1.“Robbanaa, aamannaa, fagh-fir lanaa warhamnaa, wa anta khoirur-roohimiin.”
2.“Robbigh-fir warham, wa anta khoirur-roohimiin.”
3. “Robbanaa zholamnaa anfusanaa, wa in lam tagh-fir lanaa wa tarhamnaa, lanakuunanna minal khoosiriin.”
4.anta waliyyunā fagfir lanā war-ḥamnā wa anta khairul-gāfirīn : Waktub lana fī hāżihid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati innā hudnā ilaīk
5.“Allaahummagh-fir lii, warhamnii, wahdinii, wa 'aafinii, warzuqnii.”
6.“Allaahummagh-fir lii, warhamnii, wa 'aafinii, warzuqnii.”
7.“Robbanagh-fir lanaa dzunuubanaa, wa isroofanaa fii amrinaa, wa tsabbit aqdaamanaa, wan-shurnaa 'alal qoumil kaafiriin.
8.“Allaahummagh-fir lii khothii-atii wa jahlii, wa isroofii fii amrii, wa maa anta a'lamu bihi minnii. Allaahummagh-fir lii jaddii wa hazlii, wa khoto-ii wa 'amdii, wa kullu dzaalika 'indii. Allaahummagh-fir lii maa qoddamtu wa maa akh-khortu, wa maa asrortu wa maa a'lantu, wa maa anta a'lamu bihi minnii. Antal muqoddimu wa antal mu-akh-khiru, wa anta 'alaa kulli syai-in qodiir.”
9.Allaahummaghfir lii dzanbii kullahuu diqquhu wa jallah, wa awwalahu wa aakhirah, wa ‘alaaniyatahu wa sirrahu
10.“Robbanaa innanaa aamannaa, fagh-fir lanaa dzunuubanaa, wa qinaa 'adzaaban-naar.”
11.“Robbanaa innanaa sami'naa munaadiyan yunaadii lil iimaani an aaminuu birobbikum, fa-aamannaa, robbanaa fagh-fir lanaa dzunuubanaa, wa kaffir 'annaa sayyi-aatinaa, wa tawaffanaa ma'al abroor, robbanaa wa aatinaa maa wa 'adtanaa 'alaa rusulika, wa laa tukh-zinaa yaumal qiyaamah, innaka laa tukh-liful mii'aad.”
“Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik. (QS. Al Mu’minun [23]: 109) (7)
“Ya Tuhanku, berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik.” (QS. Al Mu’minun [23]: 118) (8)
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A'raf [7]: 23) (9)
“Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya". Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau.” (QS. Al-A’raf: 155-156) (10)
“Ya Allah, ampunilah aku, berikanlah rahmat kepadaku, berilah petunjuk kepadaku, selamatkanlah aku (dari segala penyakit, baik yang tampak ataupun tidak tampak) dan berilah rezeki kepadaku.”(15)
“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, selamatkanlah aku (dari penyakit dan dari apa yang tidak kuinginkan) dan berilah rezeki kepadaku.”(16)
“Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami, dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Ali Imran [3]: 147)
“Ya Allah, ampunilah kesalahanku dan kebodohanku, berlebih-lebihan dalam perkaraku, dan apa yang Engkau lebih mengetahui dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku dalam kesungguhanku dan kelalaianku, kesalahanku dan kesengajaanku, dan semua itu berasal dari sisiku. Ya Allah, ampunilah aku dari dosa yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, dan dosa yang Engkau lebih mengetahuinya dari pada aku. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Yang Mengakhirkan, dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”(23)
“Ya Allah, ampunilah semua dosaku; yang sedikit dan yang banyak, yang pertama dan yang terakhir, dan yang terang-terang dan yang sembunyi”(24)
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami, dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran [3]: 16)(25)
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami, dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.” (QS. Ali Imran [3]: 193-194)(26)(27)
Translation shown in Indonesian — no English translation is available in this corpus.
HOW TO MEMORISE
REFERENCE
(7) Disebutkan oleh Al-Qurthuby bahwa orang yang mengucapkan doa ini adalah sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu Bilal, Khobbab dan Shuhaib yang mereka adalah orang-orang lemah dari kaum muslimin. (lihat: Tafsir Al-Qurthubi 12/154)
(8) Ini adalah doa yang Allah subhanahu wa ta'ala perintahkan kepada nabi-Nya untuk mengucapkannya agar umatnya mengikutinya. (lihat: Tafsir Al-Qurthubi 12/157)
(9) Ini adalah doa Nabi Adam dan hawwa’ ketika mereka melakukan pelanggaran berupa memakan buah yang Allah subhanahu wa ta'ala larang kepada mereka berdua untuk memakannya namun oleh Iblis mereka berdua dirayu sehingga keduanya memakan buah dari pohon yang Allah subhanahu wa ta'ala larang, sehingga hilanglah cahaya yang tadinya menjadi penutup auratnya lalu mereka mencari dedaunan surga untuk menutupi aurat mereka, dan dikatakan daun yang menutupi mereka adalah daun Tin. Kemudian mereka berdua menyesal, mengakui kesalahan mereka, dan mereka bertobat lalu berdoa dengan doa ini. (Lihat: Tafsir Al-Qurthuby 7/180-181)
(10) Ini adalah doa Nabi Musa ‘alaihis salam ketika kaumnya telah melakukan kesalahan dengan menyembah anak sapi, lalu ia memilih 70 orang terbaik dari kaumnya untuk memohonkan ampunan kepada Allah subhanahu wa ta'ala atas dosa-dosa mereka lalu Allah subhanahu wa ta'ala menjanjikan untuk mereka hadir pada waktu yang telah ditentukan, dan ketika mereka hadir mereka berkata untuk memperlihatkan Allah kepada mereka, maka Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan azab kepada mereka berupa gempa yang membinasakan mereka. Maka Nabi Musa berdoa dengan doa ini, meminta ampunan dan rahmat kepada Dzat yang sebaik-baiknya pemberi ampunan, meminta kebaikan di dunia maupun di akhirat dengan bertaubat kepada-Nya. (lihat: Tafsir As-Sa’dy hal: 304-305)
(15) H.R. Muslim no. 2697
(16) H.R. Muslim no. 2697
(23) H.R. Bukhari no. 6398 dan Muslim no. 2719
Catatan: Terdapat perselisihan ulama tentang waktu diucapkannya doa ini. Namun, disebutkan di dalam Shahih Muslim dari bahwa Nabi membaca doa tersebut antara bacaan tasyahud dan salam. Wallahu a’lam. (lihat: Subulus salam Li Ash-Shan’aniy 2/715)
(24) HR. Muslim no. 483.
(25) At-Thahir Ibnu ‘Asyur mengatakan bahwa doa ini diucapkan oleh orang-orang yang bertakwa yang disebutkan pada ayat sebelumnya yang mereka menundukkan diri mereka dari segala macam syahwat yang kemudian mereka mendapatkan berbagai macam kenikmatan berupa surga, istri-istri yang suci dan keridoan Allah. Dan beliau juga menyebutkan bahwasanya hendaknya orang yang berdoa untuk melakukan segala cara macam cara yang menjadikannya sebagai wasilah dari dikabulkannya doa dan menunjukkannya kepada ketakwaan, dan Allah subhanahu wa ta'ala tidak akan memberikan balasan orang yang berdoa tanpa beramal. (lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir 3/185)
(26)Diantara hal yang disukai oleh para ulama adalah berdoa di dalam shalat (baik shalat fardu ataupun sunah) dengan doa-doa yang tertulis di dalam Al-Qur’an. Menurut sebagian ulama seperti halnya ketika seseorang berada di akhir shalat sebelum salam, hendaknya dia berdoa dengan doa-doa yang bersumber dari Al-Qur’an, diantaranya adalah doa ini. (Lihat: ‘Aunul Ma’bud Li Al-‘Adzim Abadi 3/98)
(27)Ini adalah doanya Ulul Albab yaitu orang-orang yang menggunakan akalnya untuk berpikir tentang alam semesta yang menunjukkan akan keagungan Allah subhanahu wa ta'ala, agungnya kekuasaan-Nya, kesempurnaan dan seimbang ciptaan-Nya, kehebatan ciptaan-Nya, luas ilmu-Nya. Yang kemudian mereka berdoa dengan bertawassul dengan keimanan yang dianugerahkan kepada mereka yaitu beriman kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam agar dosa-doa mereka diampuni dan dihapuskan kesalahan-kesalahan mereka. Karena kebaikan menghapuskan keburukan, dan orang yang dianugerahi keimanan maka dia akan diberikan keamanan yang sempurna. (lihat: Tafsir As-Sa’dy hal: 161)