Amsainaa 'alaa fithrotil islam wa 'alaa kalimatil ikhlas wa 'alaa diini nabiyyinaa muhammad shallahu 'alaihi wasallam wa 'alaa millati abiinaa ibrohiim haniifam muslimaw wa maa kaana minal musyrikiin.
"Di waktu petang kami berada di atas fitrah Islam, di atas kalimat ikhlas (syahadatain), di atas agama Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, dan di atas agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.”(27)
Translation shown in Indonesian — no English translation is available in this corpus.
(Di waktu petang kami berada di atas fitrah Islam) : Sungguh indah seorang muslim membuka petangnya dengan memuji Allah, mengakui betapa mulianya dirinya tatkala di petang hari ia masih berada di atas fitrah Islam yang masih murni di atas tauhid dan tidak terkotori oleh kesyirikan. Lihatlah betapa banyak manusia yang menutup harinya dengan ritual kesyirikan, dengan menyembah selain Allah atau memberikan sesajen kepada jin.