(sebanyak makhluk-Nya…dst) maksudnya adalah Allah berhak untuk ditasbih sejumlah tersebut, bukan maksudnya seorang hamba memuji Allah sejumlah bilangan tersebut, karena amal dan perbuatan seorang hamba sangat terbatas. (Majmuu’ Al-Fataawaa 33/12). maksud dari bilangan tersebut yaitu Allah berhak untuk ditasbih tanpa batas. Karena (sebanyak makhluk-Nya), sementara jumlah makhluk yang ada ditambah yang akan diciptakan Allah tiada penghujungnya. Demikian pula (sejauh keridoan-Nya) sementara sifat Maha Ridlo Allah tiada batasnya. Jika karunia-Nya, keberkahan-Nya, pahala-Nya, dan kebaikan-Nya tanpa batas, sedangkan semua itu adalah buah dari sifat ridho-Nya maka bagaimana lagi dengan sifat ridho itu sendiri?.
(seberat timbangan ‘arsy-Nya) dan ‘arsy adalah makhluk Allah yang paling berat, maksudnya jika seandainya ada yang lebih berat lagi dari ‘arsy maka itulah yang menimbang tasbih. (sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya) dan kita tahu bahwa kalimat Allah tiada penghujungnya, demikian pula seandainya ada tinta yang digunakan untuk menulis Allah tentu tiada penghujungnya juga. (lihat al-Manaar al-Muniif, karya Ibnul Qoyyim hal 37)