← All categories

Dzikir & Doa Pilihan Syaikh Abdur Razzāq Hafizahullah

55 entries · nothing is locked

1Doa Istighfar dan Memohon Ampunan
(١)أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ (٢)اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِيْ، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ (٣)رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَتُبْ عَلَىَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ (٤)اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ (٥)رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
1.Astaghfirullaahal 'azhiima-lladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, wa atuubu ilaih. 2.Allaahumma innii zholamtu nafsii zhulman katsiiron, wa laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta, faghfir lii maghfirotan min 'indika, warhamnii, innaka antal ghofuurur-rohiim. 3.Robbighfir lii wa tub 'alayya, innaka antat-tawwaabur-rohiim. 4."Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta" 5.“Robbanaa, aamannaa, fagh-fir lanaa warhamnaa, wa anta khoirur-roohimiin.” “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik. (QS. Al Mu’minun [23]: 109) (7)
“Aku minta ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia, Yang Hidup dan terus-menerus mengurus makhlukNya, dan aku bertaubat kepada-Nya”(1) “Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”(2) "Ya Rabbku, ampunilah dosa-dosaku dan terimalah taubat dariku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”(3) “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau sudah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan berusaha selalu taat kepada-Mu, sekuat tenagaku Ya Allah. Aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan yang kuperbuat. Kuakui segala nikmat yang Engkau berikan padaku, dan kuakui pula keburukan-keburukan dan dosa-dosaku. Maka ampunilah aku ya Allah. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.(5) “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik. (QS. Al Mu’minun [23]: 109) (7)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(1) HR. Abu Dawud 2/85, At-Tirmidzi 5/569, Al-Hakim, dan menurut pendapatnya hadits di atas adalah shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya 1/511, Al-Albani menyatakan hadits tersebut adalah shahih. Lihat pula Shahih At-Tirmidzi 3/182, Jami'ul Ushul li ahaditsir Rasul 4/389-390 dengan tahqiq Al-Arnauth. Rasul Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang membaca: (doa di atas) maka Allah mengampuninya, sekalipun dia pernah lari dari perang. (2) HR. Bukhari no. 834 dan Muslim no. 2705. (3) HR. Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud, an-Nasa'i dalam al-Kubra, al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, Ibnu Hibban, ath-Thabrani dalam al-Kabiir. Dishahihhkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1342. (5) HR. Bukhori no.6306” (7) Disebutkan oleh Al-Qurthuby bahwa orang yang mengucapkan doa ini adalah sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu Bilal, Khobbab dan Shuhaib yang mereka adalah orang-orang lemah dari kaum muslimin. (lihat: Tafsir Al-Qurthubi 12/154)

2Doa Memohon Ampunan Disertai Rahmat
(١)رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ (٢)رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ (٣)رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (٤)أَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۖ وَأَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ (٥)اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ، وَارْحَمْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ، وَارْزُقْنِيْ (٦)اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ، وَارْحَمْنِيْ، وَعَافِنِيْ، وَارْزُقْنِيْ (٧)رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (٨)اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ الذَّنْبُوَجَهْلِيْ وَإِسْرَافِيْ فِي أَمْرِيْ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ (٩)اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ كُلَّهُ دِقَّهُ وَجَلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ (١٠)رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (١١)رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ
1.“Robbanaa, aamannaa, fagh-fir lanaa warhamnaa, wa anta khoirur-roohimiin.” 2.“Robbigh-fir warham, wa anta khoirur-roohimiin.” 3. “Robbanaa zholamnaa anfusanaa, wa in lam tagh-fir lanaa wa tarhamnaa, lanakuunanna minal khoosiriin.” 4.anta waliyyunā fagfir lanā war-ḥamnā wa anta khairul-gāfirīn : Waktub lana fī hāżihid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati innā hudnā ilaīk 5.“Allaahummagh-fir lii, warhamnii, wahdinii, wa 'aafinii, warzuqnii.” 6.“Allaahummagh-fir lii, warhamnii, wa 'aafinii, warzuqnii.” 7.“Robbanagh-fir lanaa dzunuubanaa, wa isroofanaa fii amrinaa, wa tsabbit aqdaamanaa, wan-shurnaa 'alal qoumil kaafiriin. 8.“Allaahummagh-fir lii khothii-atii wa jahlii, wa isroofii fii amrii, wa maa anta a'lamu bihi minnii. Allaahummagh-fir lii jaddii wa hazlii, wa khoto-ii wa 'amdii, wa kullu dzaalika 'indii. Allaahummagh-fir lii maa qoddamtu wa maa akh-khortu, wa maa asrortu wa maa a'lantu, wa maa anta a'lamu bihi minnii. Antal muqoddimu wa antal mu-akh-khiru, wa anta 'alaa kulli syai-in qodiir.” 9.Allaahummaghfir lii dzanbii kullahuu diqquhu wa jallah, wa awwalahu wa aakhirah, wa ‘alaaniyatahu wa sirrahu 10.“Robbanaa innanaa aamannaa, fagh-fir lanaa dzunuubanaa, wa qinaa 'adzaaban-naar.” 11.“Robbanaa innanaa sami'naa munaadiyan yunaadii lil iimaani an aaminuu birobbikum, fa-aamannaa, robbanaa fagh-fir lanaa dzunuubanaa, wa kaffir 'annaa sayyi-aatinaa, wa tawaffanaa ma'al abroor, robbanaa wa aatinaa maa wa 'adtanaa 'alaa rusulika, wa laa tukh-zinaa yaumal qiyaamah, innaka laa tukh-liful mii'aad.”
“Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik. (QS. Al Mu’minun [23]: 109) (7) “Ya Tuhanku, berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik.” (QS. Al Mu’minun [23]: 118) (8) “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A'raf [7]: 23) (9) “Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya". Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau.” (QS. Al-A’raf: 155-156) (10) “Ya Allah, ampunilah aku, berikanlah rahmat kepadaku, berilah petunjuk kepadaku, selamatkanlah aku (dari segala penyakit, baik yang tampak ataupun tidak tampak) dan berilah rezeki kepadaku.”(15) “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, selamatkanlah aku (dari penyakit dan dari apa yang tidak kuinginkan) dan berilah rezeki kepadaku.”(16) “Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami, dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Ali Imran [3]: 147) “Ya Allah, ampunilah kesalahanku dan kebodohanku, berlebih-lebihan dalam perkaraku, dan apa yang Engkau lebih mengetahui dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku dalam kesungguhanku dan kelalaianku, kesalahanku dan kesengajaanku, dan semua itu berasal dari sisiku. Ya Allah, ampunilah aku dari dosa yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, dan dosa yang Engkau lebih mengetahuinya dari pada aku. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Yang Mengakhirkan, dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”(23) “Ya Allah, ampunilah semua dosaku; yang sedikit dan yang banyak, yang pertama dan yang terakhir, dan yang terang-terang dan yang sembunyi”(24) “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami, dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran [3]: 16)(25) “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami, dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.” (QS. Ali Imran [3]: 193-194)(26)(27)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(7) Disebutkan oleh Al-Qurthuby bahwa orang yang mengucapkan doa ini adalah sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu Bilal, Khobbab dan Shuhaib yang mereka adalah orang-orang lemah dari kaum muslimin. (lihat: Tafsir Al-Qurthubi 12/154) (8) Ini adalah doa yang Allah subhanahu wa ta'ala perintahkan kepada nabi-Nya untuk mengucapkannya agar umatnya mengikutinya. (lihat: Tafsir Al-Qurthubi 12/157) (9) Ini adalah doa Nabi Adam dan hawwa’ ketika mereka melakukan pelanggaran berupa memakan buah yang Allah subhanahu wa ta'ala larang kepada mereka berdua untuk memakannya namun oleh Iblis mereka berdua dirayu sehingga keduanya memakan buah dari pohon yang Allah subhanahu wa ta'ala larang, sehingga hilanglah cahaya yang tadinya menjadi penutup auratnya lalu mereka mencari dedaunan surga untuk menutupi aurat mereka, dan dikatakan daun yang menutupi mereka adalah daun Tin. Kemudian mereka berdua menyesal, mengakui kesalahan mereka, dan mereka bertobat lalu berdoa dengan doa ini. (Lihat: Tafsir Al-Qurthuby 7/180-181) (10) Ini adalah doa Nabi Musa ‘alaihis salam ketika kaumnya telah melakukan kesalahan dengan menyembah anak sapi, lalu ia memilih 70 orang terbaik dari kaumnya untuk memohonkan ampunan kepada Allah subhanahu wa ta'ala atas dosa-dosa mereka lalu Allah subhanahu wa ta'ala menjanjikan untuk mereka hadir pada waktu yang telah ditentukan, dan ketika mereka hadir mereka berkata untuk memperlihatkan Allah kepada mereka, maka Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan azab kepada mereka berupa gempa yang membinasakan mereka. Maka Nabi Musa berdoa dengan doa ini, meminta ampunan dan rahmat kepada Dzat yang sebaik-baiknya pemberi ampunan, meminta kebaikan di dunia maupun di akhirat dengan bertaubat kepada-Nya. (lihat: Tafsir As-Sa’dy hal: 304-305) (15) H.R. Muslim no. 2697 (16) H.R. Muslim no. 2697 (23) H.R. Bukhari no. 6398 dan Muslim no. 2719 Catatan: Terdapat perselisihan ulama tentang waktu diucapkannya doa ini. Namun, disebutkan di dalam Shahih Muslim dari bahwa Nabi membaca doa tersebut antara bacaan tasyahud dan salam. Wallahu a’lam. (lihat: Subulus salam Li Ash-Shan’aniy 2/715) (24) HR. Muslim no. 483. (25) At-Thahir Ibnu ‘Asyur mengatakan bahwa doa ini diucapkan oleh orang-orang yang bertakwa yang disebutkan pada ayat sebelumnya yang mereka menundukkan diri mereka dari segala macam syahwat yang kemudian mereka mendapatkan berbagai macam kenikmatan berupa surga, istri-istri yang suci dan keridoan Allah. Dan beliau juga menyebutkan bahwasanya hendaknya orang yang berdoa untuk melakukan segala cara macam cara yang menjadikannya sebagai wasilah dari dikabulkannya doa dan menunjukkannya kepada ketakwaan, dan Allah subhanahu wa ta'ala tidak akan memberikan balasan orang yang berdoa tanpa beramal. (lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir 3/185) (26)Diantara hal yang disukai oleh para ulama adalah berdoa di dalam shalat (baik shalat fardu ataupun sunah) dengan doa-doa yang tertulis di dalam Al-Qur’an. Menurut sebagian ulama seperti halnya ketika seseorang berada di akhir shalat sebelum salam, hendaknya dia berdoa dengan doa-doa yang bersumber dari Al-Qur’an, diantaranya adalah doa ini. (Lihat: ‘Aunul Ma’bud Li Al-‘Adzim Abadi 3/98) (27)Ini adalah doanya Ulul Albab yaitu orang-orang yang menggunakan akalnya untuk berpikir tentang alam semesta yang menunjukkan akan keagungan Allah subhanahu wa ta'ala, agungnya kekuasaan-Nya, kesempurnaan dan seimbang ciptaan-Nya, kehebatan ciptaan-Nya, luas ilmu-Nya. Yang kemudian mereka berdoa dengan bertawassul dengan keimanan yang dianugerahkan kepada mereka yaitu beriman kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam agar dosa-doa mereka diampuni dan dihapuskan kesalahan-kesalahan mereka. Karena kebaikan menghapuskan keburukan, dan orang yang dianugerahi keimanan maka dia akan diberikan keamanan yang sempurna. (lihat: Tafsir As-Sa’dy hal: 161)

