Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA

Tafsir Al-Isra 24: Kasih sayang dan doa bagi orang tua

Al-Isra ayat 24 mengajarkan kerendahan hati yang lahir dari kasih sayang serta doa bagi orang tua. Sikap bakti tidak cukup menjadi penampilan sopan di depan umum jika perhatian nyata justru diabaikan.

QS. Al-Isra 17:24

وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرٗا

TERJEMAHAN AYAT

Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil

Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.

Konteks ayat

Ayat ini melanjutkan perintah menjaga ucapan kepada orang tua. Tafsir Kemenag menekankan bahwa kerendahan hati hendaknya tulus, bukan sekadar menghindari celaan orang. Penjelasannya juga memberi batas ketaatan: perintah orang tua diikuti selama tidak bertentangan dengan ketentuan agama, sehingga penghormatan tidak sama dengan ketaatan tanpa batas.

Pokok penjelasan tafsir

Doa dalam ayat mengingatkan pengalaman diasuh ketika kecil dan mengarahkan harapan kepada rahmat Allah. Mengingat pengasuhan dapat menumbuhkan perhatian saat orang tua memerlukan bantuan. Kerendahan hati bukan penghilangan harga diri, melainkan kesediaan memperlakukan mereka dengan kasih dan tidak menyombongkan kemampuan yang kini mungkin lebih besar daripada kemampuan mereka.

Renungan untuk keseharian

Seorang anak dapat menanyakan bantuan yang paling dibutuhkan, bukan langsung memutuskan semua urusan orang tua tanpa persetujuan. Saat mendampingi berobat, dengarkan pilihan dan pertanyaan mereka sejauh memungkinkan. Dalam keluarga, doa dapat mengiringi pembagian tugas praktis seperti menyiapkan makanan, menemani perjalanan, atau menjaga komunikasi yang teratur sesuai keadaan.

Batas pemahaman

Pengalaman keluarga tidak selalu aman atau hangat bagi setiap orang. Ayat tidak boleh dipakai untuk memaksa korban mengabaikan perlindungan dan bantuan. Doa serta penghormatan juga tidak mengharuskan seseorang mengendalikan seluruh kehidupan orang tua; perhatian yang baik tetap menghargai kemampuan mengambil keputusan dan martabat mereka.

UJI PEMAHAMAN

Latihan mandiri

  1. Baca doa dalam ayat sambil memahami hubungan antara rahmat dan pengasuhan.
  2. Tanyakan satu kebutuhan orang tua yang dapat kamu bantu secara realistis.
  3. Periksa apakah bantuanmu mendampingi pilihan mereka atau mengambil alih tanpa alasan yang perlu.

Yang perlu diingat

Kasih sayang kepada orang tua menggabungkan doa, ketulusan, dan bantuan yang tetap menghormati martabat serta batas yang benar.

Sumber dan catatan

Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.

Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.

Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.

Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.

LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU

Sudah memahami idenya? Coba terapkan.

Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.

Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya