Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta khalaqtani wa ana 'abduka
Wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu A'udzu bika min syarri ma shana'tu. Abu'u laka bini'matika 'alayya wa abu'u laka bidzanbi Faghfirli innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta
“Ya Allah! Engkau adalah Rabb ku, tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui memikul dosaku. Karena itu, ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."(9)
Translation shown in Indonesian — no English translation is available in this corpus.
(Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku) yaitu janjiku untuk beriman kepadaMu, untuk taat dalam menjalankan segala perintahMu dan menjauhi laranganMu, dengan semaksimal kemampuanku
(Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang aku perbuat) yaitu aku berlindung dari akibat maksiat yang aku lakukan, aku mengetahui bahwa maksiat pasti mendatangkan akibat buruk di dunia maupun di akhirat, namun aku berlindung kepadaMu dari akibat buruk tersebut
(Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku) yaitu aku mengakui bahwa seluruh kenikmatan dan seluruh kelebihan yang aku miliki berasal dariMu, aku tidak ujub dengan nikmat tersebut, semua kenikmatan tersebut adalah murni dariMu
(dan aku mengakui memikul dosaku). Diantara dosaku adalah aku tidak mampu untuk mensyukuri seluruh nikmat tersebut karena begitu banyaknya. (Umdatul Qoori 22/279). Al-Khotthobi berkata :
بَاءَ فُلاَنٌ بِذَنْبِهِ إِذَا احْتَمَلَهُ كُرْهاً لاَ يَسْتَطِيْعُ دَفْعَهُ عَنْ نَفْسِهِ
“Orang Arab berkata : “Si fulan mengakui memikul dosanya” yaitu jika ia memikulnya dalam kondisi ia membencinya, hanya saja ia tidak mampu untuk menolak hal tersebut dari dirinya” (Ma’aalim As-Sunan 4/145). Ini menjelaskan betapa banyak dosa yang kita lakukan dalam kondisi kita sadar bahwa itu merupakan dosa, dan kita benci terjerumus dalam dosa tersebut, akan tetapi kita tidak mampu untuk melepaskan diri dari dosa tersebut.
(Karena itu, ampunilah aku) yaitu ampuni seluruh dosaku dengan rahmatMu yang luas, rahmatMu kepadaku yang melebihi kasih sayang ibuku kepadaku. Dosa sebesar apapun, sebanyak apapun, meskipun dilakukan berulang-ulang, maka tidak ada yang sulit untuk Engkau ampuni jika telah bertaubat, karena Engkau adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.