Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA
Tafsir An-Nahl 125: Mengajak baik dengan ilmu dan adab
An-Nahl ayat 125 memberi pedoman mengajak ke jalan Allah melalui hikmah, nasihat yang baik, dan dialog dengan cara terbaik. Kebenaran pesan perlu disampaikan dengan cara yang memperhatikan ilmu serta kehormatan manusia.
QS. An-Nahl 16:125
ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ
TERJEMAHAN AYAT
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah469) dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk
Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.
Konteks ayat
Tafsir Kemenag menegaskan bahwa tujuan dakwah adalah jalan Allah, bukan kepentingan pribadi pembicara atau kebesaran golongannya. Hikmah dikaitkan dengan pengetahuan yang benar dan bermanfaat. Bagian akhir ayat mengingatkan pengetahuan Allah tentang petunjuk dan kesesatan, sehingga manusia tidak menguasai hasil batin orang yang diajak.
Pokok penjelasan tafsir
Mengajak dengan baik menuntut pemahaman terhadap isi nasihat dan keadaan penerima. Dialog tidak diarahkan sekadar untuk mempermalukan atau memperoleh kemenangan di hadapan penonton. Penyampai bertanggung jawab pada kejelasan serta adab, tetapi tidak dapat memaksa hati. Kesungguhan mengajak tetap disertai kerendahan hati terhadap keterbatasan pengetahuan dan kendali diri.
Renungan untuk keseharian
Orang tua yang ingin anak memperbaiki salat dapat bertanya tentang hambatan sebelum memberi nasihat. Pelajar yang menjelaskan bacaan kepada teman dapat menyebut sumber dan mengakui bagian yang belum dipahami. Dalam diskusi daring, tanggapi argumen secara spesifik tanpa menyerang keluarga, penampilan, atau harga diri lawan bicara.
Batas pemahaman
Hikmah bukan izin menyembunyikan fakta atau memanipulasi emosi agar orang mengikuti keinginan pembicara. Nasihat yang baik juga tidak mengharuskan seseorang terus berdebat dalam keadaan menghina atau berbahaya. Untuk pertanyaan agama yang belum dikuasai, mengarahkan kepada pengajar yang kompeten lebih bertanggung jawab daripada mengarang jawaban meyakinkan.
UJI PEMAHAMAN
Latihan mandiri
- Jelaskan tujuan nasihatmu tanpa menyebut keinginan menang atau dipuji.
- Periksa sumber sebelum menyampaikan klaim agama kepada orang lain.
- Ubah satu kalimat menyerang pribadi menjadi pertanyaan atau penjelasan yang relevan.
Yang perlu diingat
Ajakan yang bertanggung jawab menggabungkan ilmu, tujuan yang benar, adab berdialog, dan pengakuan bahwa hidayah berada di tangan Allah.
Sumber dan catatan
Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.
Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.
Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.
Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.
LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU
Sudah memahami idenya? Coba terapkan.
Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.
Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya