Pertama:“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin.”(1)
Kedua :“Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hambaMu. Aku telah menzhalimi diriku sendiri dan ku akui dosa-dosaku. Karena itu ampunilah dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Tunjukilah aku akhlak yang paling terbaik. Tidak ada yang dapat menunjukkannya melainkan hanya Engkau. Jauhkanlah akhlak yang buruk dariku, karena sesungguhnya tidak ada yang sanggup menjauhkannya melainkan hanya Engkau. Aka aku patuhi segala perintah-Mu, dan akan aku tolong agama-Mu. Segala kebaikan berada di tangan-Mu. Sedangkan keburukan tidak datang dari Mu. Orang yang tidak tersesat hanyalah orang yang Engkau beri petunjuk. Aku berpegang teguh dengan-Mu dan kepada-Mu. Tidak ada keberhasilan dan jalan keluar kecuali dari Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Kumohon ampunan dariMu dan aku bertobat kepadaMu.”(1)
Ketiga:“Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji”.(1)
Keempat: “Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, tunjukilah aku amal dan akhlak yang terbaik. Tidak ada yang dapat menujukkanku kepadanya kecuali Engkau. Jauhkanlah aku dari amal dan akhlak yang buruk. Tidak ada yang dapat menjauhkanku darinya kecuali Engkau”.(2)
Kelima :“Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-Mu penuh berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau. (1)
Keenam:“Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-Mu penuh berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau, Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah (3x), Allah Maha Besar (3x)” (2)
Ketujuh: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang” (1)
Kedelapan: “Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, pujian yang terbaik dan pujian yang penuh keberkahan di dalamnya” (2)
Kesembilan:“Ya Allah, segala puji bagi Engkau. Engkau pemelihara langit dan bumi serta orang-orang yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau memiliki kerajaan langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau adalah cahaya bagi langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau Raja langit dan bumi dan Raja bagi siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkaulah Al Haq. Janji-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, pertemuan dengan-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, surga itu benar adanya, neraka itu benar adanya, para nabi itu membawa kebenaran, dan Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam itu membawa kebenaran, hari kiamat itu benar adanya. Ya Allah, kepada-Mu lah aku berserah diri.Kepada-Mu lah aku beriman. Kepada-Mu lah aku bertawakal. Kepada-Mu lah aku bertaubat. Kepada-Mu lah aku mengadu. Dan kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah dosa-dosaku. Baik yang telah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan. Baik apa yang aku sembunyikan maupun yang aku nyatakan. Engkaulah Al Muqaddim dan Al Muakhir. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” (1)
Kesepuluh: “Ya Allah, Rabb-nya malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil. Pencipta langit dan bumi. Yang mengetahui hal ghaib dan juga nyata. Engkaulah hakim di antara hamba-hamba-Mu dalam hal-hal yang mereka perselisihkan. Tunjukkanlah aku kebenaran dalam apa yang diperselisihkan, dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk menuju jalan yang lurus, kepada siapa saja yang Engkau kehendaki.”(1)
Kesebelas:
“Allah Maha Besar” 10x
“Segala pujian bagi Allah” 10x
“Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah” 10x
“Aku memohon ampun kepada Allah” 10x
“Ya Allah, ampunilah aku, berilah aku petunjuk, berilah aku rizki, dan berilah aku kesehatan” 10x
“Ya Allah, aku berlindung dari kesempitan di hari kiamat” 10x.(1)
Keduabelas:“Allah Maha Besar. Yang memiliki kerajaan besar, kekuasaan, kebesaran, dan keagungan”(2)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(1)H.R. Bukhari no 744, Muslim no 598, H.R. An Nasa-I dalam assunanul kubro 1/466 no 971
(1) HR. Muslim no 771, HR. Abu Dawud dalam sunan-Nya no 760 2/72
(1)HR. An-Nasa-I dalam assunanul kubro 1/466 no 973. Di shahihkan Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 169.
(1)HR. Muslim no 601, HR. An-Nasaiy dalam As-Sunanul Kubro 1/461 no 962
(1) HR. Bukhari 2/48 no 1120
(1) HR. Muslim no 770
(1) HR. Ahmad dalam musnadnya 36/513, HR. An-Nasaiy dalam as-sunanul kubro 9/322 no 10640, almu’jam al-awsath 8/210 no 8427
(2)HR. An-Nasa-i 1/466 no 972
(2) Shohih ibn Khuzaimah 1/238 no 467
(2) HR. Ahmad dalam musnadnya 38/392, 38/406
Pertama: a’uudzubillaahi minas syaithaanir rajiim.
Kedua: "a’uudzubillaahis samii’il ‘aliimi minas syaithaanir rajiim"
Ketiga :a’uudzubillaahi minas syaithaanir rajiim wa hamzihi wa nafkhihi wa naftsihi
keempat: a’uudzubillaahis samii’il ‘aliimi minas syaithaanir rajiim min hamzihi wa nafkhihi wa naftsihi.
Kelima: “a’uudzubillaahis samii’il ‘aliimi minas syaithaanir rajiim, innahu huwas samii’ul’alim”
Keenam: “asta’iidzu billahi minas syaithaanirrajiim”
Pertama: “aku memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk” (1)
Kedua :“aku memohon perlindungan kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dari setan yang terkutuk.”(1)
Ketiga:“aku memohon perlindungan kepada Allah, dari setan yang terkutuk yaitu dari gangguannya, kesombongannya dan sya’irnya.”(2)
Keempat:“aku memohon perlindungan kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dari setan yang terkutuk yaitu dari gangguannya, kesombongannya dan sya’irnya”. (1)
Kelima:"Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."(2)
Keenam: “aku memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk”(3)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(1)Abdurrazaq dalam Mushannaf-nya 2/75 no 2554, HR. Ahmad dalam Musnad-nya 18/51 no 1147
(1) Sunan Ad-Darimy 2/789 no1275, Sunan Abi Daud 1/206 no 775.
(2) HR. Ahmad dalam Musnad-nya 36/514 no 22176 3
(3)Diantara para salaf yang membaca demikian adalah Ibnu Sirin rahimahullah (Sifatu Shalatin Nabi Litharifi, hal 78). Beliau berdalil dengan ayat: فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاَللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم
“Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk”.
Subḥāna Rabbiyal-‘Aẓīm
Subḥāna Rabbiyal-‘Aẓīmi wa biḥamdih (thalātha marrāt)
Subbuhun qudduus, robbul malaa-ikati war ruuh.
Subhānakallāhumma rabbanā wa bi hamdik. Allāhummaghfir lī.
Allahumma laka raka'tu wa bika aamantu wa laka aslamtu khasya'a laka sam'ii wa basharii wa mukhkhii wa 'adzmii wa 'ashabii.
Allāhumma laka raka‘tu, wa bika āmantu, wa laka aslamtu, wa ‘alayka tawakkaltu, anta rabbī, khasha‘a sam‘ī wa baṣarī, wa damī wa laḥmī, wa ‘aẓmī wa ‘aṣabī lillāhi rabbil-‘ālamīn.
Subḥāna dhil-jabarūti wal-malakūti wal-kibriyā’i wal-‘aẓamah.
Subḥānaka wa biḥamdika, lā ilāha illā anta. Subḥānaka wa biḥamdika, lā ilāha illā anta.
Subḥānaka Allāhumma wa biḥamdika, lā ilāha illā anta
“Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung.”(1)
“Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung dan pujian untuk-Nya.” Ini dibaca tiga kali. (2)
“Maha Suci, Maha Qudus, Rabb-nya para malaikat dan ar-Ruh’ ( yaitu Jibril)”. (3)
“Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, pujian untuk-Mu, ampunilah aku”. (1)
“Ya Allah, untuk-Mu aku rukuk, kepada-Mu aku beriman, untuk-Mu aku berserah diri, kutundukkan kepada-Mu pendengaranku dan penglihatanku, pikiranku, tulang-tulangku dan urat syarafku”. (2)
“Ya Allah, untuk-Mu aku rukuk, kepada-Mu aku beriman, untuk-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku bergantung, Engkau adalah Rabb-ku, kutundukkan kepada-Mu pendengaranku dan penglihatanku, serta darahku, dagingku, tulang-tulangku dan urat syarafku, semua untuk Allah Rabb semesta alam”. (1)“
Maha Suci Dzat yang memiliki Jabarut dan Malakut dan memiliki kedigdayaan dan keagungan”.(2)
“Maha Suci Engkau, segala puji bagi Engkau. Tidak ada Tuhan selain Engkau”.(3)
“Mahasuci Engkau ya Allah, dan dengan pujian untuk-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau”. (1)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(1) HR. Muslim No. 772
(1) HR. Bukhari No. 794, 817, 4294, 4968, dan Muslim No. 484
(1) HR. Nasa’i No. 1051, dan dishohihkan oleh Al-Albani
(1) HR. Nasa'i No. 1131 dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani.
(2) HR. Ahmad no. 24063 dan sanadnya dishohihkan oleh Syu’aib Al-Arnauth
(2) HR. Muslim No. 771
(2) HR. Nasa’i No. 722, Ahmad dalam musnadnya 39/405 No. 23980 dan sanadnya dikatakan kuat oleh Syu’aib Al-Arnauth dan Abu Dawud No. 873 dan dishohihkan oleh Al-Albani.
