← All categories

Doa Kegiatan Sehari-hari

22 entries · nothing is locked

Learn on the Dua Path
1Doa bangun tidurAlhamdulillaahil-ladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa…
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ
Alhamdulillaahil-ladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur.
“Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dikumpulkan.” (1)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(1) HR. Bukhori no. 6312 An-Nawawi berkata: yang dimaksud dengan kematian dalam doa ini adalah tidur, dan yang dimaksud dengan kebangkitan yaitu kebangkitan pada hari kiamat, maka dalam doa ini Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyamakan sadarnya seseorang dari tidurnya yang tidurnya itu seperti kematian yang kemudian dibangkitkan setelahnya. Syarhu An-Nawawi ‘Alaa Muslim 17/35)

2Doa bangun tidurAlhamdulillaahil-ladzii 'aafaanii fii jasadii, wa rodda…
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ
Alhamdulillaahil-ladzii 'aafaanii fii jasadii, wa rodda 'alayya ruuhii, wa adzina lii bidzikrih.
“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan(2) pada jasadku dan mengembalikan ruhku kepadaku(3) serta mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya(4).” (5)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(2) Yaitu keselamatan dari penyakit dan ujian. (lihat: Faidhul Qadiir 1/280) (3) Yaitu mengembalikan ruhku yang terpisah ketika tidur. (Tuhfatul Ahwadzi 9/245) Dan Al-Munawi berkata bahwa maksud dari doa ini adalah segala puji kepada Dzat yang telah mengembalikan indra perasaku, karena tidur adalah saudara kematian sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta'ala firmankan, اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir” (QS. Az-Zumar: 42) Dan dikatakan bahwa tidur adalah kematian yang ringan dan kematian adalah tidur yang berat. (lihat: Faidhul Qadiir 1/280) (4) Yaitu dengan membangkitkan hatiku dan membuat lidahku berzikir. (lihat: Faidhul Qadiir 1/280) (5) HR. At-Tirmidzi no. 3401 dan Al-Albani mengatakan hadits ini hasan

3Doa bangun tidur
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُولِى الْأَلْبَابِ (١٩٠) الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِخَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَـٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (١٩١) رَبَّنَآ إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُۥ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ (١٩٢) رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِى لِلْإِيمَانِ أَنْ ءَامِنُوا بِرَبِّكُمْ فَئَامَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ (١٩٣) رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ (١٩٤) فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّى لَآ أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى ۖ بَعْضُكُم مِّنۢ بَعْضٍ ۖ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِى سَبِيلِى وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِّنْ عِندِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ الثَّوَابِ (١٩٥) لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ (١٩٦) مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ (١٩٧) لَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِّنْ عِندِ اللَّهِ ۗ وَمَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ لِّلْأَبْرَارِ (١٩٨) وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَن يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِئَايَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۗ أُولَـٰٓئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (١٩٩) يَآ أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٢٠٠)
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk atau berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya, Tuhan kami! Tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka. Ya tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam Neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun. Ya Rob kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada tuhanmu", maka kami pun beriman. Ya tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. Ya tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari Kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji." Maka tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Kuhapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam Surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik." Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam, dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. Akan tetapi orang-orang yang bertaqwa kepada tuhannya, bagi mereka Surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti. Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka merendahkan hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya. Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran: 190-200) (1)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Guidance: Membaca 10 ayat terakhir dari surah Ali ‘Imran
Show the takhrij

(1) HR. Bukhori no. 183 Az-Zarqony menyebutkan bahwa ayat yang dibaca dimulai dari ayat 190. (lihat: Syarhu Az-Zarqony ‘Alaa Al-Muwatthi’ 1/436)

4Doa keluar dari wc/kamar mandi
غُفْرَانَكَ
Ghufroonak.
“Aku minta ampun kepadaMu.” ( )

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(1) HR. Ahmad no. 25220 dan dikatakan oleh Syu’aib Al-Arnauth bahwa sanadnya shohih dengan syarat Bukhori dan Muslim Dan terdapat dua penafsiran dari maksud permintaan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ampunan kepada Allah subhanahu wa ta'ala ketika keluar dari kamar mandi: 1. Bahwasanya beliau meminta ampunan kepada Allah subhanahu wa ta'ala karena beliau meninggalkan berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta'ala selama berada di dalam kamar mandi. 2. Ini merupakan taubat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena beliau melihat rasa syukur yang beliau ucapkan masih kurang terhadap nikmat yang Allah subhanahu wa ta'ala berikan berupa nikmat makanan hingga dimudahkan dikeluarkannya kotoran, dan beliau melihat rasa syukurnya masih kurang dibanding nikmat yang didapatkan sehingga beliau memohon ampunan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. (lihat: Ma’alimus Sunan 1/23)

5Doa Kegiatan Harian
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ
A'uudzu bikalimaatillaahit-taammaati min ghodhobihi wa 'iqoobihi, wa syarri 'ibaadihi, wa min hamazaatisy-syayaathiini wa an yahdhuruun.
“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna(1) dari kemarahan dan siksaanNya, serta kejahatan hamba-hambaNya, dan dari godaan setan (bisikannya)(2) serta jangan sampai mereka hadir (kepadaku)(3).” (4)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Guidance: Doa ketika merasa kesendirian saat hendak tidur
Show the takhrij

(1) Maksudnya adalah nama-nama Allah subhanahu wa ta'ala, sifat-sifat-Nya dan ayat-ayat Al-Quran. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1715) Adapun maksud dari sifat sempurna maka banyak penafsirannya dari para ulama, ada yang mengatakannya artinya kalam Allah subhanahu wa ta'ala yang sempurna, ada yang mengatakan maksud dari sempurna adalah yang bermanfaat, ada yang mengatakan yang mencukupi, ada yang mengatakan penuh keberkahan, dan ada yang mengatakan maksudnya yang jadi penghukum yang terus menerus dan tidak ada yang bisa menolaknya juga tidak ada di dalamnya aib ataupun kurang. (lihat: ‘Umdatul Qory Syarhu Shohih Al-Bukhory 15/265) (2) Maksudnya: dari bahaya setan, was-wasnya, dan dari dimasukkannya akidah yang rusak ke dalam hati. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1715) (3) Yaitu dalam salatku, bacaan Al-Quranku, dzikirku, doaku, dan dalam kematianku. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1716) (4) HR. At-Tirmidzi no. 3528 dan ini hadits hasan ghorib dan juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnadnya, dari al-Waliid bin al-Waliid, dimana ia berkata : يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي أَجِدُ وَحْشَةً “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku merasakan kesenderian (yang tidak menyenangkan)”. Maka Nabipun mengajarkan kepada beliau doa di atas (HR Ahmad no 16573) Para pentahqiq al-Musnad menjelaskan bahwa sanad hadits ini dhoif karena terputus dimana Muhammad bin Habbaan tidak bertemu dengan al-Waliid bin al-Waliid, akan tetapi hadits ini masih memungkinkan untuk naik derajatnya menjadi hasan karena syawahid nya (karena hadits-hadits lain yang maknanya senada dengan hadits ini). (Lihat Musnad al-Imam Ahmad 27/108)

6Doa ketika mimpi buruk
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
lalu meludah tipis (meniup disertai sedikit liur) ke sebelah kirinya sebanyak tiga kali. Demikian juga merubah posisi tidur. Bahkan dianjurkan untuk bangun dan shalat.(1)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Guidance: Membaca isti’adzah
Show the takhrij

(1) Hal ini berdasarkan riwayat Abu Salamah, dia mendengar Abu Qotadah berkata bahwasanya dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: «الرُّؤْيَا الحَسَنَةُ مِنَ اللَّهِ، فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يُحِبُّ فَلاَ يُحَدِّثْ بِهِ إِلَّا مَنْ يُحِبُّ، وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ، وَلْيَتْفِلْ ثَلاَثًا، وَلاَ يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا، فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ» “mimpi yang indah dari Allah, jika seseorang di antara kalian melihat mimpi yang dia sukai maka jangan ceritakan hal itu kecuali kepada orang dia cintai. Dan jika melihat sesuatu yang dibenci maka berlindunglah kepada Al dari keburukannya dan dari keburukan setan dan meludahlah 3 kali, dan jangan ceritakan kepada siapapun. Maka sesungguhnya hal itu tidak akan membahayakannya.” (HR. Bukhori no. 7044) Dalam riwayat yang lain فَلْيَنْفُثْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا “Maka hendaknya ia meniup kea rah kirinya sebanyak tiga kali” (HR Muslim no 2261) Dalam riwayat yang lain : وَلْيَتَحَوَّلْ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ “Dan hendaknya ia merubah posisi tidurnya dari lambungnya yang tadinya ia tidur di atasnya” (HR Muslim no 2261) Dalam riwayat yang lain : فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ “Hendaknya ia bangun dan shalat” (HR Muslim no 2263)

7Doa ketika terjaga dimalam hari
لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ، رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ
Laa ilaaha illallaahul waahidul qohhaar, robbus-samaawaati wal ardhi wa maa bainahumal 'aziizul ghoffaar.
“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, Maha Perkasa, Tuhan yang menguasai langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun.” (1)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(1) HR. An-Nasaai di As-Sunan al-Kubro no 7641, ámal al-yaum wa al-Lailah no 864, Hakim dalam Mustadroknya no. 1980, Ibnu Hibbaan no 5530 dan dishahihkan oleh Al-Albani (lihat as-Shahihah no 2066), dari Ummul mukminin Aisyah radhiallahu ánhaa. Hadits ini di dalam Shahih Ibnu Hibbaan dibawakan dibawah judul : ذِكْرُ مَا يُهَلِّلُ الْمَرْءُ بِهِ رَبَّهُ جَلَّ وَعَلَا إِذَا تَعَارَّ مِنَ اللَّيْلِ “Penyebutan tentang apa yang hendaknya dibaca oleh seseorang untuk berdzikir kepada Rabbnya jika ia terjaga di malam hari” Dan diawal hadits Aisyah berkata :’ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَضَوَّرَ مِنَ اللَّيْلِ “Adalah Rasulullah shallallahu álaihi wasallam jika berbalik tubuh/ menggeliat di malam hari…” Makna dari تَضَوَّرَ adalah تَقَلَّبَ وَتَلَوَّى “membolak-balikan badan” (lihat: At-Tanwir Syarhu Al-Jmi’ Ash-Shoghir 8/356)

8Doa masuk wc/kamar mandi
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الخُبُثِ وَالخَبَائِثِ
Allaahumma innii a'uudzu bika minal khubutsi wal khobaa-its.
“Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan(1) dan jin(2).” (3)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(1) الخُبُث jamak dari الْخَبِيثِ diantara penafsirannya yaitu sesuatu yang mengganggu dari kalangan jin dan manusia . (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 1/375) (2) الخَبَائِثِ jamak الْخَبِيثَةِ diantara penafsirannya yaitu meminta perlindungan dari yaitu setan lelaki dan setan perempuan . (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 1/375)

9Doa Terkait Tidur“Bismillahirrahmaanirrahiim, Qul huwallahu ahad, Allahus somad,…
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤﴾ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِى الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَـٰهِ النَّاسِ ﴿٣﴾ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦﴾
“Bismillahirrahmaanirrahiim, Qul huwallahu ahad, Allahus somad, Lam yalid walam yuulad, walam yakul lahu kufuwwan ahad” (QS. Al-Ikhlas: 1-4) “Bismillahirrahmaanirrahiim, Qul A’uudzu birabbil falaq, miny syarri maa kholaq, wa miny syarri ghoosiqin idzaa waqob, wa miny syarrin naffaatsaatifil ‘uqod, wa miny syarri haasidin idzaa hasad” (QS. Al-Falaq: 1-5) “Bismillaahirrahmaanirrahiim, Qul a’uudzu birobbin naas, Malikinnaas, ilaahinnaas, miny syarril was waasil khonnaas, alladzi yuwas wisu fii shuduurinnaas, minal jinnaati wannaas” (QS: An-Nas : 1-6)
“Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4) “Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari jin dan manusia.” (QS: An-Nas : 1-6) “Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki. (QS. Al-Falaq: 1-5) Kemudian mengusap dengan dua telapak tangan tersebut seluruh tubuh yang dapat dijangkau dengannya. Dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan sebanyak 3x. (1)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Guidance: Doa sebelum tidur Membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (Al-Mu’awwidzaat). Caranya: Mengumpulkan dua telapak tangan. Lalu ditiup dan dibacakan surat al-Ikhlas,
Ayah 1 of 9
Show the takhrij

(1) HR. Bukhori no. 5017

10Doa Terkait TidurAllaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul…3×
اللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى السَّمَاوَاتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ ﴿٢٥٥﴾
Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhu sinatuwwalaa nauum, lahuu maa fis samaawaati wamaa fil ardh, mannd dzalladzi yasy fa’u illaa bi idznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum, walaa yuhiithuuna bi syai in min ‘ilmihi illaa bimaa syaa’, wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh, walaa ya uuu duhuu hifdzuhumaa wa huwal ‘aliyyul ‘adziim (Al-Baqarah: 255)
"Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia Yang Hidup Kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (Al-Baqarah: 255) (2)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

0 / 3
Show the takhrij

(2) HR. Bukhori no. 5017

11Doa sebelum tidurAllaahumma aslamtu nafsii ilaika, wa wajjahtu…
اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
Allaahumma aslamtu nafsii ilaika, wa wajjahtu wajhii ilaika, wa fawwadhtu amrii ilaika, wa alja'tu zhohrii ilaika, roghbatan wa rohbatan ilaika, laa malja-a wa laa manjaa minka illaa ilaika, aamantu bikitaabika-lladzii anzalta, wa binabiyyika-lladzi arsalta.
“Ya Allah, aku serahkan jiwaku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu(3), aku serahkan urusanku kepada-Mu(4), aku sandarkan punggungku kepada-Mu(5), karena mengharapkan (pahala-Mu) dan takut (adzab-Mu)(6). Tiada tempat bersandar dan menyelamatkan diri dari (hukuman)-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada Kitab-Mu yang Engkau turunkan, dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus.” (7)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Guidance: Sebelum tidur berwudhu terlebih dahulu, kemudian ketika sudah berbaring baca doa berikut ini,
Show the takhrij

(3) Yang dimaksud dengan jiwa dan wajah di sini adalah dzat secara keseluruhan, artinya aku menjadikan jasadku untuk taat terhadap hukum-Mu dan tunduk kepada-Mu. (lihat: Syarhul Mashobiih Libnil Malak 3/168) (4) Yaitu: aku kembalikan seluruh perkaraku kepada hukum-hukum-Mu (lihat: At-Taisiir bi Syarhi Al-Jami’ Ash-Shoghir 1/214) (5) Maksudnya menyandarkan dirinya kepada penjagaan Allah subhanahu wa ta'ala, karena tidak ada tempat bersandar yang lebih kuat dari penjagaan Allah subhanahu wa ta'ala. (lihat: Dalil Al-Falihin liThuruq Riyadhus Shalihin 2/279) (6) Artinya: mengharapkan pemberian-Mu dan mengharapkan pahala-Mu dan juga takut dari amarah-Mu dan hukuman-Mu. (lihat: Fathul Bary libni Hajar 11/111) (7) HR. Bukhory no. 6315 dan Muslim no. 2710 Dan disebutkan dalam hadits ini bahwa orang yang membaca doa ini lalu meninggal maka dia meninggal di atas fitrah Islam yaitu meninggal di atas keimanan yang Allah subhanahu wa ta'ala fitrahkan kepada hamba-hambanya (lihat: : Dalil Al-Falihin liThuruq Riyadhus Shalihin 2/280

12Doa sebelum tidurBismika robbii wa dho'tu janbii, wa…
بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Bismika robbii wa dho'tu janbii, wa bika arfa'uhu, in amsakta nafsii farhamhaa, wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazhu bihi 'ibaadakash-sholihiin.
Show the takhrij

(8) Yaitu dengan meminta pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala dengan nama-nama-Nya dan dengan kemampuan yang Dia berikan aku meletakkan dan mengangkat lambungku. (lihat: Umdatul Qory Syarhu Shohih Al-Bukhory 22/289 dan Syarh Shohih Al-Bukhori Libni Batthol 10/423) Ibnu Bathool menjelasakan : Dalam doa ini terdapat penyandaran meletakan lambung kepada nama Allah subhanahu wa ta'ala sedangkan ketika mengangkat disandarkan kepada dzat Allah subhanahu wa ta'ala, ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan nama Allah subhanahu wa ta'ala adalah dzat Allah subhanahu wa ta'ala, dan yang dimaksud dengan dzat Allah subhanahu wa ta'ala adalah yang dengan pertolongan-Nya kita meletakkan dan mengangkat lambung kita, bukan hanya sekedar lafal “Allah” nya. (Lihat: Fathul Bary Libni Hajar 13/380) (9) Ini adalah ungkapan dari kematian. Oleh karenanya ini sesuai dengan doa setelahnya yaitu permintaan untuk dirahmati. (lihat: ‘Umdatul Qory Syarhu Shohih Al-Bukhori 22/290) (10) Dan ini adalah ungkapan dari tetap hidup di dunia oleh karenanya ini sesuai dengan doa setelahnya yaitu meminta agar dijaga. (lihat: ‘Umdatul Qory Syarhu Shohih Al-Bukhori 22/290) (11) HR. Bukhari no. 6320 dan Muslim no. 2714

13Doa sebelum tidurAllaahumma kholaqta nafsii wa anta tawaffaahaa,…
اَللَّهُمَّ خَلَقْتَ نَفْسِيْ وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ
Allaahumma kholaqta nafsii wa anta tawaffaahaa, laka mamaatuhaa wa mah-yaahaa, in ah-yaytahaa fah-fazh-haa, wa in amattahaa fagh-fir lahaa, allaahumma innii as-alukal 'aafiyah.
Show the takhrij

(12) Maksudnya tidak ada yang memiliki kemampuan untuk menghidupkan jiwa atau mematikan jiwa kecuali hanya Allah subhanahu wa ta'ala.(lihat: Kasyfu Al-Musykil min Hadiitsi Ash-Shohihain 2/604) (13) Maksudnya keselamatan di dunia dan di akhirat. (Lihat: Al-Kaukabul Wahhaj Syarhu Shohih Muslim 25/104) (14) HR. Muslim no. 2712

14Doa sebelum tidurAllaahumma qinii 'adzaabaka yauma tab'atsu 'ibaadak.…
اَللَّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ
Allaahumma qinii 'adzaabaka yauma tab'atsu 'ibaadak.
“Ya Allah, jauhkanlah aku dari siksaanMu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hambaMu.” (15)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(15)HR. Ahmad no. 4226. Hadits ini dishohihkan oleh Syu’aib Al-Arnauth Al-Mubarokfury berkata: dalam doa ini menunjukkan bahwa orang yang berakal hendaknya menjadikan tidurnya sebagai wasilah untuk mengingat kematian dan hari kebangkitan yang terjadi setelah kematian. (lihat: Mir’atul Mafaatiih Syarhu Misykaatil Mashoobiih 8/143)

15Doa sebelum tidurBismika-llaahumma amuutu wa ahyaa.…
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا
Bismika-llaahumma amuutu wa ahyaa.
“Dengan Nama-Mu ya Allah, aku mati(16) dan aku hidup.” (17)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(16) Yang dimaksud dengan kematian di sini adalah tidur, karena tidur disebut juga dengan kematian kecil. (lihat: Syarhu Riyaadhus Sholihiin 4/339 (17) HR. Bukhori no. 6324

16Doa sebelum tidur
An instruction, not a specific lafal.
Guidance: Membaca surah As-Sajdah dan Al-Mulk (18)
Show the takhrij

(18) Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Jabir, «كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ بِتَنْزِيلُ السَّجْدَةِ، وَبِتَبَارَكَ " ; “bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidaklah tidur hingga membaca surah As-Sajdah dan surah Tabaarok (Al-Mulk)” HR. At-Tirmidzy no. 3404. Hadits ini asalnya adalah dhoíf, akan tetapi karena ada muta’baáh maka dishahihkan oleh sebagian ulama, diantaranya para pentahqiq Musnad al-Imam Ahmad (23/26 no 14659) dan juga al-Albani (lihat As-Shahihah no 585). Sementara sebagian ahli hadits tetap mendoifkan hadits ini, diantaranya Al- Ádawi (https://www.youtube.com/watch?v=B_s3MD0rpeU) dan juga Abdul Aziz At-Thuraifi (https://www.youtube.com/watch?v=e4e9UWNhFv4).

17Doa sebelum tidurAllaahu akbar (34x). Alhamdulillaah (33x). Subhaanallaah…34×
اَللَّهُ أَكْبَرُ (34×) اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (33×) سُبْحَانَ اللَّهِ (33×)
Allaahu akbar (34x). Alhamdulillaah (33x). Subhaanallaah (33x).
“Maha suci Allah (33x). Segala puji bagi Allah (33x). Allah Maha Besar (34x).” (19)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

0 / 34
Show the takhrij

(19) HR. Bukhori no. 3113 dan Muslim no. 2727 Dan hadits ini menceritakan tentang Fatimah putri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang dia mengeluh karena menumbuk/menggiling tepung hingga beliau mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang saat itu baru saja mendapatkan tawanan perang agar ia diberikan seorang budak

18Doa sebelum tidurAllaahumma robbas-samaawaatis wa robbal ardhi wa…
اللهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، اللهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ، اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ، وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ
Allaahumma robbas-samaawaatis wa robbal ardhi wa robbal 'arsyil 'azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa, wa munzilat-taurooti wal injiili wal furqoon, a'uudzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzun binaashiyatih. Allaahumma antal awwalu falaisa qoblaka syai-un, wa antal aakhiru falaisa ba'daka syai-un, wa antazh-zhoohiru falaisa fauqoka syai-un, wa antal baathinu falaisa duunaka syai-un, iqdhi 'annad-daina wa aghninaa minal faqr.
“Ya Allah, Tuhan yang menguasai langit dan tuhan penguasa bumi, Tuhan yang menguasai arsy yang agung, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu. Tuhan yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Tuhan yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur'an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya(20). Ya Allah, Engkau-lah yang pertama, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang terakhir, setelah-Mu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang dzahir, tidak ada sesuatu di atas-Mu(21). Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang menghalangi-Mu (22), lunasilah hutang kami dan berilah kami kekayaan hingga terlepas dari kefakiran.” (23)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(20) Maksudnya: aku berlindung kepada-Mu dari segala sesuatu keburukan dari makhluk-makhluk-Mu, karena semuanya berada di bawah kekuasaan-Mu. Dan maksud dari “Engkau yang memegang ubun-ubunnya ini adalah kinayah dari kekuasaannya, bahwasanya semuanya berada di bawah kekuasaannya sebagaimana seorang pemilik hewan tunggangan yang dia menguasainya dengan memegang ubun-ubunnya. (lihat: Al-Kaukabul Wahhaj Syarhu Shohih Muslim 25/105) (21) Maksudnya: Engkau lah yang menguasai segala sesuatu dan tidak ada satu pun yang meenguasai-Mu. (lihat: Al-Kaukabul Wahhaj Syarhu Shohih Muslim 25/105) (22) Maksudnya: terhalang dari pandangan-pandangan makhluk dan persangkaan mereka, sehingga tidak ada sat pandangan yang bisa meliputi Dzat Allah subhanahu wa ta'ala. (Lihat: Hasyiyatu As-Sindy ‘Alaa Sunani Ibni Majah 2/430) (23) HR. Muslim no. 2713

19Doa sebelum tidurAlhamdulillaahil-ladzii ath'amanaa, wa saqoonaa, wa kafaanaa,…
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنَا، وَسَقَانَا، وَكَفَانَا، وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لاَ كَافِيَ لَهُ وَلاَ مُؤْوِيَ
Alhamdulillaahil-ladzii ath'amanaa, wa saqoonaa, wa kafaanaa, wa aawaanaa, fakam mimman laa kaafiya lahu wa laa mu'wiya.
“Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan, memberi kami minum, mencukupi kami(24), dan memberi kami tempat berteduh. Betapa banyak orang yang tidak mendapatkan yang bisa memberi kecukupan dan tempat berteduh(25).” (26)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(24) Yaitu mencegah kami dari segala bentuk keburukan yang menggangu. (lihat: Lama’aat At-Tanqiih Fii Syarhi Misykaatul Mashoobiih 5/192) (25) Dan dikatakan juga maksudnya adalah betapa banyak orang yang diberi kenikmatan namun tidak mengetahui betapa banyak kenikmatan yang Allah subhanahu wa ta'ala berikan kepadanya. (lihat: At-Tanwir Syarhu Al-Jami’ Ash-Shoghir 8/353) (26) HR. Muslim no. 2715

20Doa sebelum tidurAllaahumma 'aalimal ghoibi wasy-syahaadati, faathiros-samaawaati wal…
اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ
Allaahumma 'aalimal ghoibi wasy-syahaadati, faathiros-samaawaati wal ardh, robba kulli syai-in wa maliikahu, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, a'uudzu bika min syarri nafsii, wa min syarrisy-syaithooni wa syirkih
“Ya Allah, yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata(27), wahai Tuhan pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku(28), setan(29) dan balatentaranya.” (30)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Show the takhrij

(27) Yaitu yang tampak dan yang tidak tampak oleh hamba-hamba-Nya. Karena semuanya menurut Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada yang tidak terlihat. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1658) (28) Karena jiwa asal tempat keluarnya keburukan. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1658) (29) Yaitu dari was-wasnya dan kesesatannya. (30) HR. Ahmad no. 51, dan Syu’aib Al-Arnauth mengatakan sanadnya shohih. Doa ini dibaca untuk dzikir pagi dan petang serta ketika hendak tidur. Karena Nabi shallallahu álaihi wasallam berkata kepada Abu Bakar radhiallahu ánhu tentang doa ini : قُلْهُ إِذَا أَصْبَحْتَ، وَإِذَا أَمْسَيْتَ، وَإِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ “Ucapkanlah ketika engkau di pagi hari, di petang hari, dan ketika engkau hendak tidur” (HR At-Tirmidzi no 3392)

21Doa Terkait WudhuBismillaah.…
بِسْمِ اللَّهِ
Bismillaah.
“Dengan nama Allah (aku berwudhu).” (1)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Guidance: Doa sebelum wudhu
Show the takhrij

(1) Ini berdasarkan hadits riwayat Abu Sa’id, «لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ» “tidak ada wudhu bagi seseorang yang tidak menyebutkan basmalah.” HR. Ibnu Majah no. 397, dan dihasankan oleh Al-Albani Dan penafian yang dimaksud di sini adalah penafian kesempurnaan. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 2/409)

22Doa Terkait WudhuAsyhadu al-laa ilaaha illallaah wahdahu laa…
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Asyhadu al-laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rosuuluh. Asyhadu al-laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rosuuluh Allaahummaj 'alnii minat-tawwaabiina waj 'alnii minal mutathohhiriin. Subhaanakallaahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.
“Aku bersaksi, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.” (1) “Aku bersaksi, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat(2) dan jadikanlah aku termasuk orang-orang (yang senang) bersuci(3).” (4) “Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.” (5)

Translation shown in Indonesian — no English translation is in this corpus.

Guidance: Doa setelah wudhu
Show the takhrij

(1) HR. Muslim no. 234 At-Thiby berkata: ucapan 2 kalimat syahadat setelah berwudhu adalah isyarat akan ikhlasnya amal hanya untuk Allah subhanahu wa ta'ala, dan sucinya hati dari kesyirikan dan riya setelah mensucikan anggota wudhu dari hadats. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 1/349) Disebutkan dalam kelanjutan hadits ini bahwa barang siapa yang membaca 2 kalimat syahadat ini setelah wudhu maka akan dibukakan baginya 8 pintu surga yang dia bisa memasukinya dari pintu mana saja yang dia kehendaki. (2) Yaitu dari segala dosa dan kembali dari segala perbuatan yang tercela. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 1/350) (3) Yaitu suci dari dosa-dosa yang telah lalu dan dosa-dosa yang akan datang, atau suci dari akhlak-akhlak yang tercela. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 1/350) (4) HR. At-Tirmidzi no. 55, di shohihkan oleh Al-Albani (5) HR. An-Nasai dalam kitabnya ‘Amalul Yaumi wal Lailah no. 81. Ibnul Mulaqqin mengatakan hadits ini shohih dengan syarat Bukhori dan Muslim. (Lihat: Al-Badrul Munir 2/289)

Text, translation and takhrij from bekalislam.online — Bekal Islam, Ustadz Firanda Andirja.