3Doa Memohon Akhlak Yang Mulia
﴿١﴾اَللَّهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي فَأَحْسِنْ خُلُقِي ﴿٢﴾اَللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ ﴿٣﴾اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئَ الْأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ ﴿٤﴾اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ اْلأَخْلاَقِ وَاْلأَعْمَالِ وَاْلأَهْوَاءِ وَاْلأَدْوَاءِ
1.“Allaahumma ahsanta kholqii fa-ahsin khuluqii.” 2.“Allaahummahdinii li-ahsanil akhlaaq, laa yahdii li-ahsanihaa illaa anta, wash-rif 'annii sayyi-ahaa, laa yash-rifu 'annii sayyi-ahaa illaa anta.” 3. “Allaahummahdinii li-ahsanil a'maal, wa ahsanil akhlaaq, laa yahdii li-ahsanihaa illaa anta, wa qinii sayyi-al a'maal, wa sayyi-al akhlaaq, laa yaqii sayyi-ahaa illaa anta.” 4.“Allaahumma innii a'uudzu bika min munkarootil akhlaaq wal a'maal wal ahwaa' wal adwaa'.”
“Ya Allah, Engkau telah memperbagus penciptaanku, maka baguskanlah akhlakku.”(30) “Ya Allah, tunjukkanlah aku kepada akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukkan kepadanya kecuali Engkau. Dan palingkanlah dariku kejelekan akhlak, tidak ada yang dapat memalingkannya dariku kecuali Engkau.”(31) “Ya Allah, berilah petunjuk kepadaku untuk berbuat sebaik-baik amalan, sebaik-baik akhlak, tidak ada yang bisa menunjuki untuk berbuat sebaik-baiknya kecuali Engkau. Dan lindungi kami dari jeleknya amalan dan jeleknya akhlak, dan tidak ada yang melindungi dari kejelekannya kecuali Engkau.”(32) “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemungkaran akhlak, amal, hawa nafsu dan penyakit.” (33)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(30) H.R. Ahmad no.3823 dan dishahihkan oleh Al-Albani. (31) H.R. Muslim no. 771 Ini menunjukan bahwa akhlak bisa dirubah dan diusahakan menjadi akhlak yang labih baik. Adapun cara mendapatkan akhlak yang baik adalah yang pertama dengan banyak berdoa kepada Allah, dan yang kedua dengan berusaha sebagaimana Nabi shallallahu álaihi wasallam bersabda : وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ “Dan barangsiapa yang berusaha bersabar maka Allah akan menjadikannya menjadinya bersabar. Dan tidaklah seseorang diberikan anugrah yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran” (HR Al-Bukhari no 1469) Hadits menggabungkan 2 sebab kesabaran, yang pertama berusaha dan berlatih diri untuk sengaja bersabar, yang kedua Allah mengnugrahkan akhlak kesabaran kepada orang yang berusaha untuk bersabar. (32) H.R. Nasa’i no. 896 dan dishahihkan oleh Al-Albani (33) H.R. Tirmidzi no. 3591 dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami’ no. 1298

4Doa Meminta Cahaya
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْراً، وَفِيْ لِسَانِيْ نُوْراً، وَفِيْ سَمْعِيْ نُوْراً، وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْراً، وَمِنْ فَوْقِيْ نُوْراً، وَمِنْ تَحْتِيْ نُوْراً، وَعَنْ يَمِيْنِيْ نُوْراً، وَعَنْ شِمِالِيْ نُوْراً، وَمِنْ بَيْنِ يَدَيَّ نُوْراً، وَمِنْ خَلْفِيْ نُوْراً، وَاجْعَلْ فِيْ نَفْسِيْ نُوْراً، وَأَعْظِمْ لِيْ نُوْراً.
Allaahummaj’al fii qalbii nuuraa, wa fii lisaanii nuuraa, wa fii sam’ii nuuraa, wa fii basharii nuuraa, wa min fauqii nuuraa, wa min tahtii nuuraa, wa ‘an yamiinii nuuraa, wa ‘an syimaalii nuuraa, wa min baini yadayya nuuraa, wa min khalfii nuuraa, waj’al fii nafsii nuuraa, wa a’dzim lii nuuraa
“Ya Allah jadikanlah cahaya di hatiku cahaya di lidahku cahaya di pendengaranku cahaya di penglihatanku cahaya diatas cahaya di bawahku cahaya di sebelah kanan kiri kananku caranya di sebelah kiriku cahaya di depanku Cahaya Di Belakangku dan jadikanlah di dalam diriku cahaya dan besarkanlah cahaya untukku”(34)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(34) HR. Muslim no. 763. Semua makna cahaya ini tertuju kepada hidayah, penjelasan dan penerang kepada kebenaran dan sumber cahaya ini sebagaimana terdapat dalam firman Allah ﷻ yang artinya “Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS An-Nur :35) (lihat Faidh Al-Qodir 2/136).

5Doa Memohon Hati Yang Baik
﴿١﴾يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قلبي عَلَى دِينِكَ ﴿٢﴾اَللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ، صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
1.“Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinik.” 2. “Allaahumma mushorrifal quluub, shorrif quluubanaa 'alaa thoo'atik.”
“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”(35) “Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu.”(36)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(35) H.R. Tirmidzi no.3522 dan dishahihkan oleh Al-Albani (36) H.R. Muslim no. 2654s

6Doa Agar Hati Bersih
وَاسْلُلْ سَخِيمَةَ
Waslul sakhiimata qolbi
Ya Allah cabutlah dari hatiku penyakit-penyakit hati(38)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(38) Ini adalah potongan dari hadits yang panjang. HR Ahmad no 1997, Ibnu Majah no 3830, Abu Daud no 1510, dan dishahihkan oleh para pentahqiq Musnad al-Imam Ahmad.

7Doa Agar Tidak Dengki Atau Hasad
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّالِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Robbanagh-fir lanaa wa li-ikhwaanina-lladziina sabaquunaa bil-iimaan, wa laa taj'al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu, robbanaa innaka ro-uufun rohiim.”
“Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr [59]: 10) (39)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(39) Ini adalah doa kaum muslimin yang datang setelah kaum Muhajirin dan Anshor. At-Thohir Ibnu’Asyur mengatakan bahwa ayat yang menyebutkan doa di atas menunjukkan bahwasanya kewajiban bagi kaum muslimin adalah untuk menyebutkan kebaikan kaum muslimin pendahulu mereka, dan juga wajib bagi mereka untuk mencintai dan mengagungkan kaum Muhajirin dan Anshor. (lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir 28/98)

8Doa Untuk Orang Tua1. “Robbanagh-fir lii wa liwaalidayya wa…
﴿١﴾رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ ﴿٢﴾رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا ﴿٣﴾ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
1. “Robbanagh-fir lii wa liwaalidayya wa lil mu'miniina yauma yaquumul hisaab.” 2. “Robbigh-fir lii wa liwaalidayya wa liman dakhola baitiya mu'minan wa lil mu'miniina wal mu'minaati wa laa tazidizh-zhoolimiina illaa tabaaroo.” 3.“Robbir-hamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo.”
“Ya Tuhan kami, berikanlah ampunan kepadaku dan kedua ibu bapakku dan orang-orang yang beriman pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. Ibrahim [14]: 41) “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” (QS. Nuh [71]: 28) “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra' [17]: 24) (40)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(40)Doa ini termaktub pada surah Al-Isra ayat: 24 setelah Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan hamba-hambanya untuk mengesakan-Nya, Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan hamba-Nya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya, dan di antara bentuk baktinya seorang hamba kepada kedua orang tuanya dengan mendoakan keduanya.])

