Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA
Tafsir Al-Isra 27: Mengapa pemborosan diperingatkan keras
Al-Isra ayat 27 memberi peringatan keras terhadap pemboros dengan menyebut hubungan mereka dengan setan. Ungkapan itu perlu dipahami sebagai teguran terhadap jalan perilaku, bukan alasan memberi julukan menghina kepada orang lain.
QS. Al-Isra 17:27
إِنَّ ٱلۡمُبَذِّرِينَ كَانُوٓاْ إِخۡوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِۖ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورٗا
TERJEMAHAN AYAT
Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya
Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.
Konteks ayat
Tafsir Kemenag menjelaskan ungkapan persaudaraan sebagai mengikuti jejak atau perilaku. Pemborosan yang dibahas mencakup penghamburan harta dalam maksiat, berlawanan dengan penggunaan nikmat untuk ketaatan. Ayat melanjutkan perintah memenuhi hak pada ayat sebelumnya, sehingga pembahasan harta tidak terpisah dari tanggung jawab kepada pihak yang membutuhkan.
Pokok penjelasan tafsir
Masalah tabzir bukan hanya besar atau kecilnya harga suatu barang. Tujuan penggunaan dan apakah harta diarahkan pada hal yang salah juga penting. Peringatan tentang pengingkaran setan menghubungkan penggunaan harta dengan syukur. Nikmat yang diterima dapat disia-siakan ketika dipakai untuk kesombongan, pelanggaran, atau kegiatan yang merugikan sesama.
Renungan untuk keseharian
Sebelum mengikuti belanja kelompok, pelajar dapat bertanya apakah pembelian itu bermanfaat atau hanya upaya menghindari ejekan teman. Orang dewasa dapat meninjau pengeluaran yang berulang tetapi tidak sesuai tujuan keluarga. Saat mengadakan acara, pertimbangkan manfaat bagi peserta dan hak yang harus ditunaikan, bukan hanya keinginan terlihat lebih mewah daripada orang lain.
Batas pemahaman
Tidak semua pengeluaran besar otomatis tabzir; kebutuhan, kemampuan, dan tujuan perlu dipahami. Sebaliknya, pengeluaran kecil untuk tindakan salah tidak menjadi baik hanya karena nominalnya sedikit. Hindari memakai ayat untuk mempermalukan gaya hidup seseorang tanpa mengetahui keadaannya. Evaluasi diri dan pembicaraan jujur lebih bermanfaat daripada pemberian label.
UJI PEMAHAMAN
Latihan mandiri
- Tinjau satu pengeluaran berdasarkan tujuan, bukan hanya harganya.
- Kenali tekanan sosial yang mendorong pembelian tanpa manfaat jelas.
- Tentukan perubahan belanja yang tetap menjaga kebutuhan dan hak pihak yang menjadi tanggungan.
Yang perlu diingat
Peringatan terhadap tabzir mengajak menilai arah penggunaan nikmat, bukan sekadar menghitung harga atau merendahkan pilihan orang lain.
Sumber dan catatan
Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.
Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.
Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.
Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.
LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU
Sudah memahami idenya? Coba terapkan.
Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.
Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya