“Tidak ada Ilah yang berhak untuk diibadahi selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan segala pujian. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu.” (16)(17)(18)(19)
Translation shown in Indonesian — no English translation is available in this corpus.
Guidance: Dibaca 1x atau 10x atau 100x atau lebih 100x
Ini adalah dzikir terbaik yang diucapkan oleh Nabi Muhammad dan para nabi sebelumnya. Nabi bersabda :
وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Sebaik-baik yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah : Laa ilaah illallah wahdahu laa syariika lahu….dst” (HR At-Tirmidzi no 3585 dan dihasankan Al-Albani)
Karena kalimat tauhid inilah Allah menciptakan manusia dan jin, serta menciptakan langit dan bumi. Karena kalimat inilah Allah mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab suci. Barangsiapa yang merealisasikan kalimat ini dalam kehidupannya maka ia adalah orang yang bahagia di dunia lebih-lebih di akhirat. (Atau dibaca 10 x)HR Ahmad no 8719 dari sahabat Abu Huroiroh dan dishahihkan oleh Al-Albani (lihat As-Shahihah 6/134 no 2563)
REFERENCE
(16) Dari sahabat Abu ‘Ayyaasy : HR. Abu Daud no. 5077, An-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 27 dan dishahihkan oleh Al-Albani
(17) HR Ahmad no 8719 dari sahabat Abu Huroiroh dan dishahihkan oleh Al-Albani (lihat As-Shahihah 6/134 no 2563)
(18) Diriwayatkan dari 2 sahabat :
Dari sahabat Abu Huroiroh : HR Al-Bukhari no 3293 dan Muslim no 2691
Dan dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Aash : HR. Ahmad no 6740, An-Nasaa’i dalam As-Sunan Al-Kubro no 10335 dan Amalul yaum wal Lailah no 575, At-Thobroni di Ad-Du’a no 333, Ibnu As-Sunni di Amalul yaum wal Lailah no 75, dan sanadnya dishahihkan oleh para pentahqiq al-Musnad
(19) Karena di akhir hadits Nabi berkata :
وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ
“Dan tidak ada seorangpun yang bisa beramal lebih baik dari yang ia amalkan (yaitu yang berdzikir 100 kali-pen) kecuali seseorang yang beramal lebih dari itu (HR Al-Bukhari no 3293 dan Muslim no 2691).