9Doa Agar Diri Dan Keluarga Tetap Mendirikan Shalat (Doa Nabi Ibrahim)Robbij'alnii muqiimash-sholaati wa min dzurriyyatii, robbanaa…
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Robbij'alnii muqiimash-sholaati wa min dzurriyyatii, robbanaa wa taqobbal du'aa'.
“Ya Rabb-ku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat(41), ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku”. (QS.Ibrahim [14]: 40).

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(41)Yaitu mendirikan sholat dengan menyempurnakan batasan-batasan dan rukun-rukunnya serta senantiasa menjaga sholatnya (Tafsir As-Sam’any 3/121)

10Doa Memohon Ketakwaan Dan Jiwa Yang Suci
اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ الهُدَى، وَالتُّقَى، وَالعَفَافَ، وَالغِنَى
Allaahumma innii as-alukal hudaa, wat-tuqoo, wal 'afaaf, wal ghinaa.
“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat 'afaf dan ghina”(45)(46)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(45)‘Afaf adalah menjauhkan diri dari hal-hal yang diharamkan dan berhenti dari melakukan perbuatan tersebut adapun Ghina adalah kekayaan hati dan merasa cukup dari apa yang dimiliki manusia (tidak meminta-minta). (Syarah Sahih Muslim karya An-Nawawy 17/41). Al-‘Afaf adalah sifat menjaga diri dari ketamakan terhadap kehidupan dunia (lihat Faid Al-Qodir 2/137) (46)HR. Muslim no. 2721.

11Doa Agar Dilapangkan Hati Dan Dimudahkan Urusan Dan Ucapan (Doa Nabi Musa)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Robbisy-roh lii shodrii, wa yassir lii amrii, wah lul 'uqdatan min lisaanii, yafqohuu qoulii.
“Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku". (Thaha [20]: 25-28) (49)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(49) Ini adalah doa Nabi Musa ketika diperintahkan pergi untuk mendakwahi Fir’aun. As-Sa’dy menjelaskan maksud dari doa ini: lapangkanlah dadaku agar aku mampu menahan segala ujian berupa ucapan maupun perbuatan, karena dada jika sudah terasa sempit maka tidak mungkin bisa memberikan hidayah kepada yang lainnya. dan juga meminta agar Allah subhanahu wa ta'ala memudahkanku dalam setiap langkah yang aku tempuh dan mudahkan segala hambatan yang ada di hadapanku”. (lihat: Tafsir As-Sa’dy hal: 504).

12Doa Memohon Hisab Yang Mudah
اَللَّهُمَّ حَاسِبْنِى حِسَابًا يَسِيرًا
Allaahumma haasibnii hisaaban yasiiron.
“Ya Allah, hisablah([() Yang dimaksud dengan Hisab adalah penghitungan secara terperinci (tidak menggunakan timbangan) atas amalan-amalan hamba yang baik dan yang buruk sebelum beranjak dari padang Mahsyar kecuali hamba-hamba yang dikecualikan (lawami’ul Anwar 2/165)ز Dan yang dimaksud dengan hisab yang mudah adalah Allah subhanahu wa ta'ala melihat catatan amalnya kemudia melewatinya (tidak menghisabnya), karena sesungguhnya barang siapa yang dihisab catatan amalnya pada hari itu maka dia akan binasa.]) aku dengan hisab yang mudah”(53)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(53) HR. Ahmad no.24215 dan Al-Hakim 1/57 beliau berkata, “Hadist ini sahih menurut syarat sahih muslim”.

13Doa Agar Mencintai Allah Dan Mencintai Orang Yang Mencintai Allah
اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ
Allaahumma innii as-aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wa hubba 'amalin yuqorribu ilaa hubbika.
“Ya Allah, aku memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu”.

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

14Doa Memohon Melihat Wajah Allah
اَللَّهُمَّ بِعِلْمِكَ الْغَيْبِ وَقُدْرَتِكَ عَلَى الْخَلْقِ، أَحْيِنِي مَا عَلِمْتَ الْحَيَاةَ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا عَلِمْتَ الْوَفَاةَ خَيْرًا لِي اَللَّهُمَّ وَأَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، وَأَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الْحَقِّ فِي الرِّضَا وَالْغَضَبِ، وَأَسْأَلُكَ الْقَصْدَ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى، وَأَسْأَلُكَ نَعِيمًا لَا يَنْفَدُ، وَأَسْأَلُكَ قُرَّةَ عَيْنٍ لَا تَنْقَطِعُ، وَأَسْأَلُكَ الرِّضَا بَعْدَ الْقَضَاءِ، وَأَسْأَلُكَ بَرْدَ الْعَيْشِ بَعْدَ الْمَوْتِ، وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ، وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِي غَيْرِ ضَرَّاءٍ مُضِرَّةٍ وَلَا فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ، اَللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِينَةِ الْإِيمَانِ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ
Allaahumma bi'ilmikal ghoibi wa qudrotika 'alal kholqi, ahyinii maa 'alimtal hayaata khoiran lii, wa tawaffanii idzaa 'alimtal wafaata khoiran lii, Allaahumma wa as-aluka khosy-yataka fil ghoibi wasy-syahaadati, wa as-aluka kalimatal haqqi fir-ridhoo wal ghodhobi, wa as-alukal qoshda fil faqri wal ghinaa, Wa as-luka na'iiman laa yanfadu, wa as-aluka qurrata 'ainin laa tanqoti'u, wa as-alukar-ridhoo ba'dal qodhoo-i, wa as-aluka bardal 'aisyi ba'dal mauti, Wa as-aluka ladz-dzatan-nazhori ilaa wajhika, wasy-syauqo ilaa liqoo-ika fii ghoiri dhorroo-in mudhirrotin wa laa fitnatin mudhillatin, Allaahumma zayyinnaa biziinatil iimaani, waj'alnaa hudaatan muhtadiin.
“Ya Allah, dengan pengetahuan-Mu terhadap yang ghaib dan kekuasaan-Mu atas semua makhluk, hidupkanlah aku selama Engkau tahu kehidupan itu lebih baik bagiku, dan matikanlah aku jika Engkau tahu kematian itu lebih baik bagiku, Ya Allah, sesungguhnya aku memohon rasa takut kepada-Mu di saat sendiri maupun dalam keadaan terang-terangan, aku memohon perkataan yang benar dalam keadaan baik maupun marah, aku memohon kesederhanaan dalam keadaan fakir maupun kaya, Dan aku memohon kenikmatan yang tak akan habis, aku memohon penyejuk hati yang tak pernah berakhir, aku memohon keridhoan atas ketetapan-Mu, aku memohon ketentraman setelah kematian, Dan aku memohon kenikmatan memandang wajah-Mu, dan kerinduan bertemu dengan-Mu, bukan dalam kesusahan yang membinasakan dan cobaan yang menyesatkan, Ya Allah, hiasilah kami dengan hiasan iman, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memberi dan diberi petunjuk”(54)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(54) HR. Nasa’I no. 1305, HR. Ahmad no.18325, disahihkan oleh Al-Albani Sahih An-Nasa’I 1/280 no.1304.

15Doa agar terbebas dari ujian yang berat
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn
"Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim". (QS. Al-Anbiya’: 87) (55)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(55) Ini adalah doa Nabi Yunus tatkala ia terburu-buru meninggalkan kaumnya sebelum Allah subhanahu wa ta'ala perintahkan, kemudian dia menaiki perahu bersama orang-orang yang ternyata perahu tersebut akan tenggelam lalu mereka mengundi untuk menentukan siapa di antara mereka yang akan dilempar ke laut karena mereka khawatir akan tenggelam semua jika semuanya tetap berada di atas perahu, ternyata undian tersebut mengenai Nabi Yunus lalu ia dilempar ke laut dan akhirnya ditelah oleh ikan paus dan membawanya ke kegelapan laut, maka saat itulah ia berdoa dengan doa ini yaitu dengan pengakuan akan kesempurnaan Uluhiyyah Allah subhanahu wa ta'ala dan mensucikan-Nya dari segala kekurangan, dan pengakuannya atas kezaliman dirinya dan kejahatannya. (lihat: Tafsir As-Sa’dy: 529)

16Doa meminta segala kebaikan dan Berlindung dari Segala Keburukan yang Nabi ﷺ pernah meminta dan berlindung darinya.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَاَ لَمْ أَعْلَمْ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِيْ خَيْراً
Allaahuma innii as’aluka minal khairi kullihi ‘aajilihi wa aajilih maa ‘alimtu minhu wa maa lam a’lam, wa a’uudzu bika minasy syarri kullihi ‘aajilihi wa aajilih maa ‘alimtu minhu wa maa lam a’lam, Allaahumma innii as’aluka min khairi maa sa’alaka ‘abduka wa nabiyyuk, wa a’uudzu bika min syarri maa ‘aadza bihi ‘abduka wa nabiyyuk, Allaahumma innii as’alukal jannata wa maa qarraba ilaihaa min qaulin aw ‘amal, wa a’uudzu bika minan naari wa maa qarraba ilaihaa min qaulin aw ‘amal, wa as’aluka an taj’ala kulla qadhaa’in qadhaitahu lii khairaa
“Ya Allah aku memohon kepada-Mu semua kebaikan sekarang dan yang akan datang yang aku ketahui dan tidak aku ketahui dan aku berlindung kepadamu dari seluruh keburukan sekarang dan yang akan datang aku memohon kepada-Mu segala apa yang pernah hamba dan Nabimu Mohon Kepadamu aku memohon kepada-Mu surga dan segala yang mendekatkan diriku kepadanya daripada ucapan dan amal dan aku berlindung kepadamu dari neraka dan yang menyelamatkan diriku darinya baik berupa ucapan dan amal aku mohon kepada-Mu Agar engkau menjadikan semua takdir yang telah engkau tetapkan untukku adalah yang terbaik untukku”(56)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(56) HR. Ibnu Majah dan dinilai Sahih oleh Al-Albani dalam Sahih Ibnu Majah 2/327.

17Doa Meminta Taqdir yang Terbaik
اَللَّهُمَّ بِعِلْمِكَ الْغَيْبِ وَقُدْرَتِكَ عَلَى الْخَلْقِ أَحْيِنِيْ مَا عَلِمْتَ الْحَيَاةَ خَيْراً لِيْ، وَتَوَفَّنِيْ إِذَا عَلِمْتَ الْوَفَاةَ خَيْراً لِيْ، اَللَّهُمَّ وَأَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، وَأَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الْحَقِّ فِي الرِّضَا وَالْغَضَبِ، وَأَسْأَلُكَ الْقَصْدَ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى، وَأَسْأَلُكَ نَعِيْماً لَا يَنْفَدُ، وَأَسْأَلُكَ قُرَّةَ عَيْنٍ لَا تَنْقَطِعُ، وَأَسْأَلُكَ الرِّضَا بَعْدَ الْقَضَاءِ، وَأَسْأَلُكَ بَرْدَ الْعَيْشِ بَعْدَ الْمَوْتِ، وَأَسْأًلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ، وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ، فِي غَيْرِ ضَرَّاءٍ مُضِرَّةٍ، وَلَا فِتْنَةَ مُضِلَّةً، اَللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِيْنَةِ الْإِيْمَانِ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ
Allaahumma bi’ilmikal ghaibi wa qudratika ‘alal khalqi ahyinii maa ‘alimtal hayaata khairan lii, wa tawaffanii idzaa ‘alimtal wafaata khairan lii, Allaahumma wa as’aluka khasyyataka fil ghaibi wasy syahaadah, wa as’aluka kalimatal haqqi fir ridhaa wal ghadhab, wa as’alukal qashda fil faqri wal ghinaa, wa as’aluka na’iiman laa yanfadz, wa as’aluka qurrata ‘ainin laa tanqathi’, wa as’alukar ridhaa ba’dal qadhaa’, wa as’aluka bardal ‘aisyi ba’dal maut, wa as’aluka ladzdzatan nadzori ilaa wajhik, wasy syauqa ilaa liqaa’ik, fii ghairi dharaa’an mudharrah, wa laa fitnata mudhillah, Allaahumma zayyinnaa bi ziinatil iimaan, waj’alnaa hudaatan muhtadiin
“Ya Allah dengan ilmu-Mu yang gaib dan Kuasa-Mu ada semua makhluk hidupkanlah aku selama yang engkau ketahui bahwa kehidupan lebih baik bagiku dan Matikanlah aku jika kematian Lebih Baik bagiku Ya Allah aku memohon kepada-Mu rasa takut kepadamu baik dalam keadaan tidak terlihat orang maupun terang-terangan di hadapan orang banyak aku mohon kepadamu ucapan yang benar dan keadilan baik di saat marah ataupun Ridho(57)aku memohon kepada-Mu sikap pertengahan baik di saat miskin maupun kaya aku memohon kepada-Mu kenikmatan yang tidak akan musnah aku memohon kepada-Mu ketenangan yang tidak akan habis dan tidak akan terputus aku memohon kepada-Mu Sikap Ridho setelah turunnya ketetapanmu aku memohon kepada-Mu kehidupan yang baik setelah kematian aku memohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajahmu dan aku memohon kepada-Mu Kerinduan bertemu denganmu tidak dalam keadaan sulit yang memudharatkan dan tidak pula dalam keadaan fitnah ujian yang menyesatkan Ya Allah Hiasilah kami dengan hiasan iman dan jadikanlah Kami para Pemberi Petunjuk yang mendapatkan petunjuk”(58)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(57)Maksudnya “Aku meminta kepadamu untuk selalu mengucapkan perkataan yang benar dalam kondisi manusia ridha atau marah dengannya sehingga aku tidak berbuat kemunafikan atau dalam kondisi aku marah dan ridho jadikanlah ucapanku selalu benar sehingga kemarahan tidak mempengaruhiku untuk tidak berbicara melainkan yang benar saja (lihat Faidh Al-Qodir 2/146) (58)HR. An-Nasa’I dan dinilai Sahih oleh Al-Albani dalam Sahih An-Nasa’I 1/280. Dalam lafadz “Pemberi petunjuk yang mendapatkan petunjuk” disifati demikian karena seorang pemberi petunjuk atau dai jika dirinya sendiri belum mendapatkan petunjuk maka tidak layak baginya untuk memberikan petunjuk kepada orang lain karena dia justru akan menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan tanpa ia sadari (lihat Faidh Al-Qodir 2/146)

18Doa Memohon Istri Dan Anak Menjadi Penyejuk Mata“Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa…
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a'yun, waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa.”
“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan [25]: 74) (61)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(60)Penyejuk pandangan (hati) di dalam menjalankan ketaatan dan perintah Allah. (lihat: Fathul Bari Li Ibnu Hajar 8/491) (61) Ini adalah doa hamba-hamba Allah subhanahu wa ta'ala yang mereka meminta kebaikan untuk pasangan dan keturunan mereka, dan mereka juga meminta agar dijadikan teladan yang bisa diikuti oleh orang-orang yang bertakwa. (lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir 19/83)

19Doa Agar Banyak Harta Dan Anak“Allaahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa…
اَللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَنِي
“Allaahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a'thoitanii.”
“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anakku, serta berkahilah karunia yang Engkau beri.”(62)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(62) H.R. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480

20Doa memohon anak shalih1.“Robbi hab lii minash-shoolihiin.” 2.“Robbi hab…
﴿١﴾رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ ﴿٢﴾رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ ﴿٣﴾رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ ﴿٤﴾رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
1.“Robbi hab lii minash-shoolihiin.” 2.“Robbi hab lii mil-ladunka dzurriyyatan thoyyibah, innaka samii'ud-du'aa'.” 3.“Robbi laa tadzarnii fardan, wa anta khoirul waaritsiin.” 4.“Robbi auzi'nii an asykuro ni'matakallatii an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an a'mala shoolihan tardhoohu, wa ashlih lii fii dzurriyyatii, innii tubtu ilaika wa innii minal muslimiin.”
“Ya Rabb-ku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Ash-Shaffat [37]: 100). “Ya Rabb-ku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS. Ali Imran [3]: 38) (63) “Ya Rabb-ku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.” (QS. Al-Anbiya' [21]: 89) “Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaf [46]: 15) (64)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(63) Ini adalah doa Nabi Zakaria yang Allah subhanahu wa ta'ala beri ujian berupa tidak memiliki keturunan hingga ia berusia tua, sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta'ala sebutkan dalam firman-Nya, ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَه زَكَرِيَّا ۚ﴿۲﴾ إِذ نادى رَبَّهُ نِداءً خَفِيًّا ﴿٣﴾ قالَ رَبِّ إِنّي وَهَنَ العَظمُ مِنّي وَاشتَعَلَ الرَّأسُ شَيبًا وَلَم أَكُن بِدُعائِكَ رَبِّ شَقِيًّا ﴿٤﴾ وَإِنّي خِفتُ المَوالِيَ مِن وَرائي وَكانَتِ امرَأَتي عاقِرًا فَهَب لي مِن لَدُنكَ وَلِيًّا ﴿٥﴾ يَرِثُني وَيَرِثُ مِن آلِ يَعقوبَ وَاجعَلهُ رَبِّ رَضِيًّا﴿٦﴾ “Yang dibacakan ini adalah penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera. Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.” (QS. Maryam: 2-6) Dan Al-Qurthubi menjelaskan dari anak yang baik ini adalah keturunan yang saleh lagi diberkahi, dan maksud dari Allah subhanahu wa ta'ala mendengarkan doa adalah Allah subhanahu wa ta'ala maha mengabulkan doa. Dan ayat ini menunjukkan bahwa berdoa meminta anak adalah sunnahnya para rasul. (lihat: Tafsir Al-Qurthuby 4/72) (64) doa ini termaktub dalam surah al-Ahqaf: 15, وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".” Di dalamnya Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan hambanya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya bahkan hingga dewasa untuk tetap berbakti kepada kedua orang tuanya. At-Thahir ibnu ‘Asyur menjelaskan tentang doa ini bahwa artinya adalah meminta pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta'ala untuk menambahkan pada dirinya bisa berbuat baik kepada kedua orang tuanya dengan memberikannya ilham untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan kepadanya dan juga kepada kedua orang tuanya. (lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir 26/31) Beliau menjelaskan mengapa disebutkan penyebutan “dewasa” dalam berbakti kepada kedua orang tuanya karena saat itu seorang anak lelaki memiliki tanggungan dalam mencari rezeki untuk istri anak, dan juga anak wanita memiliki tanggungan yang banyak dalam mengurus suami, rumah dan anak, sehingga pada usia dewasa adalah waktu perkiraannya disibukkannya mereka dengan tanggungan-tanggungan dan menyebabkan lali dalam berbakti kepada kedua orang tua, maka dengan ayat ini mereka diperingatkan agar tidak luput dari berbakti kepada kedua orang tua. Dan juga dalam ayat ini mereka diperintahkan untuk mendoakan kedua orang tuanya. (lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir 26/32) Dan beliau juga menjelaskan selain mereka diperintahkan untuk mendoakan kedua orang tuanya maka jangan sampai mereka lalai dari memikirkan ke depannya dalam memperhatikan keturunan mereka sebagaimana orang tuanya dahulu memperhatikan mereka, agar kelak mereka mendapatkan kebaikan anak-anak mereka sebagaimana mereka berbuat baik kepada orang tuanya.( lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir 26/33).

21Doa Perlindungan Untuk Anak
أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
“U'iidzu kumaa bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli 'ainin laammah.”
“Aku memohon perlindungan untuk kalian berdua, dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu(65), dan dari pandangan mata buruk.” (66)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(65)Termasuk segala sesuatu yang mendatangkan keburukan. (lihat: Fathul Bari Li Ibnu hajar 6/410) (66)Seorang muslim hendaknya memohon perlindungan untuk anaknya dari gangguan setan dengan doa seperti yang pernah dipraktekkan Nabi, ketika mendoakan kedua cucunya, Al-Hasan dan Al-Husain. Ibnu Abbas menceritakan, bahwa Rasulullah membacakan doa perlindungan untuk kedua cucunya, أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ “U'iidzukumaa bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli 'ainin laammah.” “Aku memohon perlindungan untuk kalian berdua, dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu, dan dari pandangan mata buruk.” (H.R. Abu Dawud no.4737, Tirmidzi no. 2060, Ibnu Majah no.3525 dan dishahihkan oleh Al-Albani)

22Doa Agar Diterima Amal Ibadah Dan Taubat (Doa Nabi Ibrahim).
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Robbanaa taqobbal minnaa, innaka antas-sami'ul 'aliim. Wa tub 'alainaa, innaka antat-tawwaabur-rohiim.
“Ya Tuhan kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. (Al Baqarah [2]: 127 dan 128). (67)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(67) Ini adalah doa Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il ketika meninggikan pondasi Ka’bah. Ibnu Katsir dalam tafsirnya membawakan riwayat dari Wuhaib bin Al-Ward ketika membaca ayat ini dia menangis lalu berkata: يَا خَلِيلَ الرَّحْمَنِ، تَرْفَعُ قَوَائِمَ بَيْتِ الرَّحْمَنِ وَأَنْتَ مُشْفق أَنْ لَا يَتَقَبَّلَ مِنْكَ “wahai kekasih Ar-Rahman, engkau membangun pondasi-pondasi rumah Ar-Rahman sedangkan engkau khawatir tidak diterima darimu.” Dan juga beliau menyebutkan firman Allah subhanahu wa ta'ala yang lain yang menjelaskan tentang keadaan orang-orang yang beriman yang ikhlas ketika melakukan amalan baik hati-hati mereka khawatir tidak diterima amalan mereka, وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” QS. Al-Mu’minun: 60 (lihat: Tafsir Ibnu Katsir 1/427)

23Doa Agar Bertawakal Hanya Kepada Allah Dan Tidak Dikalahkan Musuh
رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
rabbanā 'alaika tawakkalnā wa ilaika anabnā wa ilaikal-maṣīr Rabbanā lā taj'alnā fitnatal lillażīna kafarụ wagfir lanā rabbanā, innaka antal-'azīzul-ḥakīm
"Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Mumtahanah: 4-5) (68)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(68) Ini adalah doa Ibrahim dan orang-orang beriman yang bersamanya. Al-Qurthuby menjelaskan maksud dari doa ini adalah meminta kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar jangan menjadikan musuh mereka mengalahkan mereka sehingga musuh-musuh tersebut menyangka bahwasanya mereka di atas kebenaran dan terfitnah dengan persangkaan tersebut. (lihat: Tafsir Al-Qurthubi 18/57)

24Doa Agar Tergolong Orang Beriman (Doa Nabi Ibrahim)
رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ، وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ
Robbi hab lii hukman, wa alhiqnii bish-shoolihiin. Waj'al lii lisaana shidqin fil aakhiriin. Waj'alnii min waro-tsati jannatin-na'iim.
"Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah, dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh. Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan."(Asy Syu’ara [26]: 83-85).

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

25Doa Agar Disempurnakan Cahayanya Dan Memohon Ampun
رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Robbanaa atmim lanaa nuuronaa, wagh-fir lanaa, innaka 'alaa kulli syai-in qodiir.
"Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (At Tahrim [66]: 8).

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

26Doa Selamat dari Fitnah dan Memohon Rahmat Dan Petunjuk
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Robbanaa aatinaa min ladunka rohmatan, wa hayyi' lanaa min amrinaa rosyadaa. “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami”. (Al Kahfi [18]: 10) ([() Doa ini diucapkan oleh Ashabul kahfi yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala ketika mereka berlindung di dalam gua dari keburukan kaumnya. As-Sa’dy menjejelaskan makna doa ini: “Berikanlah kami rahmatMu” yang dengannya kami istiqomah dan terlindungi dari keburukan dan mudahkan lah untuk kami sebab yang mengantarkan kami kepada petunjukmu, dan perbaiki perkara agama kami dan dunia kami. Dalam doa ini mereka menggabungkan dari berlari dari fitnah menuju tempat untuk bersembunyi dari fitnah, menggabungkan antara ketundukan dan permintaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar dimudahkan perkara mereka, dan tidak bersandar kepada diri mereka sendiri dan kepada manusia oleh karenanya Allah subhanahu wa ta'ala mengabulkan doa mereka. (lihat: Tafsir As-Sa’dy hal: 471)]).
Show the takhrij

(69) Doa ini diucapkan oleh Ashabul kahfi yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala ketika mereka berlindung di dalam gua dari keburukan kaumnya. As-Sa’dy menjejelaskan makna doa ini: “Berikanlah kami rahmatMu” yang dengannya kami istiqomah dan terlindungi dari keburukan dan mudahkan lah untuk kami sebab yang mengantarkan kami kepada petunjukmu, dan perbaiki perkara agama kami dan dunia kami. Dalam doa ini mereka menggabungkan dari berlari dari fitnah menuju tempat untuk bersembunyi dari fitnah, menggabungkan antara ketundukan dan permintaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar dimudahkan perkara mereka, dan tidak bersandar kepada diri mereka sendiri dan kepada manusia oleh karenanya Allah subhanahu wa ta'ala mengabulkan doa mereka. (lihat: Tafsir As-Sa’dy hal: 471).

27Doa Agar Diwafatkan Dalam Keadaan Islam Dan Tergolong Orang Saleh (Doa Nabi Yusuf)
أَنتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
Anta waliyyii fid-dunyaa wal aakhiroh, tawaffanii musliman, wa alhiqnii bish-shoolihiin.
Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. (Yusuf [12]: 101)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

28Doa Memohon Petunjuk Dan Kebenaran
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالسَّدَادَ
Allaahumma innii as-alukal hudaa was-sadaad.
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk dan kebenaran.”(70)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(70) HR. Muslim no. 2725.

29Doa Memohon Kesabaran Dan Agar Diwafatkan Dalam Keadaan Muslim
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
Robbanaa afrigh 'alainaa shobron, wa tawaffanaa muslimiin.
"Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)." (Al A'raf [7]: 126).

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

30Doa Agar Musibah Tidak Menimpa Agama Dan Agar Dunia Bukan Sebagai Tujuan
اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِن الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُوَّاتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا
"Allahumma-qsim lana min khashyatika ma tahulu bihi bainana wa baina ma'asika, wa min ta'atika ma tuballighuna bihi jannataka, wa minal-yaqini ma tuhawwinu 'alaina bihi masa-'ibad-dunya. Allahumma matti'na biasma'ina, wa absarina, wa quwwatina ma ahyaitana, waj'alhul-waritha minna, waj'al tharana 'ala man zalamana, wansurna 'ala man 'adana, wa la taj'al musibatana fi dinina, wa la taj'alid-dunya akbara hammina, wa la mablagha 'ilmina, wa la tusallit 'alaina man-la yarhamuna"
“Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan-perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini. Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami.”(71)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(71) HR. Tirmidzi no.3502, HR, An-Nasa’I no. 6/106, di hasankan oleh Al-Albany dalam Sahih At-Tirmidzi 3/168.])

31Doa Sapu Jagad
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allaahumma (Robbanaa) aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar.
“Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari adzab neraka” (Qs. Al-Baqarah: 201) (72)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(72) As-Syaikh As-Sa’dy dalam tafsirnya mengatakan yang dimaksud dengan kebaikan di dunia adalah segala kebaikan yang didapatkan oleh seorang hamba berupa rezeki banyak yang halal, istri salehah, anak yang menyejukkan mata, rasa lapang, ilmu yang bermanfaat, amalan yang saleh, dan yang lainnya berupa yang diinginkan dan dicintai. Adapun kebaikan akhirat adalah keselamatan dari azab di kubur, ketika di padang mahsyar, dan selamat dari azab neraka serta mendapatkan keridhoan Allah subhanahu wa ta'ala, kemenangan dengan mendapatkan kenikmatan yang kekal, dengan dengan Rabb yang maha pengasih. Dan doa ini adalah doa yang paling sempurna dan paling mencakup terhadap apa yang dibutuhkan hamba. Oleh karenanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memperbanyak berdoa dengan doa ini. (lihat: Tafsir As-Sa’dy hal: 92) ])

32Doa Agar Setiap Urusan Berakhir Baik
اَللَّهمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ
Allaahumma ahsin 'aaqibatanaa fil umuuri kullihaa, wa ajirnaa min khizyid-dunyaa wa 'adzaabil aakhiroh.
“Ya Allah, jadikanlah baik akhir setiap urusan kami, dan lindungi kami dari bencana dunia dan azab akhirat”(73)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(73) HR. Ahmad no.17628 dan Al Hakim 3/591.

33Doa Memohon Kesabaran, Teguh Pendirian Dan Pertolongan Terhadap Orang Kafir
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Robbanaa afrigh 'alainaa shobron, wa tsabbit aqdaamanaa, wan-shurnaa 'alal qoumil kaafiriin.
“Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”. (Al Baqarah [2]: 250).

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

34Doa Agar Mudah Melakukan Kebaikan, Meninggalkan Kemungkaran, Mencintai Orang Miskin Dan Berlindung Dari Fitnah
اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ، وَإِذَا أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً، فَاقْبِضْنِى إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُونٍ، وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ
“Allaahumma innii as-aluka fi'lal khoiroot, wa tarkal munkaroot, wa hubbal masaakiin. Wa idzaa arod-ta bi'ibaadika fitnatan, faq-bidh-nii ilaika ghoiro maftuun wa asaluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wa hubba ‘amalin yuqorribuny ila hubbika”
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu taufiq agar bisa mengamalkan semua kebaikan, meninggalkan semua kemungkaran dan bisa mencintai orang miskin. Jika Engkau menghendaki bagi hamba-hamba-Mu ujian (fitnah), maka wafatkanlah aku tanpa terkena fitnah itu, dan aku meminta kecintaan-Mu dan kecintaan orang-orang yang mencintai-Mu dan kecintaan kepada suatu amalan yang mendekatkanku kepada cinta-Mu”(74)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(74) HR. Riwayat Ahmad no. 22109 dan Tirmidzi no. 3235 dan disahihkan oleh Al-Albani dalam Sahih At-Tirmidzi 3/318.

35Doa Meminta Segala Sesuatu Yang Pernah Diminta Nabi
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا
Allaahumma innii as-aluka minal khoiri kullihi 'aajilihi wa aajilihi, maa 'alimtu minhu wa maa lam a'lam, Wa a'uudzu bika minasy-syarri kullihi 'aajilihi wa aajilihi, maa 'alimtu minhu wa maa lam a'lam, Allaahumma innii as-aluka min khoiri maa sa-alaka 'abduka wa nabiyyuka, wa a'uudzu bika min syarri maa 'aadza bihi 'abduka wa nabiyyuka, Allaahumma innii as-alukal jannata wa maa qorroba ilaihaa min qoulin au 'amal, wa a'uudzu bika minan-naari wa maa qorroba ilaihaa min qoulin au 'amal, Wa as-aluka an taj'ala kulla qodhoo-in qodhoitahu lii khoiron.
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebaikan yang segera (dunia) dan yang tertunda (akhirat), yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui, Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang segera (dunia) dan yang tertunda (akhirat), yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui, Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan semua doa yang pernah diminta oleh hamba dan nabi-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang hamba dan nabi-Mu pernah berlindung darinya, Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan segala hal yang mendekatkan kepadanya, dari perkataan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan dari segala hal yang mendekatkan kepadanya, dari perkataan maupun perbuatan, Dan aku memohon kepada-Mu agar Engkau jadikan setiap yang Engkau takdirkan bagiku adalah baik”(75)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

36Doa Agar Diberi Beban Sesuai Kesanggupan
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ 'alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa'fu 'annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā 'alal-qaumil-kāfirīn
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah(76)Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami(77). Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami(78)Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (Qs. Al-Baqarah: 286)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(76) Arti dari رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا Syaikh As-Sa’dy menjelaskan terdapat perbedaan antara an-nisyan dan al-khotho’, an-nisyan adalah lupanya hati dari apa yang diperintahkan sehingga ia meninggalkan apa yang diperintahkan karena lupa. Adapun al-khotho’ adalah bermaksud untuk melakukan perbuatan yang diperbolehkan kemudian terjatuh ke dalam perbuatan yang tidak diperbolehkan . dan keduanya ini dimaafkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala pada umat ini karena rahmat dan kebaikan-Nya. (lihat: Tafsir As-Sa’dy hal: 120) (77)Berkata Syaikh As-Sa’dy bahwa sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah meringankan kepada umat ini pada perintah-perintah dalam bersuci dan perkara-perkara ibadah yang tidak Allah subhanahu wa ta'ala ringankan kepada umat sebelumnya. (lihat: Tafsir As-Sa’dy hal: 120) (78) Dengan ampunan Allah subhanahu wa ta'ala seorang hamba bisa terhindar dari perkara-perkara yang dibenci dan perkara-perkara buruk, dan dengan rahmat Allah subhanahu wa ta'ala seorang hamba bisa memperolah perkara-perkara yang baik. (lihat: Tafsir As-Sa’dy hal: 120)

37Doa Meminta Agar Ditetapkan Di Atas Hidayah
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Rabbanā lā tuzig qulụbanā ba'da iż hadaitanā wa hab lanā mil ladungka raḥmah, innaka antal-wahhāb
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)". (QS. Ali Imran: 8) (79)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(79) Asy-Syaikh As-Sa’dy menjelaskan tentang ayat ini maksudnya adalah: ya Allah janganlah Engkau palingkan kami dari kebenaran disebabkan kebodohan kami atau karena kerasnya hati kami, akan tetapi jadikan lah kami orang-orang yang mendapatkan petunjuk dan tetapkanlah kami untuk berada di atas hidayah-Mu. (lihat: Tafsir As-Sa’dy hal: 122)

38Doa Meminta Agar Dicatat Bersama Orang-Orang Bersaksi Akan Keesaan Allah Subhanahu Wa ta'ala Dan Membenarkan Rasul-Nya
رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
Rabbanā āmannā bimā anzalta wattaba'nar-rasụla faktubnā ma'asy-syāhidīn
“Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah).” QS. Ali Imran: 53 (80)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(80) Doa ini diucapkan oleh Al-Hawariyun penolong Nabi Isa, lalu mereka berdoa bahwasanya mereka beriman dan mengikuti Nabi Isa dan mereka meminta agar dicatat bersama Syahidin. Al-Qurthubi membawakan riwayat dari Ibnu ‘Abbas maksudnya mereka meminta agar dituliskan nanti bersama dengan umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, yang artinya tetapkanlah nama kami bersama nama-nama mereka dan masukkan kami ke dalam golongan mereka (Lihat: Tafsir Al-Qurthuby 4/98), adapun As-Sa’dy dalam tafsirnya menjelaskan maksudnya meminta kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar mereka dicatat bersama orang-orang yang bersaksi akan keesaan Allah subhanahu wa ta'ala dan membenarkan Rasul-Nya dengan menolongnya(lihat: Tafsir As-Sa’dy hal:132).

39Doa Berlindung Dari Syaitan
﴿١﴾أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ﴿٢﴾رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ ﴿٣﴾وَأَعُوذُ بِكَ أَن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيطَانُ عِندَ المَوتِ
1.“A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim.” 2.“Robbi a'uudzu bika min hamazaatisy-syayaathiin, wa a'uudzu bika robbi an yah-dhuruun.” 3.wa'audzu bika 'an yatakhabbatani alshshaytan 'inda almaut
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”(81) "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan(82)Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku(83). (QS. Al-Mu’minun: 97-98) “Aku berlindung kepada-Mu agar tidak disesatkan setan ketika kematian”. (84)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(81) H.R. Ahmad no. 27205 (Bukhari no. 6048 dan Muslim no.2610 (82)Maksudnya: dari bahaya setan, was-wasnya, dan dari dimasukkannya akidah yang rusak ke dalam hati. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1715). (83) Yaitu dalam salatku, bacaan Al-Quranku, dzikirku, doaku, dan dalam kematianku. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1716) ])" (84) HR. Ahmad No. 8667, Abu Dawud No. 1552 dan dishahihkan al-Albani Al-Khathabi menjelaskan hadis di atas: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari disesatkan setan ketika datang kematian, bentuknya adalah setan mengganggunya ketika beliau hendak meninggal dunia, lalu setan menyesatkannya. Sehingga menghalanginya dari bertaubat atau menutupi dirinya sehingga tidak mau memperbaiki urusannya atau memohon maaf dari kedzaliman yang pernah dia lakukan. Atau membuat dia merasa putus asa dari rahmat Allah, atau membuat dia benci dengan kematian dan merasa sedih meninggalkan hartanya, sehingga dia tidak ridha dengan keputusan Allah berupa kematian dan menuju akhirat. Sehingga dia akhiri hidupnya dengan keburukan, lalu dia bertemu Allah dalam kondisi Dia murka kepadanya. Kemudian beliau juga membawakan sebuah riwayat bahwa tidak ada kesempatan yang lebih diperhatikan setan untuk menyesatkan manusia, selain ketika kematiannya. Dia akan mengundang rekan-rekannya, “Kumpul di sini, jika kalian tidak bisa menyesatkannya pada hari ini, kalian tidak lagi bisa menggodanya selamanya.” (Lihat : Aunul Ma’bud 4/287)

