Allahulaa ilahaaillahuwal hayyul qoyyuum, laa ta khudzuhu sinatuwwalaanauum, lahu maa fissamaawaati wamaa fil ard, man dzalladzii yasy fa'u 'indahu illaa bi idznih, ya'lamumaa bayna aydiihim wamaa khulfahum, walaa yuhiithuuna bisyai immin 'ilmihi illa bimaasyaa, wa si'a kursiyyuhussamaawaati wal ard, walaa yauudhuhu hifdzhuhuma wahuwal 'aliyyul 'adzhiim
“Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255) (23)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(23) Diriwayatkan dari dua sahabat :
1.Abu Huroiroh : HR An-Nasai di As-Sunan Al-Kubro no 7963 dan Amalul Yaum wal Lailah no 958 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah 7/480 no 3162, tentang kisah Syaitan yang ditangkap oleh Abu Huroiroh tatkala mencuri harta sedekah. Lalu syaitan berkata kepadanya :
آيَة الْكُرْسِيّ إقرأها عِنْد كل صباح وَمَسَاء
“Ayatul Kursiy, bacalah setiap pagi dan petang”
2.Ubay bin Ka’ab : tentang kisah Jin yang mencuri kurma milik Ubay bin Ka’ab. Lalu jin tersebut ditangkap oleh beliau, dan Jin tersebut berkata tentang ayatul Kursiy :
مَنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُصْبِحَ، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُمْسِيَ
“Barangsiapa yang membacanya tatkala petang maka ia akan dilindungi dari kami (golongan jin) hingga subuh. Dan barangsiapa yang membacanya tatkala pagi maka ia akan dilindungi dari kami hingga petang”.
Lalu Ubay bin Ka’ab bertanya kepada Nabi tentang perkataan jin tersebut, lalu Nabi berkata : صَدَقَ الْخَبِيثُ “Telah benar makhluk buruk tersebut” (lihat takhrijnya secara detail oleh Al-Albani di as-Shahihah 7/738 no 3245, dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
“Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada- Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”(QS. Al-Ikhlash: 1-4)(24)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"
“Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”(QS. Al-Falaq: 1-5) (25)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
“Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An-Naas: 1-6) (26)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
Ashbahnaa 'alaa fithrotil islam wa 'alaa kalimatil ikhlas wa 'alaa diini nabiyyinaa muhammad shallahu 'alaihi wasallam wa 'alaa millati abiinaa ibrohiim haniifam muslimaw wa maa kaana minal musyrikiin.
"Di waktu pagi kami berada di atas fitrah Islam, di atas kalimat ikhlas (syahadatain), di atas agama Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, dan di atas agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.”(3)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta khalaqtani wa ana 'abduka
Wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu A'udzu bika min syarri ma shana'tu. Abu'u laka bini'matika 'alayya wa abu'u laka bidzanbi Faghfirli innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta
“Ya Allah! Engkau adalah Rabb ku, tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui memikul dosaku. Karena itu, ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."(9)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
Allahumma bika ashbahnaa, wa bika amsainaa, wa bika nahyaa, wa bika namuutu wa ilaikannusyuur
“Ya Allah, dengan Engkaulah kami memasuki waktu pagi, dan dengan Engkaulah kami memasuki waktu sore. Dengan Engkaulah kami hidup dan dengan Engkaulah kami mati. Dan kepada-Mu kami dibangkitkan.”(7)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
Ashbahnaa wa ashbahalmulku lillah, walhamdulillah, laa ilaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahulmulku walahulhamdu, wahuwa 'ala kuli syai in qodiir. Robbi asaluka khoiro maa fii hadzaal yaum wa khoiro maa ba'dahu, wa a'uudzubika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba'dahu. Robbi a'uudzubika minal kasali wa suu il kibar. Robbi a'uudzubika min 'adzaabin fiinnaari wa 'adzaabin filqobr
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Ya Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Ya Rabb ku! Aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan kubur.” (8)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
“Ya Allah, berilah keselematan pada badanku. Ya Allah, berilah keselamatan pada pendengaranku. Ya Allah berilah keselamatan pada penglihatanku, tiada Ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau.” (11 )
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(11)HR. Abu Daud no. 5090, Ahmad dalam Musnadnya no. 20430, al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrod no.701, dan dihasankan (hasan lighoirihi) oleh Al-Albani, Syu’aib Al-Arna’uth dan para pentahqiq al-Musnad karena mutabaah dan syawahid.
Allahumma faatirossamaawaati wal ard,'aalimal ghoibi wasysyahaadati robbi kulli syai in wamaliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta, a'uudzubika min syarri nafsii, wamin syarrisysyaithoni wa syirkih, wa an aqtarifa 'ala nafsii suuan au ajurruhu ila muslim
“Ya Allah! Rabb Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nampak, Rabb segala sesuatu dan Pemiliknya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, dan setan dan kesyirikannya, atau aku menjalankan kejelekan terhadap diriku atau mendorong orang Islam kepadanya. ”(12)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
“Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Maha Tegak, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan-Mu, perbaikilah segala urusanku dan jangan Engkau limpahkan aku kepada diriku walau sekejap mata.”(13)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(13)HR. An-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.575, al-Hakim dalam Mustadrak(1/545), dan dishahihkan oleh Al-Albani, lihat Shahih At-Targhib wa Tarhib no.661
Bismillahi laa yadhurru ma'asmihi syai un fil ardi wa laa fiissamaai wahuwassamii'ul 'aliim
“Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(13)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(13) HR. An-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.575, al-Hakim dalam Mustadrak(1/545), dan dishahihkan oleh Al-Albani, lihat Shahih At-Targhib wa Tarhib no.661
Allahumma inni asaluka al'aafiyata fiiddunyaa wal akhiroh, Allahumma innii asalukal'afwa wal'aafiyata fii diinii wa dunyaaya wa ahlii wa maalii, Allahummastur 'aurootii wa aamin rou'aatii, Allahummahfadznii minbainii yadayya, wamin kholfihii, wa 'anyamiinii, wa'ansyimaalii, wamin fauqii, wa a'uudzubi'adzhomatika an ughtaala min tahtii
“Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agamaku, (kehidupan) duniaku, keluargaku dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan berilah ketenteraman dihatiku. Ya Allah! Peliharalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak mendapat bahaya dari bawahku.” (10)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
أسْتَغْفِرُ اللهَ atau
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ atau
رَبِّ اغْفِرْ لي وتُبْ عليَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Astaghfirullah Ini adalah lafal yang paling singkat dalam beristghfar, dan boleh beristighfar dengan lafal-lafal yang lainnya yang diajarkan oleh Nabi, seperti
Astaghfirullah wa atuubu ilaihi atau
Robbighfirli watub ‘alaiyya innak antat tawwaburrahiim
“Aku memohon ampun kepada Allah.”(20)
Artinya : "Aku memohon maghiroh Allah dan aku bertaubat kepadaNya."(21 )
Artinya : "Ya Rabbku ampunilah aku dan bimbinglah aku untuk bertaubat (atau terimalah taubatku) sesungguhnya Engkau adalah Maha penerima taubat dan Maha Rahmat."(22)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(20) Hal ini berdasarkan sabda Nabi :
مَا أَصْبَحْتُ غَدَاةً قَطُّ إِلَّا اسْتَغْفَرَتُ اللَّهُ فِيهَا مِائَةَ مَرَّةٍ
“Tidaklah aku di pagi hari kecuali aku memohon ampunan kepada Allah di pagi hari tersebut 100 kali” (HR An-Nasai di As-Sunan Al-Kubro no 10202 dan di Amalul yaum wal Lailah no 441, At-Thobroni di Ad-Du’a no 1809 dan al-Mu’jam al-Awshoth no 3737, dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah 4/130 no 1600)
(21) HR Muslim no 484
(22) HR Abu Dawud no 1516 dan dishahikan oleh Al-Albani
“Tidak ada Ilah yang berhak untuk diibadahi selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan segala pujian. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu.” (16)(17)(18)(19)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
Guidance: Dibaca 1x atau 10x atau 100x atau lebih 100x
(16) Dari sahabat Abu ‘Ayyaasy : HR. Abu Daud no. 5077, An-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 27 dan dishahihkan oleh Al-Albani
(17) HR Ahmad no 8719 dari sahabat Abu Huroiroh dan dishahihkan oleh Al-Albani (lihat As-Shahihah 6/134 no 2563)
(18) Diriwayatkan dari 2 sahabat :
Dari sahabat Abu Huroiroh : HR Al-Bukhari no 3293 dan Muslim no 2691
Dan dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Aash : HR. Ahmad no 6740, An-Nasaa’i dalam As-Sunan Al-Kubro no 10335 dan Amalul yaum wal Lailah no 575, At-Thobroni di Ad-Du’a no 333, Ibnu As-Sunni di Amalul yaum wal Lailah no 75, dan sanadnya dishahihkan oleh para pentahqiq al-Musnad
(19) Karena di akhir hadits Nabi berkata :
وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ
“Dan tidak ada seorangpun yang bisa beramal lebih baik dari yang ia amalkan (yaitu yang berdzikir 100 kali-pen) kecuali seseorang yang beramal lebih dari itu (HR Al-Bukhari no 3293 dan Muslim no 2691).
(6) HR Ibnu As-Sunni di ‘Amal al-yaum wa al-lailah no 54, dari Ummu Salamah dan dihasankan oleh pentahqiq kitab ‘Amal al-yaum wa al-lailah yaitu dengan lafal :
كَانَ إِذَا أَصْبَحَ قَالَ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا»
Nabi kalau di pagi hari beliau berkata : Allahumma inni asaluka ‘ilman naafi’an…
Lafal ini umum menunjukan bolehnya dzikir ini dibaca kapan saja yang penting di pagi hari.
Namun telah datang riwayat dari Ummu Salamah yang menunjukan bahwa dzikir ini dibaca setelah shalat subuh. Lafalnya sebagai berikut :
كَانَ يَقُولُ إِذَا صَلَّى الصُّبْحَ حِينَ يُسَلِّمُ
Nabi mengucapkannya setelah shalat subuh yaitu setelah salam (HR Ahmad no 26602 dan Ibnu Majah No 925, pada sanadnya ada perawi yang mubham yaitu maula Ummu Salamah, namun hadits ini banyak jalannya sehingga dihasankan oleh oleh Ibnu Hajar dalam Nataaijul Afkaar fi Takhriij Ahaadiits Al-Adzkaar 2/312 dan dishahihkan oleh Al-Albani)
Text, translation and takhrij from bekalislam.online — Bekal Islam, Ustadz Firanda Andirja.