Tafsir Al-Qur'an · 2 MENIT BACA

Tafsir Al-Furqan 63: Rendah hati dan menjaga respons

Al-Furqan ayat 63 membuka gambaran sifat hamba Yang Maha Pengasih dengan kerendahan hati dan respons yang damai terhadap ucapan jahil. Akhlak terlihat pada cara hadir di tengah manusia, termasuk ketika mendapat gangguan.

QS. Al-Furqan 25:63

وَعِبَادُ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنٗا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَٰمٗا

TERJEMAHAN AYAT

Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, "salām

Ayat dan terjemahan ditampilkan utuh. Penjelasan di bawah adalah ringkasan edukatif, bukan pengganti tafsir lengkap. Lihat rujukan dan batas penggunaan.

Konteks ayat

Tafsir Kemenag menjelaskan kesederhanaan yang jauh dari kesombongan serta pilihan tidak membalas perkataan buruk dengan keburukan serupa. Ayat ini memulai rangkaian sifat yang diteruskan sesudahnya. Karena itu, penggambaran hamba Ar-Rahman tidak berhenti pada penampilan tenang, tetapi berhubungan dengan keseluruhan kehidupan ibadah dan akhlak.

Pokok penjelasan tafsir

Kerendahan hati menghindarkan keinginan mempertontonkan keunggulan agar orang lain merasa kecil. Respons yang baik saat diganggu menjaga agar ucapan lawan tidak menentukan perilaku kita. Sikap damai bukan kelemahan tanpa arah; ia dapat menjadi keputusan sadar untuk tidak memperluas pertengkaran yang tidak membawa manfaat atau perbaikan nyata.

Renungan untuk keseharian

Saat diskusi kelas berubah menjadi ejekan, siswa dapat mengembalikan pembicaraan pada tugas atau memilih berhenti dengan sopan. Di tempat kerja, orang dapat menanggapi keluhan melalui fakta dan solusi tanpa membalas nada merendahkan. Orang tua dapat menunjukkan cara meminta jeda ketika percakapan mulai panas, lalu kembali membahas masalah setelah lebih tenang.

Batas pemahaman

Tidak membalas ejekan bukan berarti seseorang harus terus berada dalam lingkungan yang mengancam. Melapor, mencari perlindungan, dan menetapkan batas dapat tetap diperlukan. Hindari menilai kerendahan hati hanya dari kecepatan berjalan, suara, atau kondisi tubuh; fokus ayat adalah akhlak, bukan standar fisik yang seragam untuk semua orang.

UJI PEMAHAMAN

Latihan mandiri

  1. Kenali situasi yang biasanya membuatmu membalas ucapan buruk secara spontan.
  2. Siapkan satu respons yang menghentikan pertengkaran tanpa penghinaan.
  3. Tentukan batas antara gangguan yang dapat ditinggalkan dan ancaman yang perlu dilaporkan.

Yang perlu diingat

Kerendahan hati dan respons yang damai menjaga akhlak tanpa menghapus hak untuk menetapkan batas serta mencari keselamatan.

Sumber dan catatan

Penjelasan diringkas dari tafsir Kemenag dalam arsip rujukan Al-Qur'an yang digunakan situs ini; bukan kutipan lengkap atau tafsir resmi baru. Teks ayat dan terjemahan disalin utuh dari koleksi tersebut. Edisi daring pada tautan sumber dapat memiliki perbedaan redaksi.

Bagian renungan, contoh, dan latihan adalah pengembangan edukatif penulis, bukan tambahan makna yang dinisbatkan kepada Allah atau ketentuan ibadah baru. Baca ayat sekitar dan tafsir lengkap; tanyakan kesimpulan hukum kepada pengajar yang kompeten.

Rujukan ayat dan hadis mendasari pesan pokok artikel. Contoh kegiatan adalah saran belajar, bukan ketentuan ibadah baru. Untuk tahsin, tulisan tidak menggantikan guru yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan.

Disusun dengan bantuan AI; belum merupakan telaah ahli independen. Materi edukasi, bukan fatwa, nasihat profesional, atau panduan tindakan darurat. Contoh dan asumsi tidak menjamin hasil di dunia nyata. Baca pedoman editorial dan koreksi.

LATIHAN PILIHAN · IMAJIEDU

Sudah memahami idenya? Coba terapkan.

Lanjutkan membaca atau berlatih melalui bahan belajar yang relevan berikut. Pilihan ini tidak diperlukan untuk memahami artikel.

Baca Al-Qur'an dan maknanyaLanjutkan membaca ayat beserta konteksnya