“Aku minta ampun kepada Allah,”
“Ya Allah, Engkau Maha Selamat, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.” (2)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir, Allahumma laa maani’a limaa a’thoyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.
“Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan” (1)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyaah. Lahun ni’mah wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaaul hasan.
Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.
“Tiada sesembahan (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada sesembahan (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Hanya milik-Nya segal nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada sesembahan (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama benci.” (1)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir .
“Tiada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan, bagi-Nya segala puja. Dia-lah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.” (1)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(1) HR. At-Tirmidzi Dalam Sunannya 5/392 No. 3474 Dan An Nasa-I Dalam Sunannya 9/215 No. 10339.]) (dibaca 10 x setelah shalat subuh dan shalat maghrib)
Subhanallah (33x)
Al hamdulillah (33x)
Allahu akbar (33 x)
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
"Maha Suci Allah."
"Segala puji bagi Allah."
"Allah Maha Besar."
"Tidak ada Tuhan selain Allah, Dia satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (1)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik)” (2)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(1) Berdasarkan Hadits ‘Abdurrahman bin Abza, beliau berkata:
" أَنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ فِي الْوِتْرِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، فَإِذَا سَلَّمَ قَالَ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ، وَرَفَعَ بِهَا صَوْتَهُ " -وفي رواية- يطولها ثلاثا -وفي رواية- يمد بالآخرة صوته.
“Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika shalat witir membaca SabihismaRabbikal A’la dan Qul Yaa Ayyuhal Kafirun dan Qul Huwallahu Ahad, dan ketika beliau selesai salam beliau membaca: Subhanal Malikil Quddus 3x dan beliau mengeraskannya. Dan di sebagian riwayat dengan memanjangkan suaranya tiga kali dan di sebagian riwayat: dan beliau memanjangkan suaranya di akhir (yang ketiga).
(H.R. Ahmad No.15362,15355, 15354. Dan selain Ahmad. Dan syaikh Syu’aib Al Arnauth menyatakan: “Haditsnya shohih dan sesuai syarat Bukhori dan Muslim” tahqiq Musnad Ahmad No.15354)
Guidance: Pertama : Shalat-shalat sunnah yang telah datang riwayat yang menunjukan ada dzikir khusus setelah shalat-shalat tersebut, seperti dzikir setelah shalat witir dan setelah shalat dhuha.
Kedua : Shalat-shalat sunnah yang lainnya yang tidak datang riwayat yang shahih tentang dzikir khusus setelah melaksanakannya. Telah datang hadits yang dhaif tentang dzikir setelah shalat qobliyah subuh
Text, translation and takhrij from bekalislam.online — Bekal Islam, Ustadz Firanda Andirja.