(3) HR. Muslim No. 487, Ishaq dalam musnadnnya 3/719 No. 1322, Ahmad dalam musnadnya 40/73 No. 24063.
Imam An-Nawawi berkata: “Makna (subbuuhun) adalah yang terlepas dari segala kekurangan, persekutuan atau kesyirikan, dan dari setiap yang tidak layak untuk Allah. Adapun (qudduusun) adalah yang disucikan dari segala hal yang tidak pantas untuk Sang Pencipta”. Kemudian melanjutkan perkataannya: “(Ar-Ruuh) dikatakan artinya malaikat yang besar dan dikatakan juga kemungkinan yang dimaksud adalah Jibril”. (Lihat: Al-Minhaj Syarhu Shohih Muslim bin Al-Hajjaj 4/205)
(3) HR. Muslim No. 485
Rabbanaa lakal hamdu
Rabbanaa wa lakal hamdu
Allahumma rabbanaa lakal hamdu
Allahumma rabbanaa wa lakal hamdu
Rabbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du.
Rabbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.
Allahumma rabbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du.
Allahumma rabbanaaa wa lakal hamdu mil-us-samaawaati wa mil-ul-ardhi wa maa bainahumaa wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba’du ahlats tsanaa-i wal majdi ahaqqu maa qoolal ‘abdu wa kullunaa ‘abdun, allahumma laa maani’a limaa a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.
Allahumma rabbanaaa lakal hamdu mil-us-samaawaati wa mil-ul-ardhi wa maa bainahumaa wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba’du ahlats tsanaa-I wal majdi, laa maani’a limaa a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.
Rabbanaaa lakal hamdu mil-us-samaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba’du ahlats tsanaa-I wal majdi ahaqqu maa qoolal ‘abdu wa kullunaa laka ‘abdun, allahumma laa maani’a limaa a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu
Li rabbiyal hamdu… Li rabbiyal hamdu.
Rabbanaa wa lakal hamdu hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi mubaarakan ‘alaihi kamaa yuhibbu rabbunaa wa yardhaa.
Rabbanaa wa lakal hamdu hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi jaziilan
Rabbanaa lakal hamdu hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiihi, mubaarokan ‘alaihi kamaa yuhibbu rabbunaa wa yardhoo.
"Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji".(2)
"Wahai Rabb kami, dan bagi-Mu segala puji."(3)
"Ya Allah Rabb kami, bagi-Mu segala puji."(4)
"Ya Allah Rabb kami, dan bagi-Mu segala puji." (5)
"Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, serta sepenuh apa yang ada di antara keduanya dan sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya."(1)
"Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, serta sepenuh apa yang ada di antara keduanya dan sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya, dan tidak bermanfaat bagi-Mu kemuliaan/kedudukan orang yang memiliki kemuliaan."(2)
"Ya Allah Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, serta sepenuh apa yang ada di antara keduanya dan sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya." (3)
"Ya Allah Rabb kami,dan bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh yang ada diantara langit dan bumi, serta sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya. Engkau adalah Dzat yang berhak mendapat pujian dan kemuliaan. (Ucapan ini) yang paling pantas diucapkan seorang hamba. Dan semua kami adalah hamba-Mu semata. Ya Allah, tidak ada yang bisa menahan apa yang Engkau berikan. Dan tidak ada yang bisa memberikan apa yang Engkau tahan. Tidak bermanfaat dari-Mu kemuliaan/kedudukan orang yang memiliki kemuliaan."(4)
(Ya Allah Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh yang ada diantara langit dan bumi, serta sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya. Engkau adalah Dzat yang berhak mendapat pujian dan kemuliaan. tidak ada yang bisa menahan apa yang Engkau berikan. Dan tidak ada yang bisa memberikan apa yang Engkau tahan. Tidak bermanfaat dari-Mu kemuliaan/kedudukan orang yang memiliki kemuliaan). (1)
"Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, serta sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya. Engkau adalah Dzat yang berhak mendapat pujian dan kemuliaan. (Ucapan ini) yang paling pantas diucapkan seorang hamba. Dan semua kami adalah hamba-Mu semata. Ya Allah, tidak ada yang bisa menahan apa yang Engkau berikan. Dan tidak ada yang bisa memberikan apa yang Engkau tahan. Tidak bermanfaat dari-Mu kemuliaan/kedudukan orang yang memiliki kemuliaan."(2)
"Pujian hanya untuk Rabbku, pujian hanya untuk Rabbku". (3)
"Wahai Rabb kami, hanya untuk-Mu segala pujian. Pujian yang banyak, yang baik, yang diberkahi di dalamnya."(4)
"Wahai Rabb kami, hanya untuk-Mu segala pujian. Pujian yang banyak, yang baik, yang diberkahi, yang banyak di dalamnya."(1)
"Wahai Rabb kami, hanya untuk-Mu segala pujian. Pujian yang banyak, yang baik, yang diberkahi di dalamnya, yang diberkahi atasnya sebagaimana yang dicintai dan diridhoi oleh Rabb kami."(2)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(1) Ibnu Abi Ashim dalam kitab al-ahad wal matsany 4/46 No. 1993
(1) HR. Muslim No. 478. Perbedaanya di sini tidak ada kalimat “ahaqqu maa qoolal ‘abdu wa kullunaa ‘abdun”.
(1) HR. Hakim dalam Al-Mustadrok ‘Ala As-Shohihain 1/348 No. 819.
(2)HR. Bukhari No. 722
(2) Al-Firyabi dalam kitabnya Al-Qodar 1/145
(2) HR. Muslim No. 477. Di sini tidak ada lafaz “wa maa bainahumaa”.
(2) Al Albani Dalam Kitab Sifat Sholat Nabi hlm. 138.
(3)HR. Bukhari No. 732, 734 dan Muslim No. 392, 411, 733, 789 dan Muslim No. 477
(3) HR. Ibnu Majah No. 878, Abu Dawud No. 846, Nasa'i dalam As-Sunanul Kubro No. 657
(3) HR. Ahmad dalam musnadnya 38/392 No. 23375, dan Nasa'i No. 735.
(4)HR. Bukhari No. 796, Sunan Ad-Darimi 2/857 No. 1398, Ahmad dalam musnadnya 15/234 No. 9401
(4) Al-Jami’u As-Shohih Lis Sunani Wal Masaanid 25/265
(4) HR. Bukhori No. 799, Abu Dawud No. 770, An-Nasa'i No. 653, Ibnu Hibban dalam shahihnya no 1910, At-Thobroni dalam al-mu’jam al-kabir No. 4531.
(5) HR. Bukhori No. 796 Muslim No. 409
Subḥāna Rabbiyal-A‘lā
Subḥāna Rabbiyal-A‘lā wa biḥamdih
Aqrabu mā yakūnu al-‘abdu min rabbihi wa huwa sājidun fa-akthirū ad-du‘ā’.
Subḥānaka Allāhumma rabbanā wa biḥamdik, Allāhumma ighfir lī.
Allāhumma laka sajadtu, wabika āmentu, walaka aslamtu, sajada wajhī lilladhī khalaqahu, wa ṣawwarahu, wa shakka sam‘ahu wa baṣarahu, tabāraka Allāhu aḥsanu al-khāliqīn.
Allāhumma laka sajadtu, wabika āmentu, walaka aslamtu, wa anta rabbī, sajada wajhī lilladhī khalaqahu wa ṣawwarahu, fa-aḥsana ṣūwarahu, wa shakka sam‘ahu wa baṣarahu, tabāraka Allāhu aḥsanu al-khāliqīn.
Subḥānaka wa biḥamdik, lā ilāha illā ant.
Subḥānaka Allāhumma wa biḥamdik, lā ilāha illā ant.
Subḥāna dhī al-jabarūti wa al-malakūti wa al-kibriyā’i wa al-‘aẓamah.
“Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi”.(3)
“Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi dan pujian untuk-Nya”. Ini dibaca tiga kali. (1)
“Mahasuci, Maha Qudus, Rabbnya para malaikat dan ruh -yaitu Jibril-.” (2)
“Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan kami, Segala puji bagi Engkau. Ya Allah, ampunilah aku”.(1)
“Ya Allah, kepada-Mu aku bersujud, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Telah sujud wajahku kepada Dia yang telah menciptakannya, membentuknya, memisahkan pendengaran dan penglihatannya, Maha Suci Allah Pencipta yang paling baik. (1)
“Ya Allah, hanya kepada-Mu aku bersujud, hanya kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku berserah diri. (Engkau Rabb-ku). Bersujud wajahku kepada Dzat yang menciptakan dan membentuknya, lalu Dia baguskan rupanya, yang membelah pendengaran dan penglihatannya. Mahasuci Allah sebaik-baik Pencipta. (1)
“Maha Suci Engkau, segala puji bagi Engkau. Tidak ada Tuhan selain Engkau”. (2)
“Mahasuci Engkau ya Allah, dan dengan pujian untuk-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau”.(3)
“Maha Suci Dia yang memiliki kekuasaan, kerajaan, kebesaran dan keagungan”.(4)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(1) HR. Abu Dawud 1/230 No.870
(1) HR. Bukhori No. 794, 817 dan Muslim No. 484
(1) HR. Muslim 1/534 No. 201
(1) Sunan At-Tirmidzi 5/363 no 3423 hadits sama dengan hadits no 5 dengan tambahan “anta robby”
(2) HR. Muslim 1/351 No. 485
(2) Abu Dawud 1/230 No. 871. 870
(2) HR. Muslim 1/353 No. 487
(3) Sunan Nasa'i 2/223 No. 1131
(4) HR. Abu Daud no 873
Allahumma ighfirlii dzanbii kullahu, diqqahu, wa jillahu, wa awwalahu wa aakhirahu, wa ‘alaaniyyatahu wa sirrahu’.
Allahumma ighfirlii maa asrartu wa maa a’lantu’
Allahumma ij’al fii qalbii nuuraa, wa fii sam’i nuura, wa fii basharii nuuraa, wa ‘an yamiinii nuuraa, wa ‘an syimaalii nuuraa, wa amaamii nuuraa, wa khalfii nuuraa, wa fauqii nuuraa, wa tahtii nuuraa, waj’al lii nuuraa’
Allahumma innii a’udzu bi ridhaaka min sakhatika, wa bi mu’aafaatika min ‘uquubatika, wa a’udzubika minka, laa uhshi tsanaa’an ‘alaika kamaa atsnaita ‘ala nafsika’
“Ya Allah, ampunilah untukku dosaku semuanya, baik yang kecil maupun yang besar, yang awal maupun yang akhir, yang terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi”.(1)
“Ya Allah, ampunilah dosaku yang tersembunyi dan terang-terangan”.(2)
“Wahai Rabb-ku, ampunilah aku, apa yang aku rahasiakan dan apa yang aku nyatakan”. (3)
“Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, cahaya di dalam pendengaranku, cahaya di dalam mataku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku, dan jadikanlah cahaya untukku”.(1)
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjungkan kepada diri-Mu sendiri”. (3)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(1) HR. Muslim No: 1/350 No. 483
(1) HR. Muslim1/528 No: 187
(2) H.R. An-Nasa’i no.1124, Ahmad no.25183 dan Ibnu Hajar menshahihkan sanadnya di dalam Nata’ij Al-Afkar Li Ibni Hajar Al-‘Asqalaniy 2/99
(3) HR. An-Nasa-I no 1125, dishohihkan oleh Al-Albani
(3) HR. Muslim 1/532 no 486.
(1) H.R. Ibnu Majah no.897, Abu Dawud no.874 dan dishahihkan oleh Al-Albani.
(2) HR. Ibnu Majah No. 898, dihasankan oleh Al Arnauth
(3) HR. At Tirmidzi No. 284, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Tirmidzi.
(4) HR Ahmad dalam sunannya 5/460 No. 3514
(5) Misykatul Mashobih No. 900
“Segala ucapan selamat, salawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Mudah-mudahan salawat serta salam terlimpahkan kepadamu wahai engkau wahai Nabi beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Mudah-mudahan salawat dan salam terlimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya”. (1)
“Segala ucapan selamat, shalawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Mudah-mudahan shalawat dan salam terlimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan shalawat dan salam terlimpah pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah. (1)
“Segala penghormatan, kebaikan dan shalawat hanya milik Allah. Mudah-mudahan salam terlimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan salam terlimpah pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya”.(2)
Dengan nama Allah, segala penghormatan dan shalawat hanya milik Allah, amal-amal shalih hanya bagi Allah. Mudah-mudahan salam terlimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan salam terlimpah pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan-Nya (3)
Segala penghormatan dan amal-amal shalih hanya bagi Allah. Segala kebaikan dan shalawat hanya milik Allah. Mudah-mudahan salam terlimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan salam terlimpah pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya (4)
Segala penghormatan, kebaikan, shalawat, dan amal shalih hanya bagi Allah. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Mudah-mudahan salam terlimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan salam terlimpah pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Keselamatan atas kalian. (1)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(1) HR. Bukhari 2/63 no. 1202
(1)HR. Muslim 1/302 no. 403
(1) HR. Malik dalam Al-Muwattho’ 1/92 No 55
(2)HR. Muslim 1/303 no. 404
(3) Malik dalam muwattho’ 1/91 No. 54, At-Tahbir li-idhohi maani attaysir 5/400
(4) HR. Malik dalam Al-Muwatha’ 1/90 no 53
1. Allahumma inni a'udhu bika min 'adhabi Jahannam, wa min 'adhabil-qabri, wa min fitnatil-mahya wal-mamat, wa min sharri fitnatil-masihid-dajjal.
2. Allahumma inni zalamtu nafsi zulman kathiran, wa la yaghfirudh-dhunuba illa anta, faghfir li maghfiratan min 'indika, warhamni innaka antal-Ghafurur-Rahim.
3. Allahumma hasibni hisaban yasira.
4. Allahumma inni a'udhu bika min sharri ma 'amiltu, wa min sharri ma lam a'mal ba'd.
5. Allahumma inni as'aluka ya Allahu bi'annaka Al-Wahid, Al-Ahad, As-Samad, alladhi lam yalid wa lam yulad wa lam yakun lahu kufuwan ahad, an taghfira li dhunubi, innaka Antal-Ghafurur-Rahim.
6. Allahumma inni as'aluka bi'anna laka al-hamda, la ilaha illa anta, Al-Mannan, Badi'us-samawati wal-ard, ya Dhal-Jalali wal-Ikram, ya Hayyu ya Qayyum.
7. Allahumma bi'ilmikal-ghayba, wa qudratika 'alal-khalq, ahini ma 'alimtal-hayata khayran li, wa tawaffani idha 'alimtal-wafata khayran li. Allahumma wa as'aluka khashyatika fil-ghaybi wash-shahadah, wa as'aluka kalimat al-haqqi fir-ridha wal-ghadab, wa as'aluka al-qasda fil-faqri wal-ghina, wa as'aluka na'iman la yanfad, wa as'aluka qurrata 'aynin la tanqati', wa as'aluka ar-ridha ba'dal-qadha, wa barda al-'ayshi ba'dal-mawt, wa as'aluka ladhdhatan-nadhari ila wajhika, wash-shawqa ila liqa'ik, fi ghayri dharra'a mudirrah, wa la fitnatin mudillah. Allahumma zayyinna bi zinatil-iman, waj'alna hudatan muhtadin.
8. Allahumma ighfir li ma qaddamtu wa ma akhkhartu, wa ma asrartu wa ma a'lantu, wa ma anta a'lamu bihi minni, anta al-muqaddimu wa anta al-mu'akhkhiru, la ilaha illa anta.
9. Allahumma inni as'aluka minal-khayri kullihi 'ajilihi wa ajilihi, ma 'alimtu minhu wa ma lam a'lam, wa a'udhu bika minash-sharri kullihi 'ajilihi wa ajilihi, ma 'alimtu minhu wa ma lam a'lam. Allahumma inni as'alukal-jannata wa ma qarraba ilayha min qawlin aw 'amal, wa a'udhu bika minan-nari wa ma qarraba ilayha min qawlin aw 'amal. Allahumma inni as'aluka mimma sa'alaka minhu Muhammadun sallallahu 'alayhi wasallam, wa a'udhu bika mimma ista'adha minhu Muhammadun sallallahu 'alayhi wasallam. Allahumma ma qadayta li min qada'in faj'al 'aqibatahu li rushda.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dari azab neraka, dari fitnah kehidupan dan sesudah mati, dan dari fitnah Al-Masih Dajjal”. (1)
“Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak berbuat zalim terhadap diriku sendiri. Tidak ada yang akan mengampuni dosa-dosa itu kecuali Engkau. Karena itu (Ya Allah), ampunilah diriku dengan ampunan-Mu dan kasih-sayangilah aku. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (1)
“Ya Allah, hisablah (lakukan perhitungan) pada diriku dengan perhitungan (hisab) yang mudah”. (2)
“Ya Allah sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada-Mu dari kejahatan yang pernah aku perbuat dan dari kejahatan yang belum aku perbuat”. (1)
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ya Allah, Yang Maha Esa lagi tempat bergantungnya seluruh makhluk, Yang tidak beranak, tidak pula diperanakkan, dan tidak ada yang setara dengan-Nya, agar engkau mengampuni dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (2)
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu karena segala puji hanya untuk-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Banyak Memberi Karunia, Yang Menciptakan langit dan bumi, Wahai Allah yang Maha Mulia dan Penuh Kemuliaan, Yang Maha Hidup dan Tidak Bergantung pada Makhluk-Nya”. (1)
“Ya Allah, dengan ilmu-Mu atas yang gaib dan dengan kemahakuasaan-Mu atas seluruh makhluk, perpanjanglah hidupku, bila Engkau mengetahui bahwa kehidupan selanjutnya lebih baik bagiku. Dan matikan aku dengan segera, bila Engkau mengetahui bahwa kematian lebih baik bagiku. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu agar aku takut kepada-Mu dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan. Aku mohon kepada-Mu, agar dapat berpegang dengan kalimat yang haq di waktu ridha atau marah. Aku minta kepada-Mu, agar aku bisa sederhana dalam keadaan kaya atau fakir, aku mohon kepada-Mu agar diberi nikmat yang tidak akan habis dan aku minta kepada-Mu agar diberi penyejuk mata yang tak terputus. Aku mohon kepada-Mu, agar aku dapat ridha setelah qadha-Mu. Aku mohon kepada-Mu, kehidupan yang menyenangkan setelah aku meninggal dunia. Aku mohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu, rindu bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan. Ya Allah, hiasilah kami dengan keimanan dan jadikanlah kami sebagai penunjuk jalan yang memperoleh bimbingan dari-Mu”. (2)
“Yaa Allâh, ampunilah dosaku yang telah aku lakukan dan yang telah aku tinggalkan, yang aku rahasiakan dan yang aku lakukan dengan terang-terangan, serta segala dosa yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkau adalah al Muqaddim (Dzat Yang memajukan orang yang Engkau kehendaki) dan Engkau adalah al Muakhkhir (Yang memundurkan orang yang Engkau kehendaki). Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau”. (1)
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu segala kebaikan, baik yang segera atau akan datang, yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui. Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan, baik yang segera atau akan datang, yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui. Aku meminta surga kepada-Mu serta segala perkara yang mendekatkan kepadanya, baik dari ucapan atau perbuatan. Dan aku berlidung kepada-Mu dari neraka serta segala perkara yang mendekatkan kepadanya, baik dari ucapan atau perbuatan. Aku meminta kepada-Mu sebagaimana apa yang diminta oleh Muhammad. Dan aku berlindung kepada-Mu dari apa yang berlindung darinya Muhammad sallallahu 'alaihi wa sallam. Ya Allah apa yang Engkau putuskan kepadaku dari suatu perkara, maka jadikanlah akhirnya baik”. (1)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
1. “Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid"
2. Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ahli baitihii, wa ‘ala azwaajihii wa dzurriyatihii, kamaa shallaita ‘ala aali ibrahim innaka hamiidum majiid. Wa baarik ‘ala muhammad wa ‘ala ahli baitihii, wa ‘ala azwaajihii wa dzurriyatihii, kamaa baarakta ‘ala aali ibrahim innaka hamiidum majiid.
3.Allaahumma sholli ‘alaa Muhammadin ‘abdika wa rosuulika kamaa shollaita ‘alaa aali ibroohiim, wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim.
4. Allaahumma sholli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa shol laita ‘alaa ibroohiim, wa baarik ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa baarokta ‘ala ibroohiim innaka hamiidum majiid.
5.Allahumma shalli ‘ala muhammad an-nabiyyil ummiyi wa ‘ala aali muhammad, kamaa shallaita ‘ala aali ibrahim. Wa baarik ‘ala muhammad an-nabiyyil ummiyi wa ‘ala aali muhammad, kamaa baarakta ‘ala aali ibrahim, fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.
6. “Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali, wa baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali, kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm fil ‘aalamiina innaka hamidun majiid"
Ya Allah, semoga shalawat tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana tercurah pada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, semoga berkah tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana tercurah pada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (2)
artinya: Ya Allah, semoga shalawat tercurah kepada Muhammad dan keluarganya, istri-istrinys, serta keturunannya, sebagaimana tercurah pada Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, semoga berkah tercurah kepada Muhammad dan keluarganya, istri-istrinya, serta keturunannya, sebagaimana tercurah pada Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (1)
artinya: Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad hambaMu dan RasulMu, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim. (2)
artinya: Ya Allah azza wa jalla, berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada isteri-isteri beliau dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan isteri-isteri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberkahi. (3)
artinya: Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad yang ummi (tidak membaca dan tidak menulis) dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.Dan berkahilah Muhammad Nabi yang ummi (tidak membaca dan tidak menulis) dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia” (1)
artinya: Ya Allah, semoga shalawat tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan semoga berkah tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana tercurah pada Ibrahim dan keluarga Ibrahim di alam semesta, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (2)(3)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(1) Dalam Musnad Imam Ahmad 38/238 no 23600
(1) HR. Ahmad 28/304 n0. 17072
(2)HR Bukhori 4/146 No 3370
(2) HR. Bukhori 6/121 no 4798
(2)(3) HR Al Bihaqi 2/529 no 3966, HR Ahmad dalam musnadnya 28/299 no 17067
(3) Muwattho Al-Imam Malik Pada Riwayat Muhammad Ibn Al-Hasan Asy-Syaibani 1/104 292])
1. As-salamu 'alaykum.
2. As-salamu 'alaykum wa rahmatullah.
3. As-salamu 'alaykum wa rahmatullah.
4. As-salamu 'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh.
5. As-salamu 'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh.
“Semoga keselamatan tercurahkan atas kalian”. Dibaca sekali ketika menoleh ke kanan. (1)
“Semoga keselamatan serta rahmat Allah tercurahkan atas kalian.” Dibaca ketika menoleh ke kanan dan ke kiri. (2)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(1) Dalilnya adalah hadits ‘Aisyah ketika menjelaskan tentang sholat malam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
ثُمَّ يُسَلِّمُ تَسْلِيمَةً وَاحِدَةً، السَّلَامُ عَلَيْكُمْ
Kemudian mengucapkan sekali salam “assalaamu ‘alaikum”. (HR. Ahmad Dalam Musnadnya 43/129 No. 25987)
(2) HR. Ibnu Majah No. 914
“Allahummahdinaa fiiman hadait, wa’aafinaa fiiman ‘aafait, watawallanaa fiiman tawallait, wabaarik lanaa fiimaa a’thait, waqinaa syarra maa qadhait, innaka taqdhii walaa yuqdhoo ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu man waalait, tabaarakta wa ta’aalait.
2."Allahumma innii a’uudzu bi ridhooka min sakhotik, wa a’uudzu bi mu’aafaatika min ‘uquubatik, wa a’uudzu bika minka, laa uhshii tsanaa an ‘alaika, anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika”
3.Allahumma inna nasta'inuka wa nastaghfiruka wa nu’minu bika wa nakhda'u laka, wa nakhla'u wa natruku man yakfuruk, Allahumma iyyaka na’budu wa laka nusalli wa nasjud, wa ilayka nas'a wa nahfid, narju rahmataka wa nakhafu 'adhabakal-jadd, inna 'adhabaka bil-kuffari mulhiq.
Ya Allah, berilah kami petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, dan berilah kami keselamatan di antara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diri kami di antara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untuk kami apa yang telah Engkau berikan kepada kami, lindungilah kami dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan dan tidak ada yang dapat merubah keputusan-Mu, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong. Maha Suci Engkau wahai Rabb kami dan Maha Tinggi”(1)
“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung dengan keridlaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dan aku berlindung dengan maaf-Mu dari siksaan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, aku tidak bisa menghitung pujian kepada-Mu, Engkau sebagaimana Engkau memuji pada diri-Mu." (1)
“Ya Allah, sesungguhnya kami meminta pertolongan dan memohon ampunan kepada-Mu, dan kami beriman kepada-Mu dan tunduk kepada-Mu, dan kami berlepas diri dan meninggalkan orang yang mengkufuri-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mu kami beribadah, kepada-Mu semata kami melaksanakan shalat dan sujud, untuk-Mu semata kami bersegera dan beramal, kami mengharapkan kasih sayang-Mu dan takut kepada adzab-Mu yang keras, sesungguhnya adzab-Mu pasti menimpa orang-orang kafir.”(1)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(1)HR. Ath-Thobroni dalam al-mu’jam al-Kabir no. 2700
(1) HR. Ibnu Majah no. 1179 dan dishohihkan oleh Al-Albani
(1) HR. Abu Dawud dalam kitab Maroosiilnya no. 89
1.Sajada wajhi lilladzi kholaqohu wa showwarohu wa syaqqo sam áhu wa bashorohu bihaulihi wa quwwatihi.
2.Allahummak tub li bihaa índaka ajron, waj álhaa lii índaka dzukhron, wa dho’ ánnii bihaa wizron, waqbalhaa minnii kamaa qobiltahaa min ábdika Dawuda
"Wajahku bersujud kepada (Allah) yang telah menciptakannya, membentuknya, dan memberikan pendengaran serta penglihatannya dengan kekuasaan dan kekuatan-Nya."(1)
2. "Ya Allah, tuliskanlah untukku dengan sujud ini pahala di sisi-Mu, jadikanlah ia sebagai simpanan bagiku di sisi-Mu, hapuslah dengannya dosa-dosaku, dan terimalah sujud ini dariku sebagaimana Engkau menerimanya dari hamba-Mu, Dawud (Nabi Dawud ‘alaihis-salam)."(1)
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.
(1) HR. Tirmidzi No. 580 dan mengatakan Hadits Hasan Shahih, Abu Dāwud No. 1414, Nasai No. 1129, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf No. 4372, dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallāhu 'alaihi wasallam dalam Sujud Al-Qur’an pada malam hari membaca doa di atas. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani. Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa Nabi membacanya berulang-ulang.
(1) HR. Tirmidzi No. 579, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani
“Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro
Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu. Sesungguhnya Engkau yang mampu dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini
Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.