Doa Karena Sebab · no. 14 · From the corpus
Translation shown in Indonesian — no English translation is available in this corpus.
(1) Maksudnya orang yang mendahului dan datang belakangan dalam kematian. (lihat: Mirqootul Maffatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1259) (2) H.R. Muslim no. 974. Ibnu Abdil Barr menyebutkan di dalam Al-Istidzkar dan At-Tamhid riwayat dari Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah bersabda: مَا مِنْ أَحَدٍ يَمُرُّ بِقَبْرِ أَخِيهِ الْمُؤْمِنِ كَانَ يَعْرِفُهُ فِي الدُّنْيَا فَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِلَّا عَرَفَهُ وَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ “Tidaklah seseorang melewati makam saudaranya yang beriman yang dahulu dia kenal di dunia, lalu mengucapkan salam kepadanya, melainkan dia (juga) mengenalinya dan menjawab salamnya.” (Lihat: Mirqatul Mafatih Li ‘Ali Al-Qari 4/1259) ( ) Meskipun dengan lafal yang pertama pun tidak mengapa, sehingga lelaki maupun wanita lafalnya sama. Akan tetapi yang lebih baik adalah dengan mengganti lafalnya tersebut. Adapun jika lafalnya tetap maka lafal عَبْدٌ bisa digunakan untuk lelaki maupun wanita sebagaimana lafal الزَّوْجُ , yang bisa untuk suami maupun istri. Akan tetapi yang terbaik adalah dirubah. (Lihat penjelasan Ibnu Taimiyyah di Majmuu’ al-Fataawaa 22/488)
Source: bekalislam.online — Bekal Islam, Ustadz Firanda Andirja.