Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA
Tafsir Al-Isra 36: Tidak mengikuti kabar tanpa pengetahuan
Al-Isra ayat 36 melarang mengikuti sesuatu yang tidak diketahui dan mengingatkan pertanggungjawaban pendengaran, penglihatan, serta hati. Kecepatan menyampaikan kabar tidak lebih penting daripada kejujuran tentang apa yang benar-benar diketahui.
QS. Al-Isra 17:36
وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَـٰٓئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡـُٔولٗا
TERJEMAHAN AYAT
Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya
Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.
Konteks ayat
Tafsir Kemenag menjelaskan larangan ini pada perkataan dan perbuatan. Seseorang tidak boleh mengaku telah melihat, mendengar, atau mengetahui sesuatu yang sebenarnya tidak dialaminya. Penjelasan tentang kesaksian dan prasangka menunjukkan pentingnya membedakan bukti dari dugaan, terutama ketika ucapan dapat memengaruhi hak serta nama baik orang lain.
Pokok penjelasan tafsir
Mengakui belum tahu merupakan bagian dari tanggung jawab, bukan selalu tanda kelemahan. Pendengaran dan penglihatan memberi informasi, tetapi kesimpulan tetap perlu diperiksa. Hati juga terlibat dalam penilaian, sehingga rasa suka, takut, atau marah dapat mendorong orang menerima kabar yang sesuai keinginannya tanpa menilai keandalan sumber dengan cukup.
Renungan untuk keseharian
Sebelum meneruskan pesan tentang seseorang, periksa asal informasi dan apakah konteksnya lengkap. Pelajar dapat menulis sumber ketika membuat tugas dan membedakan kutipan dari pendapat sendiri. Pekerja dapat menyatakan batas kepastian laporan, misalnya memisahkan data yang sudah diperiksa dari perkiraan yang masih memerlukan konfirmasi kepada pihak terkait.
Batas pemahaman
Verifikasi bukan alasan menuntut korban membuktikan semuanya sendiri sebelum memperoleh perlindungan awal. Dukungan keselamatan dapat diberikan sambil pemeriksaan berjalan secara adil. Ayat juga tidak mewajibkan setiap orang menjadi ahli semua bidang; merujuk kepada sumber kompeten dan menyatakan keterbatasan pengetahuan merupakan pilihan yang bertanggung jawab.
UJI PEMAHAMAN
Latihan mandiri
- Pisahkan satu kabar menjadi fakta yang terverifikasi, dugaan, dan bagian yang belum diketahui.
- Periksa sumber awal sebelum membagikan ulang informasi.
- Latih kalimat jujur untuk menyatakan bahwa kamu belum memiliki pengetahuan yang cukup.
Yang perlu diingat
Tanggung jawab informasi dimulai dari kejujuran tentang batas pengetahuan dan kesediaan memeriksa sebelum menyimpulkan atau menyebarkan.
Sumber dan catatan
Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.
Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.
Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.
Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.
LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU
Sudah memahami idenya? Coba terapkan.
Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.
Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya