← All categories

Doa Haji & Umrah

14 entries · nothing is locked

Learn on the Dua Path
1Niat Haji
اَللَّهُمَّ لَبَّيْكَ حَجًّا
Allahumma labbaika hajjan
"Ya Allah aku memenuhi panggilanmu untuk berhaji" Jika menghajikan orang lain maka setelah mengucapkan lafal di atas maka ditambahkan عَنْ (án) lalu menyebutkan namanya. Contoh menghajikan Faisal bin Ahmad maka ketika di miqot mengucapkan اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ حَجًّا عَنْ فَيْصَل بْنِ أَحْمَدَ

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

2Niat Umroh
اَللَّهُمَّ لَبَّيْكَ عُمْرَةً
Allahumma Labbaika Umroh
"Ya Allah aku memenuhi panggilanMu untuk umroh." Jika mengumrohkan orang lain maka setelah mengucapkan lafal di atas maka ditambahkan عَنْ (án) lalu menyebutkan namanya. Contoh mengumrohkan Faisal bin Ahmad maka ketika di miqot mengucapkan اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ عُمْرَةً عَنْ فَيْصَل بْنِ أَحْمَدَ

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Guidance: Ketika di miqot mengucapkan
3Bacaan Talbiyah
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
Labbaikallaahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan-ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak.
"Ya Allah aku memenuhi panggilanMu untuk umroh." Jika mengumrohkan orang lain maka setelah mengucapkan lafal di atas maka ditambahkan عَنْ (án) lalu menyebutkan namanya. Contoh mengumrohkan Faisal bin Ahmad maka ketika di miqot mengucapkan اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ عُمْرَةً عَنْ فَيْصَل بْنِ أَحْمَدَ

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

1. إِجَابَةً لَكَ بَعْد إِجَابَةٍ Aku memenuhi panggilan-Mu dan aku memenuhi panggilan-Mu 2. اِنْقَدْتُ لَكَ وَسَعَتْ نَفْسِي لَكَ خَاضِعَةً ذَلِيلَةً Aku tunduk kepada-Mu dan jiwaku lapang untuk-Mu dalam kondisi rendah dan hina untuk-Mu 3. أَنَا مُقِيْمٌ عَلَى طَاعَتِكَ مُلَازِمٌ لَهَا Aku senantiasa tetap dalam ketaatan kepada-Mu dan selalu melazimi ketaatan tersebut 4. مُوَاجِهَتُكَ بِمَا تُحِبُّ مُتَوَجِّهٌ إِلَيْكَ Aku menghadap dan menuju kepada-Mu dengan apa yang Engkau cintai 5. حُبًّا لَكَ بَعْدَ حُبٍّ Aku datang karena mencinta-iMu dan mencintai-Mu 6. أَخْلَصْتُ لُبِّي وَقَلْبِي لَكَ Aku memrunikan hatiku dan pikiranku hanya untuk-Mu 7. فِي حَالٍ وَاسِعَةٍ مُنْشَرِحِ الصَّدْرِ Aku mendatangi-Mu dalam kondisi hati yang lapang 8. اِقْتِرَابًا إِلَيْكَ بَعْدَ اِقْتِرَابٍ كَمَا يَتَقَرَّبُ الْمُحِبُّ مِنْ مَحْبُوْبِهِ Aku terus mendekatkan diriku kepada-Mu sebagaimana seorang pecinta yang mendekat kepada yang dia cintai (lihat Hasyiat Ibnil Qoyyim álaa sunan Abi Dawud 5/175-176) Kedelapan makna di atas menunjukan seseorang yang mengucapkan talbiyah benar-benar fokus kepada Allah, menuju Allah, memenuhi panggilan Allah dengan hati yang lapang, gembira, yang dipenuhi rasa cinta dan rindu. Adapun makna : إِنَّ الحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالمُلْكَ، لاَ شَرِيكَ لَكَ “Sesungguhnya pujian dan kenikmatan hanya milikMu, dan kerajaan hanyalah milikMu, tiada sekutu bagiMu” Digandengkannya antara الحَمْدَ (pujian) dan النِّعْمَةَ (kenikmatan) pada ucapan إِنَّ الحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ, sementara وَالمُلْكَ (kepemilikan) disendirikan, karena pujian kepada Allah diantaranya karena kenikmatan-kenikmatan yang Allah berikan . Seakan-akan seorang yang bertalibiyah berkata, “Tidak ada pujian yang sesungguhnya kecuali hanya kepadaMu karena seluruh kenikmatan sesungguhnya hanyalah dariMu” (lihat Fathul Baari 3/409) Seseorang tatkala mengucapkan talbiyah hendaknya benar-benar meresapi bahwasanya seluruh kenikmatan, anugrah, kemudahan, keimanan, dan berbagai macam karunia yang tidak terhingga semuanya dari Allah. Allah berfirman : وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya) (QS An-Nahl : 53) Adapun وَالمُلْكَ (kepemilikan hanya kepadaMu), hal itu karena hanya Allah yang menciptakan alam semesta, tidak ada sesuatupun selain Allah yang bisa menciptakan . Allah berfirman : يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah (QS Al-Hajj : 73) Jika seluruh sesembahan selain Allah berkumpul, baik yang disembah adalah malaikat, para nabi, para orang shalih, dan juga para jin untuk bersatu padu menciptakan lalat maka mereka tidak bakal mampu. Jangankan menciptakan lalat, bahkan menciptakan biji-bijian yang ditanam akan bertunas tumbuh maka mereka tidak bakal mampu melakukannya. Dalam hadits qudsi Allah berkata : وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ كَخَلْقِي، فَلْيَخْلُقُوا حَبَّةً، وَلْيَخْلُقُوا ذَرَّةً “Dan siapakah yang lebih dzolim dari orang yang hendak menciptakan seperti ciptaanku?. Maka hendaknya mereka menciptakan biji dan hendaknya mereka menciptakan semut” (HR Al-Bukhari no 5953) Maka semua yang ada di alam semesta ini pada hakikatnya adalah milik Allah, karena Allah-lah yang menciptakannya. Dari sini kita bisa menyadari bahwa sesungguhnya kandungan kalimat talbiyah adalah tauhid kepada Allah. Pengakuan bahwa hanya Allah yang menciptakan, yang memiliki, yang memberikan kenikmatan, karenanya hanya kepadaNya-lah ibadah ditujukan. Jabir mensifati talbiyah Nabi dengan tauhid. Jabir berkata : فَأَهَلَّ بِالتَّوْحِيدِ «لَبَّيْكَ اللهُمَّ، لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ، وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ» “Maka Nabipun bertalbiyah dengan tauhid, Labbaik Allahumma Labbaiik….” (HR Muslim no 1218) Ini adalah syiár para jamaah haji -talbiyah yang merupakan syiár tauhid-, yang disunnahkan untuk diucapkan dengan suara yang keras. Nabi shallallahu álaihi wasallam bersabda : أَتَانِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ فَقَالَ: أَنْ آمُرَ أَصْحَابِي، أَوْ مَنْ مَعِي أَنْ يَرْفَعُوا أَصْوَاتَهُمْ بِالتَّلْبِيَةِ “Jibril ‘alaihis salam datang kepadaku lalu memerintahkan aku agar aku memerintahkan para sahabatku atau yang sedang bersamaku untuk mengeraskan suara mereka dengan talbiyah” (HR Ahmad no 16567, Ibnu Majah no 2922, Abu Dawud no 1814, at-Tirmidzi no 829 dan An-Nasaai no 2753) Abu Saíd al-Khudri berkata : خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَصْرُخُ بِالْحَجِّ صُرَاخًا “Kami keluar/bersafar bersama Rasulullah shallallahu álaihi wasallam, kami sungguh berteriak dengan talbiyah haji” (HR Muslim no 1247) Namun teriakan talbiyah adalah dengan teriakan yang wajar yang tidak memudorotkan diri sendiri, adapun wanita cukup dengan suara yang lirih yang didengarnya sendiri, karena suara wanita bisa menimbulkan fitnah (lihat penjelasan An-Nawawi dalam Al-Minhaaj 8/232) Kalimat talbiyah adalah dzikir yang paling banyak diucapkan oleh Jamaáh haji, mereka mengucapkannya tatkala di Mina, di Muzdalifah, di padang ‘Árofah, dan menjelang melempar Jamarot. Rasulullah juga bersabda : مَا أَهَلَّ مُهِلٍّ قَطٌّ وَلاَ كَبَّرَ مُكَبِّرٌ قَطٌّ إِلاَّ بُشِّرَ بِالْجَنَّةِ “Tidaklah seorangpun yang berihlaal (bertalbiyah) dan tidak pula seorangpun yang bertakbir kecuali diberi kabar gembira dengan surga” (HR At-Thobroni dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 1621) Kalimat “talbiyah” kalimat yang menandakan seseorang keluar dari dunia menuju akhirat, yang ia nyatakan dari lubuk hatinya yang paling dalam ingin memenuhi panggilan Allah. Ungkapan yang menjiwai ini mempengaruhi apa-apa yang ada di sekitarnya sehingga ikut bertalbiyah bersamanya. Nabi shallallahu áliahi wasallam bersabda : مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُلَبِّي إِلَّا لَبَّى مَنْ عَنْ يَمِينِهِ وَشِمَالِهِ: مِنْ حَجَرٍ أَوْ شَجَرٍ أَوْ مَدَرٍ حَتَّى تنقطِعَ الأرضُ منْ ههُنا وههُنا “Tidaklah seorang muslimpun yang bertalbiyah kecuali bertalbiyah juga semua yang ada di kanan dan kirinya, baik batu, pohon, atau tanah lihat, hingga di penjuru bumi dari arah sana dan sana” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami’ no 5570) Talbiyah disunnahkan tatkala umroh dimulai sejak berihram di miqot hingga tatkala mulai thowaf. Karena talbiyah artinya memenuhi panggilan menuju ka’bah, dan tatkala tiba di ka’bah dan hendak thowaf maka talbiyah dihentikan karena sudah sampai tujuan, dan diganti dengan dzikir thowaf. Adapun tatkala haji, maka talbiyah dimulai sejak berihram hingga awal melempar jamrotul áqobah pada tanggal 10 dzulhijjah, dan dzikirnya berubah menjadi takbir. Semakin banyak talbiyah seorang yang sedang berhaji maka semakin tinggi kualitas hajinya. Nabi pernah ditanya, أَيُّ الحَجِّ أَفْضَلُ “Haji apakah yang paling afdol?”, maka Beliau menjawab العَجُّ وَالثَّجُّ “Yang paling banyak mengangkat suara dalam bertalbiyah dan yang paling banyak menyembelih hewan hadyu” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 1500) Karena betapa banyak jamaáh haji yang kurang bertalbiyah, kurang mengangkat suara mereka tatkala bertalbiyah. Dan masih banyak jamaáh haji yang menghabiskan waktu mereka pada obrolan-obrolan yang tidak bermanfaat.

4Doa masuk masuk kota Mekah, Madinah dan Jedah
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، وَرَبَّ اْلأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ، وَرَبَّ الشَّيَاطِيْنِ وَمَا أَضْلَلْنَ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ. أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَـٰذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا، وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا
Allaahumma robbas-samaawaatis-sab'i wa maa azhlalna, wa robbal arodhiinas-sab'i wa maa aqlalna, wa robbasy-syayaathiini wa maa adhlalna, wa robbar-riyaahi wa maa dzaroina. As-aluka khoiro haadzihil quryati wa khoiro ahlihaa, wa khoiro maa fiihaa, wa a'uudzu bika min syarrihaa wa syarri ahlihaa wa syarri maa fiihaa.
"Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan apa yang dinaunginya, Tuhan penguasa tujuh bumi dan apa yang di atasnya, Tuhan yang menguasai setan-setan dan apa yang mereka sesatkan, Tuhan yang menguasai angin dan apa yang diterbangkannya. Aku mohon kepadaMu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan desa ini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya."(2)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(2)HR. Al-Hakim, menurut pendapatnya, hadits tersebut adalah sahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya 2/100, Ibnus Sunni, no. 524. Menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Takhrij Adzkar 5/154: "Hadits tersebut adalah hasan." Bin Baz berkata: Hadits itu diriwayatkan pula oleh An-Nasai dengan sanad yang hasan. Lihat Tuhfatul Akhyar, hal. 37)

5Doa Masuk Masjidil Haram
أَعُوْذُ بِاللَّهِ الْعَظِيْمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، (بِسْمِ اللَّهِ، وَالصَّلاَةُ) (وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ) اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
A'uudzu billaahil 'azhiim, wa biwajhihil kariim, wa sulthoonihil qodiim, minasy-syaithoonir-rojiim, (bismillaah, wash-sholaaatu) (was-salaamu 'alaa rosuulillaah) allaahummaftah lii abwaaba rohmatik.
"Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajahNya Yang Mulia dan kekuasaanNya yang abadi, dari setan yang terkutuk.(3).Dengan nama Allah dan semoga shalawat.(4).dan salam tercurahkan kepada Rasulullah.(5).Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmatMu untukku(6)."

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(3) HR. Abu Dawud, lihat Shahih Al-Jami' no.4591 (4) HR. Ibnu As-Sunni no.88, dinyatakan Al-Albani "hasan" (5) HR. Abu Dawud, lihat Shahih Al-Jami' 1/528 (6) HR. Muslim 1/494. Dalam Sunan Ibnu Majah, dari hadits Fathimah "Allaahummagh fir li dzunubi waftahli abwaba rahmatik", Al-Albani menshahihkannya karena beberapa shahid. Lihat Shahih Ibnu Majah 1/128-129

6Doa Ketika Melihat Ka’bah
اللهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ
Allahumma antas salaam wa minkas salaam fahayyinaa rabbanaa bis salaam
“Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah As-Salaam (Yang suci/selamat dari segala aib dan kekurangan), dan dariMu-lah keselamatan, maka sambutlah kami wahai Rab kami dengan keselamatan” (7)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Guidance: Saíd bin al-Musayyib rahimahullah (seorang ulama tabiín) jika masuk ke masjidil haram dan melihat ka’bah maka beliau berkata
Show the takhrij

(7)Atsar riwayat Ibnu Abi Syaibah di al-Mushonnaf 7/102 dan al-Baihaqi di As-Sunan al-Kubro 5/73 dengan sanad yang shahih.

7Bertakbir Setiap Datang Ke Hajar Aswad
An instruction, not a specific lafal.
Show the takhrij

(8)HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 3/476, maksud "sesuatu" adalah tongkat. Lihat Al-Bukhari dengan Fathul Bari 3/472

8Doa Antara Bacaan Rukun Yamani Dan Hajar Aswad
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Robbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar.
"Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari adzab neraka."(9) Peringatan : Selain doa antara rukun yamani dan hajar aswad maka tidak ada doa khusus, maka silahkan bebas untuk berdoa dengan doa apapun, yang penting khusyu’ dan konsentrasi ketika berdoa meminta kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat.

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(9)HR. Abu Dawud 2/179, Ahmad 3/411 dan Al-Baghawi dalam Syarh As-Sunnah 7/128. Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan dalam Shahih Abi Dawud 1/354. Peringatan : Selain doa antara rukun yamani dan hajar aswad maka tidak ada doa khusus, maka silahkan bebas untuk berdoa dengan doa apapun, yang penting khusyu’ dan konsentrasi ketika berdoa meminta kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat.

9Doa Ketika Melewati Dua Lampu Hijau Tatkala Saí
اللهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ، وَأَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ
Allahummagh fir warham, wa antal aázzul akrom
“Ya Allah ampuni dan rahmatilah aku, dan Engkau adalah Yang Paling berkuasa dan Yang paling mulia” (10)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Guidance: Ketika melewati dua lampu hijau maka boleh membaca doa yang dibaca oleh Ibnu Mas’ud dan Ibnu Úmar radhiallahu ‘anhumaa
Show the takhrij

Atsar Ibnu Masúud diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam As-Sunan al-Kubro no 9351 dan Atsar Ibnu Umar no 9352, dan kedua atsar ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam Hajjat An-Nabiy hal 119, lihat juga Al-Majmuu’ Syarh Al-Muhadzzab 8/66.)

10Doa Menuju Maqom Ibrahim
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
Wattakhidzuu mim maqoomi ibraahiima musholla
“Dan jadikanlah sebahagian maqom Ibrahim sebagai tempat shalat” (QS Al-Baqoroh : 125)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

11Doa Minum Air Zamzam
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ
Allahumma inni as aluka ílman naafián wa rizqon waasián wa syifaan min kulli daa in
“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang lapang, dan kesembuhan dari segala penyakit”(11)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Guidance: Tidak ada doa khusus yang datang dari Nabi, silahkan berdoa dengan doa apa saja karena Nabi shallallahu álaihi wasallam bersabda, “Air zamzam untuk niat meminumnya” Akan tetapi diriwayatkan dari Ibnu Ábbas ketika minum zamzam ia berdoa
Show the takhrij

(11)HR Ad-Daruqhutni dalam sunannya no 2738, akan tetapi dinilai dhoíf oleh Al-Albani di al-Irwaa’ 4/333 karena pada sanadnya ada perawi yang bernama Al-Hakam yaitu Ibnu Abaan al-Ádani.

12Doa Di Atas Bukit Shafa Dan Marwah
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللَّهِ. أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Innash-shofaa wal marwata min sya'aa-irillah. Abda-u bimaa bada-allaahu bih. Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa 'alaa kulli syai-in qodiir, laa ilaaha illallaahu wahdah, anjaza wa'dah, wa nashoro 'abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah.
Ketika Nabi Shallallahu'alaihi wasallam dekat dengan bukit Shafa, beliau membaca:"Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah termasuk sy'iar agama Allah. Aku memulai sa'i dengan apa yang didahulukan oleh Allah." Kemudian beliau mulai dengan naik ke bukit Shafa, hingga beliau melihat Ka'bah. Lalu menghadap kiblat, membaca kalimat tauhid, bertakbir 3x, lalu membaca:"Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, yang melaksanakan janjiNya, membela hambaNya (Muhammad) dan mengalahkan golongan musuh sendirian." Kemudian beliau berdoa. Beliau membacanya (dzikir di atas dan doa) sebanyak 3x. Di dalam hadits tersebut dikatakan, Nabi Shallallahu'alaihi wasallam juga membaca di Marwah sebagaimana beliau membaca di Shafa.(12)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(12) HR. Muslim 2/888

13Doa Pada Hari Arafah
لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa 'alaa kulli syai-in qodiir.
Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (13)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Guidance: Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: Doa yang terbaik (yang mustajab) adalah di hari Arafah, dan sebaik-baiknya apa yang aku dan para nabi baca, adalah:
Show the takhrij

(13)HR. At-Tirmidzi dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/ 184. Al-Albani menyatakan, hadits tersebut adalah hasan. Lihat pula Al-Ahaditsush Shahihah lil-Albani 4/6.

Text, translation and takhrij from bekalislam.online — Bekal Islam, Ustadz Firanda Andirja.