40Doa Agar Selamat dari Fitnah Dajjal
﴿٢﴾اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Allāhumma innī a‘ūdhu bika min ‘adhābi jahannam, wa min ‘adhābil-qabr, wa min fitnatil-maḥyā wal-mamāt, wa min sharri fitnatil-masīḥid-dajjāl.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dari azab neraka, dari fitnah kehidupan dan sesudah mati, dan dari fitnah Al-Masih Dajjal”. (87)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Guidance: Pertama : Menghafal 10 ayat pertama dari surat al-Kahfi atau 10 ayat terakhir dari surat al-Kahfi(86)
Show the takhrij

(86) Berdasarkan sabda Nabi shallallahu álaihi wasallam مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ “Barang siapa yang menghafal 10 ayat pertama dari surat al-Kahfi maka ia akan dilindungi dari Dajjal” (HR Muslim no 809) (87) HR. Muslim No. 588 Dalam riwayat Bukhori: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Dan dari adzab neraka, dan dari fitnah Dajjal” Karena fitnah Dajjal sangat dahsyat, bisa mengguncang keimanan orang yang lemah, karena Allah memberikannya beberapa kemampuan yang luar biasa yang hal tersebut adalah fitnah bagi orang-orang yang beriman, di antaranya: Pertama: Dia memiliki surga dan neraka, yang mana surganya adalah neraka dan nerakanya adalah surga. الدَّجَّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى، جُفَالُ الشَّعَرِ، مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ، فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ “Dajjal cacat matanya yang kiri, keriting rambutnya, bersamanya surga dan nerakanya, nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.” (HR. Muslim no. 2934) Kedua: Menghidupkan kembali orang yang ia bunuh dengan izin Allah sebagiamana Dajjal membunuh seorang pemuda lalu ia menghidupkannya kembali. Ketiga: Bisa memerintahkan langit untuk menurunkan hujan juga memerintahkan bumi untuk mengeluarkan tumbuhan. Keempat: Dan kemampuan-kemampuan lainnya yang Allah berikan untuk menguji para hamba. Karenanya Nabi menyuruh kita agar menjauh Dajjal jika ia telah keluar, jangan sampai bertemu dengannya karena bisa jadi kita terpengaruh dengan syubhat-syubhatnya dan kesaktiannya.

41Doa Berlindung Dari Syirik
﴿١﴾وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ ﴿٢﴾اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ ﴿٣﴾اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ
1.Wajnubni wabaniyya an na’budal ashnaam 2.“Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astagh-firuka limaa laa a'lam.” 3.“Allaahumma innaa na'uudzu bika min an nusyrika bika syai-an na'lamuhu, wa nastagh-firuka limaa laa na'lam.”
“Dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala”(QS Ibrahim 35) “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahuinya, dan aku memohon ampun terhadap apa yang tidak aku ketahui.”(88) “Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu (makhluk) sedangkan kami mengetahuinya, dan kami memohon ampun kepada-Mu (dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu makhluk) karena kami tidak mengetahuinya.”(89)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(88) H.R. Bukhari no. 716 di dalam Adab Al-Mufrad dan dishahihkan oleh Al-Albani (89) H.R. Ahmad no. 19606 dan dinyatakan hasan lighairihi oleh Al-Albani di dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 36

42Doa berlindung dari Murka Allah
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِيْ ثَنَاءَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Allaahumma innii a’uudzu bi ridhaaka min sakhathik, wa bi mu’aafaatika min ‘uquubatik, wa a’uudzu bika minka, laa ahshii tsanaa’a ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsik
“Ya Allah aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu dan dengan penyelamatan-Mu dari siksa-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu(90) aku tidak bisa menghitung pujian untuk-Mu, Engkau sebagaimana engkau menyanjung diri-Mu”(91)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(90) Maksudnya berlindung dengan rahmat-Mu dari hukuman-Mu (Faidh Al-Qodir 2/139), (91) HR. At-Tirmidzi no. 3566 dan dinilai Sahih oleh Al-Albani dalam Sahih At-Tirmidzi 3/180, Al-Irwa’ 2/175.

43Doa berlindung dari neraka
﴿١﴾رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا ﴿٢﴾اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
1.“Robbanash-rif 'annaa 'adzaaba jahannam, inna 'adzaabahaa kaana ghorooman, innahaa saa-at mustaqorron wa muqoomaa.” 2. “Allaahumma innii as-alukal jannah, wa a'uudzu bika minan-naar.”
“Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Al Furqan [25]: 65-66) (93) “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu surga, dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka.”(94)[

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(93)Ini adalah doa yang diucapkan oleh hamba-hamba Ar-Rahman, mereka dengan ketaatannya tetap merasa takut akan azab Allah subhanahu wa ta'ala sehingga mereka berdoa agar dijauhkan dari azab neraka yang kekal. (lihat: Tafsir Al-Qurthuby 13/72). (94) H.R. Abu Dawud no. 792, Ibnu Majah no. 910 dan dishahihkan oleh Al-Albani

44Doa Berlindung Dari Orang Zalim Dan Kafir
﴿١﴾رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ ﴿٢﴾رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ ﴿٣﴾رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
1.Robbi najjinii minal qoumizh-zhoolimiin. 2.Robbin-shurnii 'alal qoumil mufsidiin. 3. Robbanaa laa taj'alnaa fitnatan lilqoumizh-zhoolimiin, wa najjinaa birohmatika minal qoumil kaafiriin.
Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan. (Al Ankabut [29]: 30). Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim. (Al Qashash [28]: 21). “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim. Dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir”. (Yunus [10]: 85-86). (95)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(95) Ini adalah doa kaumnya Nabi Musa ‘alaihis salam, ketika Nabi Musa memerintahkan kepada kaumnya untuk bertawakkal kepada Allah subhanahu wa ta'ala jika mereka benar-benar beriman maka kaumnya pun mengucapkan doa ini. Al-Qurthuby menjelaskan maksud dari doa mereka “janganlah Engkau jadikan kami fitnah bagi kaum yang'zalim” adalah jangan engkau menangkan mereka atas kami, sehingga hal tersebut bisa menjadi fitnah bagi agama kami, atau maksudnya jangan kau menguji kami dengan mengazab kami melalui tangan-tangan mereka. (lihat: Tafsir Al-Qurthuby 8/370)])

45Doa Berlindung Dari Keburukan Tetangga, Pasangan, Anak, Harta Dan Teman Dekat
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوْءِ، وَمِنْ زَوْجٍ تُشَيِّبُنِيْ قَبْلَ المَشِيْبِ، وَمِنْ وَلَدٍ يَكُوْنُ عَلَيَّ رَبًّا، وَمِنْ مَالٍ يَكُوْنُ عَلَيَّ عَذَابًا، وَمِنْ خَلِيْلٍ مَاكِرٍ عَيْنُهُ تَرَانِيْ، وَقَلْبُهُ يَرْعَانِيْ، إِنْ رَأَى حَسَنَةً دَفَنَهَا، وَإِذَا رَأَى سَيِّئَةً أَذَاعَهَا
Allaahumma innii a'uudzu bika min jaarissuu', wa min zaujin tusyayyibunii qoblal masyiib, wa min waladin yakuunu 'alayya robban, wa min maalin yakuunu 'alayya adzaaban, wa min kholiilin maakirin, 'ainuhu taroonii, wa qolbuhu yar'aanii, in ro'aa hasanatan dafanahaa, wa idzaa ro'aa sayyi'atan adzaa'ahaa.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk, dan dari pasangan yang membuatku beruban sebelum waktunya, dan dari anak yang menguasaiku, dan dari harta yang menjadi azab atasku, dan dari teman dekat pembuat makar, matanya melihatku sedang hatinya mengawasiku, jika ia melihat kebaikan pada diriku maka ia menyembunyikannya, dan jika ia melihat keburukan maka ia menyebarkannya”(96)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(96) HR. Thabrany no. 1339 sanadnya dinilai Jayyid oleh Al-Albany dalam As-Silsilah As-Sahihah 3/377.

46Doa Berlindung Dari Hilang Nikmat, Berubah Afiat, Bencana Dan Kemurkaan Allah
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ
Allaahumma innii a'uudzu bika min zawaali ni'matik, wa tahawwuli 'aafiyatik, wa fujaa-ati niqmatik, wa jamii'i sakhathik.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, dari berubahnya afiat([() ‘Afiat adalah keselamatan dari berbagai penyakit (lihat faidh Al-Qodir 2/110)])-Mu, dari bencana yang datang tiba-tiba dan dari semua kemurkaan-Mu” (98)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(98) HR. Muslim no. 2739. Berlindung dari segala murka maksudnya berlindung dari sebab-sebab yang mendatangkan kemurkaan, apabila sebab-sebab tersebut hilang maka ia akan mendapatkan lawan dari apa yang dia berlindung darinya (lihat Faidh Al-Qodir 2/110).

47Doa Berlindung Dari Keadaan Berat, Kesengsaraan, Keburukan Takdir Dan Kegembiraan Musuh
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ البَلاَءِ، وَدَرَكِ الشَقَاءِ، وَسُوءِ القَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ
Allaahumma innii a'uudzu bika min jahdil balaa', wadarakisy-syaqoo', wasuu-il qodhoo', wasyamaatatil a'daa'.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keadaan yang berat, kesengsaraan, keburukan takdir(99) dan kegembiraan musuh atas musibah yang menimpaku”(100)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(99) Ini jika ditinjau dari kejadian yang Allah tetapkan di dunia, adapun jika sisi penetapan Allah terhadap taqdir tersebut maka tidak ada taqdir yang buruk karena semua ketetapan dan hukum Allah ﷻ pasti ada hikmahnya, entah kita mengetahuinya atau tidak mengetahuinya (lihat Faidh Al-Qodir 5/201_)/p> (100) HR. Bukhori no.6374, Muslim no.2707.

48Doa Berlindung Dari Sifat- Sifat buruk, Adzab Kubur, fitnah kehidupan dan kematian.
﴿١﴾اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ، وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ، وَالْهَرَمِ والْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ﴿٢﴾اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ، وَاْلَمأْثَمِ وَاْلَمغْرَمِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ اْلَمسِيْحِ الدَّجَّالِ، اَللَّهُمَّ اغْسِلْ عَنِّيْ خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّ قَلْبِيْ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ اْلمَشْرِقِ وَاْلمَغْرِبِ
1.Allaahumma innii a’uudzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi wal bukhli wa ‘audzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahya wal mamaat” 2.Allaahumma innii a’uudzu bika minal kasali wal haram, wa min fitnatil qabri wa ‘adzaabil qabr, wa min fitnatin naari wa ‘adzaabin naar, wa min syarri fitnatil ghinaa wa a’uudzu bika min fitnatil faqr, wa a’uudzubika min fitnatil masiihid dajjaal Allaahummaghsil ‘annii khathaayaaya bi maa’its tsalji wal barad, wa naqqi qalbii minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadhu minad danas, wa baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, pengecut/rasa takut, pikun, pelit dan aku berlindung kepadamu dari adzab kubur, fitnah kehidupan dan kematian(101)”(102) “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari malas, pikun, dosa, hutang, dan dari fitnah/ujian kubur dan siksanya, dari fitnah nekara dan siksanya, dari keburukan fitnah kaya, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kefakiran(103), dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al masih Dajjal. Ya Allah, cucilah dosa-dosaku dengan air, salju, dan es, sucikan hatiku dari dosa-dosaku seperti Engkau sucikan baju putih dari noda, dan jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat”(104)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(101)Maksud dari fitnah kehidupan adalah ujian berupa kenikmatan dunia dan syahwatnya berupa wanita harta dan anak-anak, dan fitnah dunia terbesar adalah seseorang meninggal dalam keadaan su’ul khotimah adapun fitnah kematian adalah ujian ketika di alam kubur ada pendapat juga yang mengatakan ujian ketika sakaratul maut (Syarhu Ad-Dua’ min Al-Kitab wa As-Sunnah karya Mahir bin Abdul Hamid 1/305). (102) HR. Bukhori no.2823, Muslim no.2706 (103) Diantara fitnah kaya adalah keangkuhan, tindakan melampaui batas, sombong dan menyalurkan harta pada hal-hal yang berbau kemaksiatan adapun fitnah kemiskinan adalah hasad terhadap orang kaya, tamak terhadap harta mereka, merendahkan diri di hadapan mereka sehingga mengorbankan harga diri dan agama serta tidak adanya keridhoan terhadap apa yang sudah Allah ﷻ tentukan (lihat Faidh Al-Qodir 2/127) (104) HR. Bukhori no. 6368.

49Doa Berlindung Dari Kejelekan Pendengaran, Penglihatan, Lisan, Hati dan Mani/Kemaluan
اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى
“Allaahumma innii a'uudzu bika min syarri sam'ii, wa min syarri bashorii, wa min syarri lisaanii, wa min syarri qolbii, wa min syarri maniyyii”.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pada pendengaranku, kejelekan pada penglihatanku, kejelekan pada lisanku, kejelekan pada hatiku, dan kejelekan pada air maniku (kemaluanku)”(105)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(105) HR. Tirmidzi no.3492, HR. An-Nasa’I no 5470, disahihkan oleh Al-Albany dalam Sahih Tirmidzi 3/166 dan Sahih Nasa’I 3/1108.

50Doa Berlindung Dari Kesusahan, Kesedihan, Lemah, Malas, Kikir, Penakut, Lilitan Hutang Dan Penindasan Orang
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Allaahumma innii a'uudzu bika minal hammi wal hazani, wal 'ajzi wal kasali, wal bukhli wal jubni, wa dhola'id-daini wa gholabatir-rijaal.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, lemah dan malas, kikir dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang”(106)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(106) HR. Bukhori no. 6363.

51Doa Berlindung Dari Hutang
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ
“Allaahumma innii a'uudzu bika minal ma'tsami wal maghrom.”
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan hutang.”(107)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(107) H.R. Bukhari no. 832 dan Muslim no. 589

52Doa Berlindung Dari Melakukan Hal Buruk
اَلَّلهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ، وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلُ
Allaahumma innii a’uudzu bika min syarri maa ‘amiltu, wa min syarri maa lam a’mal
Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari kejelekan apa yang aku lakukan dan dari kejelekan apa yang belum aku lakukan(108)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(108) HR. Muslim no. 2716. Maksud berlindung “dari kejelekan apa yang belum dilakukan” yaitu meminta penjagaan Allah kepadanya agar tidak melakukan hal yang buruk dimasa mendatang atau berlindung kepada-Nya dari imbas perbuatan buruk yang dikerjakan orang lain (lihat Faidh Al Qodir 2/107)

53Doa Berlindung Dari Ilmu Yang Tidak Bermanfaat Dan Hati Yang Tidak Khusyu’, Jiwa Yang Tidak Pernah Puas Dan Doa Yang Tidak Mustajab
﴿١﴾اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا ﴿٢﴾.اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَعَمَلٍ لَا يُرْفَعُ، وَقَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَقَوْلٍ لَا يُسْمَعُ
1.Allaahumma innii a'uudzu bika min 'ilmin laa yanfa', wa min qolbin laa yakhsya', wa min nafsin laa tasyba', wa min da'watin laa yustajaabulahaa. 2.Allaahumma innii a'uudzu bika min 'ilmin laa yanfa', wa 'amalin laa yurfa', wa qolbin laa yakhsya', wa qoulin laa yusma'.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak merasa kenyang (puas)(109) dan dari doa yang tidak dikabulkan”(110) “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, amal yang tidak diangkat(111), hati yang tidak khusyuk, dan ucapan yang tidak didengar(112)”(113)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(109) Yaitu jiwa yang tidak pernah kenyang mengejar dunia termasuk dalam makna doa ini juga adalah berlindung dari terlalu banyak makan dan tidak pernah merasa kenyang. (lihat Syarhu Ad-Duaa’ min Al-Kitab wa As-Sunnah karya Mahir bin Abdul Humaid hal. 415), (110) HR. Muslim no. 2722 dari Zaid bin Arqam. (111) Yaitu amalnya tidak diterima disisi Allah ﷻ karena tidak terpenuhi syarat diterimanya amalan dan syarat terkabulnya doa di antara syarat tersebut yang paling inti adalah Ikhlas dan Mutaba’ah (mencontoh Nabi ﷺ) dan Allah ﷻ senantiasa naik kepada-Nya amalan-amalan saleh, Allah ﷻ berfirman yang artinya, “Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya” QS Fatir : 10 (lihat Syarhu Ad-Duaa’ min Al-Kitab wa As-Sunnah karya Mahir bin Abdul Humaid hal. 541 (112) Ucapan disini termasuk didalamnya doa dan dzikir dan maksud dari “tidak didengar” adalah tidak diijabahi karena Allah adalah Dzat yang Maha Mendengar, tidak diijabahi karena tidak terkumpul padanya syarat terkabulnya doa sebagaimana penjelasan yang lalu. (lihat Syarhu Ad-Duaa’ min Al-Kitab wa As-Sunnah karya Mahir bin Abdul Humaid hal. 541) ]) (113) HR. Ibnu Hibban no.2440 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Sahih Mawari Dzom’an 2/454 no.2066.

54Doa Berlindung Dari Kecelakaan Dan Kematian Yang Mengerikan
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَرَمِ، وَالتَّرَدِّي، وَالْهَدْمِ، وَالْغَمِّ، وَالْغَرَقِ، وَالْحَرَقِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِيَ الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا
Allaahumma innii a'uudzu bika minal haromi, wat-taroddii, wal hadmi, wal ghommi, wal ghoroqi wal harqi, wa a'uudzu bika an yatakhobbathonisy-syaithoonu 'indal mauti, wa an amuta fii sabiilika mudbiron, wa a'uudzu bika an amuuta ladiighon.
“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari pikun, terjatuh dari ketinggian, keruntuhan bangunan, kedukaan, tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari penyesatan setan saat kematian, aku berlindung kepada-Mu dari terbunuh dalam keadaan lari (dari medan perang), dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena tersengat binatang berbisa”(114)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(114) HR. Abu Dawud (1552) dan An-Nasai (5531) dan disahihkan oleh Al-Albany dalam Sahih Sunan Abi dawud 425/1 dan Sahih Sunan An-Nasa’I 3/1123.

55Doa Agar Tidak Tersesat
اَللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِعِزَّتِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْ تَضِلَّنِيْ، أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ وَالْجِنُّ وَاْلِإنْسُ يَمُوْتُوْنَ
Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu, Allaahumma inii a’uudzu bi’izzatika laa ilaaha illaa anta an tadhillanii, antal hayyul ladzii laa yamuutu wal jinnu wal insu yamuutuun
“Ya Allah kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepadaMu aku bertawakal, kepada-Mu aku bertobat, dan demi-Mu aku berdebat. Ya Allah aku berlindung dengan kemuliaan-Mu dari Engkau sesatkan aku, tidak ada ilaah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau Maha Hidup dan tidak akan mati, sedangkan jin dan manusia pasti akan mati”(115)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(115) HR. Muslim no. 2719.

Text, translation and takhrij from bekalislam.online — Bekal Islam, Ustadz Firanda Andirja.