Membaca Tasbih

Dzikir Pagi · no. 18 · From the corpus

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ.
Subhanallah wa bihamdih 'adada khalqihi wa ridho nafsihi wa zinata 'arsyihi wa midada kalimaatih
“Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh keridhoan-Nya, seberat timbangan ‘arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (15)

Translation shown in Indonesian — no English translation is available in this corpus.

0 / 3
HOW TO MEMORISE
Explanation
(sebanyak makhluk-Nya…dst) maksudnya adalah Allah berhak untuk ditasbih sejumlah tersebut, bukan maksudnya seorang hamba memuji Allah sejumlah bilangan tersebut, karena amal dan perbuatan seorang hamba sangat terbatas. (Majmuu’ Al-Fataawaa 33/12). maksud dari bilangan tersebut yaitu Allah berhak untuk ditasbih tanpa batas. Karena (sebanyak makhluk-Nya), sementara jumlah makhluk yang ada ditambah yang akan diciptakan Allah tiada penghujungnya. Demikian pula (sejauh keridoan-Nya) sementara sifat Maha Ridlo Allah tiada batasnya. Jika karunia-Nya, keberkahan-Nya, pahala-Nya, dan kebaikan-Nya tanpa batas, sedangkan semua itu adalah buah dari sifat ridho-Nya maka bagaimana lagi dengan sifat ridho itu sendiri?. (seberat timbangan ‘arsy-Nya) dan ‘arsy adalah makhluk Allah yang paling berat, maksudnya jika seandainya ada yang lebih berat lagi dari ‘arsy maka itulah yang menimbang tasbih. (sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya) dan kita tahu bahwa kalimat Allah tiada penghujungnya, demikian pula seandainya ada tinta yang digunakan untuk menulis Allah tentu tiada penghujungnya juga. (lihat al-Manaar al-Muniif, karya Ibnul Qoyyim hal 37)
REFERENCE

(15) HR. Muslim No. 2726

Source: bekalislam.online — Bekal Islam, Ustadz Firanda Andirja.