kerendahan hati mengakui batas diri dan menghormati sesama, tanpa mengharuskan manusia menolak kemampuan atau prestasi yang dimilikinya.

Sumber dan catatan

Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.

Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.

Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.

Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.

LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU

Sudah memahami idenya? Coba terapkan.

Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.

Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya