Doa ini adalah wasiyat Rasulullah kepada Mu’adz bin Jabal agar jangan pernah meninggalkannya setiap selesai shalat, karena didalamnya terkandung penyandaran hati yang sempurna dari seorang hamba kepada penciptaNya dalam setiap perkaranya. Ketika seorang hamba meminta pertolongan kepada Allah dalam setiap perkaranya menunjukkan betapa lemahnya dirinya, bahkan untuk dapat senantiasa berdzikir atau mengingat penciptanya, bersyukur atas setiap nikmat yang telah diberikan kepadanya juga untuk beribadah dengan baik semuanya tidak lepas dari pertolongan Allah. Ketika seorang hamba sadar bahwa tiada daya dan upaya yang bisa memberikannya kekuatan untuk melakukan itu semua maka hilanglah dari dirinya sikap takjub dan ujub atas semua yang berhasil ia kerjakan, karena semua itu tidak lepas dari apa Allah berikan kepadanya. Dan ini adalalah salah satu kandungan ayat yang sering kita baca dalam shalat kita “إياك نستعين” (Hanya kepada Engkau lah kami meminta pertolongan) karena pertolongan yang hakiki hanya berasal dari Allah.